-, JULI (2022) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PENERAPAN TEKNIK BATUK EFEKTIF PADA An. W DENGAN ISPA DI RUANG ANAK RSUD ABEPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skrpisi] Text (Skrpisi)
JULI.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penyakit ISPA merupakan penyakit saluran pernafasan yang bersifat akut yang berlangsung kurang lebih 14 hari, biasa menyerang tenggorokan, hidung dan paru- paru. Masalah yang sering dijumpai pada penderita ISPA adalah ketidakmampuan mengeluarkan sekret dari jalan nafas yang bisa mengakibatkan bersihan jalan nafas tidak efektif. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah analisis asuhan keperawatan penerapan teknik b batuk efektif pada An. W dengan ISPA di ruang anak RSUD Abepura. Hasil studi kasus pada klien An. W dengan penderita ISPA, didapatkan satu diagnosa yang prioritas yakni ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan Hipersekresi Jalan Nafas. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari didapatkan sekret bisa dikeluarkan, hidung tidak tersumbat dan pernafasan dalam batas normal dengan terapi batuk efektif dan pemberian terapi pengobatan sesuai program. Kesimpulan dari kasus An. W dengan penderita ISPA adalah masalah teratasi sesuai dengan harapan. Saran dari studi kasus ini yaitu pencegahan dini agar penderita tidak mengalami ISPA lagi.

Kata Kunci: Teknik Batuk Efektif. ISPA. Anak

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Penyakit ISPA merupakan penyakit saluran pernafasan yang bersifat akut yang berlangsung kurang lebih 14 hari, biasa menyerang tenggorokan, hidung dan paru- paru. Masalah yang sering dijumpai pada penderita ISPA adalah ketidakmampuan mengeluarkan sekret dari jalan nafas yang bisa mengakibatkan bersihan jalan nafas tidak efektif. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah analisis asuhan keperawatan penerapan teknik b batuk efektif pada An. W dengan ISPA di ruang anak RSUD Abepura. Hasil studi kasus pada klien An. W dengan penderita ISPA, didapatkan satu diagnosa yang prioritas yakni ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan Hipersekresi Jalan Nafas. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari didapatkan sekret bisa dikeluarkan, hidung tidak tersumbat dan pernafasan dalam batas normal dengan terapi batuk efektif dan pemberian terapi pengobatan sesuai program. Kesimpulan dari kasus An. W dengan penderita ISPA adalah masalah teratasi sesuai dengan harapan. Saran dari studi kasus ini yaitu pencegahan dini agar penderita tidak mengalami ISPA lagi. Kata Kunci: Teknik Batuk Efektif. ISPA. Anak
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 06:01
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/415

Actions (login required)

View Item
View Item