P. SOUMILENA, SARAH (2004) STUDI PEMBUATAN SAUS PEPAYA DENGAN PENGGUNAAN KONSENTRASI GULA YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
SARAH P. SOUMILENA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Buah Pepaya yang masih agak mudah dapat dibuat sayur dan buah yang masak dapat di jadikan buah segar atau sebagai campuran es buah. Buah-buah Pepaya juga sering di jadikan manısan kering dan basah. Di samping itu buah pepaya sudah di olah menjadi saos untuk pelezat makanan.

Proses pengolahan saos pepaya dengan konsentrasi gula yang berbeda beda merupakan salah satu kegiatan home industri yang memiliki prospek ekonomi dan penganeka ragaman makanan bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula yang berbeda terhadap warna citarasa/aroma dan tekstur saos pepaya.

Penelitian yang di lakukan adalah jenis experimental lokasi penelitian adalah di laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Politeknik Kesehatan Jayapura guna melakukan Uji Hedonik terhadap mutu Organoleptik Saos Pepaya.

Uji Organoleptik di lakukan untuk menilai atau mengetahui tingkat kesukaan terhadap Saos Pepaya dengan penggunanaan konsentrasi yang berbeda pada bubur pepaya sebagai bahan baku saos pada Uji Organoleptik metode yaang dapet di lakukan adalah Methode "Hedonik Scala test" yaitu beberapa contoh di sajikan sekaligus pada dua puluh orang penulis

Berdasarkan hasil uji anova menunjukkan ada pengaruh penambahan pepaya terhadap warna saus papaya, dimana F Hitung lebih besar dari F, Tabel (F Table 5.27 Tabel 5.18 pada taraf 1'%, sedangkan pada uji Duncan warna saus pepaya yang paling di sukai olah Panelis adalah konsentrasi C (20%), di mana nilai tinggi (CA-0,75) namun warma saus dari konsentrasi lainnya tidak di sukai oleh Panelis, sedangkan nilai rata-rata panelis tertinggi 4.02 pada konsentrasi 2016.

Dari hasil uji anova diketahui bahwa cita rasa saus pepaya dnegan konsentrasi 10 %,15% dan 20% menunjukkan ada pengaruh cita rasa saus pepaya dengan konsentrasi gula C (20%), dimana F hitung lebih besar dari F tabel yaitu F hitung 9.72 Tabel 5.18 pada taraf 1% Pada ujim Duncan cita rasa saus pepaya yang paling disukai oleh panelis adalah rasa saus pepaya dari konsentrasi lainnya tidak disukai oleh Panelis, namun pengujian rata-rata penilaian diketahui panelis lebih menyukai cita rasa saos dengan konsentrasi 20 yaitu nilai rata-rata tinggi 4, bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lainnya

Hasil uji anova terhadap aroma saus pepaya dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan ada pengaruh yang bermakna, dimana F hiting lebih besar dari Tabel (T Hitung 12.38 > F Tabel 5.18) pada taraf 1%, sedangkan Uji Duncan diketahui bahwa aroma yang disukai oleh Panelis adalah konsentrasi C (20%)
dimana nilai tertinggi (C-A0,7) sedangkan cita rasa saus pepaya pengujian rata-rata penilaian diketahui panelis lebih menyukai cita rasa saos dengan konsentrasi 20% yaitu nilai rata-rata tinggi 4, bila dibandingkan dengan konsentrasi 10% dan 15%

Begitu pula uji anova menunjukkan ada hubungan yang bermakna terhadap tekstur saus, dimana F Hitung lebih besar dari F Tabel (F Hitung 20.12 > F Tabel 5.18) pada taraf 1%, sedangkan uji Duncan diketahu tekstur saus yang paling disukai oleh Panelis adalah konsentrasi 20%, dimana nilai rata-rata panelis yang tinggi adalah 4 bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lainnya.

Bahan bacaan 1978-2003

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Buah Pepaya yang masih agak mudah dapat dibuat sayur dan buah yang masak dapat di jadikan buah segar atau sebagai campuran es buah. Buah-buah Pepaya juga sering di jadikan manısan kering dan basah. Di samping itu buah pepaya sudah di olah menjadi saos untuk pelezat makanan. Proses pengolahan saos pepaya dengan konsentrasi gula yang berbeda beda merupakan salah satu kegiatan home industri yang memiliki prospek ekonomi dan penganeka ragaman makanan bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula yang berbeda terhadap warna citarasa/aroma dan tekstur saos pepaya. Penelitian yang di lakukan adalah jenis experimental lokasi penelitian adalah di laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Politeknik Kesehatan Jayapura guna melakukan Uji Hedonik terhadap mutu Organoleptik Saos Pepaya. Uji Organoleptik di lakukan untuk menilai atau mengetahui tingkat kesukaan terhadap Saos Pepaya dengan penggunanaan konsentrasi yang berbeda pada bubur pepaya sebagai bahan baku saos pada Uji Organoleptik metode yaang dapet di lakukan adalah Methode "Hedonik Scala test" yaitu beberapa contoh di sajikan sekaligus pada dua puluh orang penulis Berdasarkan hasil uji anova menunjukkan ada pengaruh penambahan pepaya terhadap warna saus papaya, dimana F Hitung lebih besar dari F, Tabel (F Table 5.27 Tabel 5.18 pada taraf 1'%, sedangkan pada uji Duncan warna saus pepaya yang paling di sukai olah Panelis adalah konsentrasi C (20%), di mana nilai tinggi (CA-0,75) namun warma saus dari konsentrasi lainnya tidak di sukai oleh Panelis, sedangkan nilai rata-rata panelis tertinggi 4.02 pada konsentrasi 2016. Dari hasil uji anova diketahui bahwa cita rasa saus pepaya dnegan konsentrasi 10 %,15% dan 20% menunjukkan ada pengaruh cita rasa saus pepaya dengan konsentrasi gula C (20%), dimana F hitung lebih besar dari F tabel yaitu F hitung 9.72 Tabel 5.18 pada taraf 1% Pada ujim Duncan cita rasa saus pepaya yang paling disukai oleh panelis adalah rasa saus pepaya dari konsentrasi lainnya tidak disukai oleh Panelis, namun pengujian rata-rata penilaian diketahui panelis lebih menyukai cita rasa saos dengan konsentrasi 20 yaitu nilai rata-rata tinggi 4, bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lainnya Hasil uji anova terhadap aroma saus pepaya dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan ada pengaruh yang bermakna, dimana F hiting lebih besar dari Tabel (T Hitung 12.38 > F Tabel 5.18) pada taraf 1%, sedangkan Uji Duncan diketahui bahwa aroma yang disukai oleh Panelis adalah konsentrasi C (20%) dimana nilai tertinggi (C-A0,7) sedangkan cita rasa saus pepaya pengujian rata-rata penilaian diketahui panelis lebih menyukai cita rasa saos dengan konsentrasi 20% yaitu nilai rata-rata tinggi 4, bila dibandingkan dengan konsentrasi 10% dan 15% Begitu pula uji anova menunjukkan ada hubungan yang bermakna terhadap tekstur saus, dimana F Hitung lebih besar dari F Tabel (F Hitung 20.12 > F Tabel 5.18) pada taraf 1%, sedangkan uji Duncan diketahu tekstur saus yang paling disukai oleh Panelis adalah konsentrasi 20%, dimana nilai rata-rata panelis yang tinggi adalah 4 bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lainnya. Bahan bacaan 1978-2003
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 05:14
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/405

Actions (login required)

View Item
View Item