WALILO, SEMMY (2004) HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN, KEBIASAAN MAKAN, DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK BATITA (ANAK USIA 1-3 TAHUN) DI PERUMAHAN BTN PUSKOPAD HAWAI KELURAHAN SENTANI KOTA DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skrpsi] Text (skrpsi)
SEMMY WALILO.pdf

Download (2MB)

Abstract

Salah satu masalah gizi dari empat masalah gizi utama pada balita, yang lebih dominan pada anak usia 1-3 tahun adalah masalah kurang kalori protein (KKP) sehingga berdampak negatif pada peningkatan morbilitas, mortalitas serta adanya degradasi indikator keberhasilan usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) dengan standar (S-36 bulan BB 11,5 kg).

Penelitian dilakukan di BTN Puskopad Hawai Kelurahan Sentani Kota Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Jayapura Metode penelitian adalah "Deskriptif analitik, dengan pendekatan "Cross sectional study. Populasi umur 1-3 tahun. Sampel adalah 35 orang anak usia 1-3 tahun (Batita) dengan latar belakang suku (ras), agama dan status pekerjaan orang tua yang berbeda.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi yang bermakna serta tingkat signifikansinya antara variabel pendapatan keluarga, pola makan dan pengetahuan gizi ibu rumah tangga dengan status gizi anak usia 1-3 tahun (Batita). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertumbuhan yang baik, lebih mudah dicapai oleh anak yang status gizinya baik. Jika dibandingkan dengan anak yang status gizinya kurang.

Status gizi yang baik paling banyak dijumpai pada anak yang latar belakang pengetahuan gizi jizi Ibunya baik. Pada penelitian ini variabel tingkat pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga belum menjadi suatu kenyataan yang menggambarkan status gizi anak Batita di BTN Puskopad Hawai Sentani. Menurut pengamatan peneliti hal ini terutama disebabkan oleh adanya kelangkaan penggunaan hak-hak asasi oleh seorang ibu rumah tangga, yang lebih didominasikan oleh kaum Bapak (Ayah). Variabel kebiasaan makan selalu dikaitkan dengan perilaku gizi budaya, sehingga sulit untuk mencapai keadaan gizi yang optimal bagi seorang anak batita. Pengambilan keputusan diit anak tidak selamanya datang dari ibu tetapi juga lebih dimanipulasi oleh Bapak (Ayah), karena kaum Bapak (Ayah) berasumsi sebagai pencari nafkah, pewaris keturunan, dan sebagai pelindung keluarga.

Daftar Bacaan 43 (1985-1999).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Salah satu masalah gizi dari empat masalah gizi utama pada balita, yang lebih dominan pada anak usia 1-3 tahun adalah masalah kurang kalori protein (KKP) sehingga berdampak negatif pada peningkatan morbilitas, mortalitas serta adanya degradasi indikator keberhasilan usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) dengan standar (S-36 bulan BB 11,5 kg). Penelitian dilakukan di BTN Puskopad Hawai Kelurahan Sentani Kota Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Jayapura Metode penelitian adalah "Deskriptif analitik, dengan pendekatan "Cross sectional study. Populasi umur 1-3 tahun. Sampel adalah 35 orang anak usia 1-3 tahun (Batita) dengan latar belakang suku (ras), agama dan status pekerjaan orang tua yang berbeda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi yang bermakna serta tingkat signifikansinya antara variabel pendapatan keluarga, pola makan dan pengetahuan gizi ibu rumah tangga dengan status gizi anak usia 1-3 tahun (Batita). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertumbuhan yang baik, lebih mudah dicapai oleh anak yang status gizinya baik. Jika dibandingkan dengan anak yang status gizinya kurang. Status gizi yang baik paling banyak dijumpai pada anak yang latar belakang pengetahuan gizi jizi Ibunya baik. Pada penelitian ini variabel tingkat pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga belum menjadi suatu kenyataan yang menggambarkan status gizi anak Batita di BTN Puskopad Hawai Sentani. Menurut pengamatan peneliti hal ini terutama disebabkan oleh adanya kelangkaan penggunaan hak-hak asasi oleh seorang ibu rumah tangga, yang lebih didominasikan oleh kaum Bapak (Ayah). Variabel kebiasaan makan selalu dikaitkan dengan perilaku gizi budaya, sehingga sulit untuk mencapai keadaan gizi yang optimal bagi seorang anak batita. Pengambilan keputusan diit anak tidak selamanya datang dari ibu tetapi juga lebih dimanipulasi oleh Bapak (Ayah), karena kaum Bapak (Ayah) berasumsi sebagai pencari nafkah, pewaris keturunan, dan sebagai pelindung keluarga. Daftar Bacaan 43 (1985-1999).
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 05:23
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/411

Actions (login required)

View Item
View Item