RUMANIOWI, LINDA (2022) PENERAPAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG KRONIS PRIA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH ABEPURA TAHUN 2022. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
LINDA RUMANIOWI v2.pdf
Download (1MB)
Abstract
Kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan, sehat jiwa tidak hanya terbatas dari gangguan jiwa, tetapi merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh semua orang. Tetapi bagi sebagian orang kesehatan jiwa masih menjadi masalah utama seperti data yang di dapat dari World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak 450 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan mental. Riskesdas 2013 adalah sebanyak 1.728 orang, Di Sumatera Barat angka kejadiannya 1,9 per mil posisi 6 teratas di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil pengkajian di Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura ditemukan 85% pasien dengan kasus halusinasi sedangkan di Ruangan Kronis Pria rata- rata angka halusinasi mencapai 46,7% setiap bulannya. Terapi yang biasa diberikan dalam penatalaksanaan mengatasi halusinasi salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok (TAK). Tujuan pemberian TAK adalah supaya pasien dengan halusinasi bisa mengontrol halusinasi. Proses dalam pelaksanaan ini di mulai dari pengkajian, merumuskan diagnosa, merencanakan tindakan, melaksanakan tindakan dan melakukan evaluasi. Metode ini dilakukan selama 10 hari berturut- turut. Hasilnya pasien dengan halusinasi pendengaran mampu mengontrol halusinasinya. Disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan TAK dalam mengontrol halusinasi, diharapkan pihak Rumah Sakit khususnya di Ruangan Kronis Pria untuk lebih dapat menerapkan TAK pada pasien halusinasi.
Kata kunci : Halusinasi, Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) Daftar pustaka: 14 (1998-2017)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan, sehat jiwa tidak hanya terbatas dari gangguan jiwa, tetapi merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh semua orang. Tetapi bagi sebagian orang kesehatan jiwa masih menjadi masalah utama seperti data yang di dapat dari World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak 450 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan mental. Riskesdas 2013 adalah sebanyak 1.728 orang, Di Sumatera Barat angka kejadiannya 1,9 per mil posisi 6 teratas di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil pengkajian di Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura ditemukan 85% pasien dengan kasus halusinasi sedangkan di Ruangan Kronis Pria rata- rata angka halusinasi mencapai 46,7% setiap bulannya. Terapi yang biasa diberikan dalam penatalaksanaan mengatasi halusinasi salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok (TAK). Tujuan pemberian TAK adalah supaya pasien dengan halusinasi bisa mengontrol halusinasi. Proses dalam pelaksanaan ini di mulai dari pengkajian, merumuskan diagnosa, merencanakan tindakan, melaksanakan tindakan dan melakukan evaluasi. Metode ini dilakukan selama 10 hari berturut- turut. Hasilnya pasien dengan halusinasi pendengaran mampu mengontrol halusinasinya. Disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan TAK dalam mengontrol halusinasi, diharapkan pihak Rumah Sakit khususnya di Ruangan Kronis Pria untuk lebih dapat menerapkan TAK pada pasien halusinasi. Kata kunci : Halusinasi, Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) Daftar pustaka: 14 (1998-2017) |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:13 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/420 |

