Koridama, Sandra (1997) Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Gizi dan Asupan Energi Protein dengan Status Gizi Anak Umur 6 - 24 bulan di Perumnas I Waena Kecamatan Abepura Kotamadya Jayapura tahun 1997. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
SANDRA KORIDAMA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Dari hasil penelitian di Indonesia telah ditemukan 4 masalah gizi antara lain Kurang Energi Protein (KEP), Kurang Vitamin A (KVA), Anemia Gizi, Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Pada anak balita kekurangan gizi dapat mengakibatkan gangguan fisik maupun kognitif sehingga pada bayi dan anak-anak dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan, perkembangan, daya kerja, sampai ke kemampuan mental dan kecerdasan. Pada anak balita kekurangan gizi akan menyebabkan terjadinya non productive generation, dengan demikian keadaan tersebut menghambat peran pembangunan nasional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan gizi ibu dan asupan energi protein dengan status gizi anak umur 6–24 bulan. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah ibu yang mempunyai anak umur 6–24 bulan di Perumahan I Menara dengan jumlah sampel 40 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikumpulkan sesuai dengan faktor-faktor yang diteliti dan dilakukan uji chi-kuadrat (Chi-square) dengan tingkat kemaknaan 95%.
Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan, pengetahuan gizi ibu dan asupan energi protein dengan status gizi anak. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hasil penelitian ini maka penulis menyarankan agar perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat diketahui faktor apa yang paling dominan mempengaruhi status gizi anak agar dapat ditingkatkan atau minimal dapat bertahan dengan baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Tujuan Pembangunan Nasional seperti diamanatkan pada GBHN 1993 adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan tujuan tersebut diupayakan meningkatkan kualitas manusia dan kuantitas kehidupan masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah keadaan pangan dan giãi. Kekurangan konsumsi energi protein secara langsung berpengaruh pada status gisi. Masalah gigi disamping infeksi, masih merupakan masalah kesehatan utana di negara berkembang. Kekurangan gisi merupakan penyebab utama tingginya angka kematian bayi dan anak balita. Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah kurang energi protein (KEP). Masalah kurang energi protein banyak diderita oleh anak-anak terutama golongan dibawah umur lima tahun. Salah satu Banyak sebab timbulnya kurang energi protein baik secara langsung maupun tidak langsung. diantaranya tidak tersedia makanan tambahan di keluarga, hal ini mempengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi. Berbagai usaha dilakukan untuk memecahkan masalah kurang energi protein, pemberian makanan tambahan adalah satu diantara kegiatan dalam usaha menangani masalah kurang energi protein. Program ini dilaksanakan karenan perbaikan gizi golongan rawan tidak dapat dibiarkan sampai menunggu terjadinya peningkatan pendapatan dan daya beli rumah tanggal. Pada akhir program, pemberian makanan tambahan diarahkan sebagai media pendidikan praktis kepada ibu-ibu rumah tangga sehingga diharapkan dapat menyediakan makanan yang memenuhi gizi bagi anaknya. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 26 Dec 2025 08:48 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/41 |

