STELAMARIS DJIEANTO, MARGARETHA KERON (2022) ANALISIS TERAPI INHALASI SEDERHANA UNTUK MENURUNKAN GEJALA INFEKSI SALURAN PERNPASAN AKUT (ISPA) PADA An. R DALAM PRAKTEK ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DI KAMPUNG TELAGA RW 001 RT 003 KELURAHAN KOYA TIMUR DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
MARGARETHA KERON STELAMARIS DJIEANTO.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau disingkat ISPA adalah jenis penyakit menular yang diketahui menyerang organ pernapasan. Penyakit ini masih menjadi perhatian khusus karena menyumbang banyak angka kasus kesakitan dan kematian. ISPA rentan terjadi pada usia balita karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna pada masa pertumbuhanya. Peran keluarga yang baik dalam pencegahan ISPA pada balita dikarenakan keluarga memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan saat sakit maupun tidak sakit dan menjaga kesehatan gizi, memberikan imunisasi lengkap. serta menjaga kesehatan lingkungan. Penatalaksanaan medis yang dapat dilakukan pada ISPA berupa simptomatik. Selain penatalaksanaan medis, penatalaksanaan terapi inhalasi juga dapat diberikan pada penderita ISPA. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada penderita ISPA yaitu terapi inhalasi sederhana dengan menggunakan minyak kayu putih sangat membantu untuk menghilangkan sumbatan pada saluran pernafasan seperti pilek, bronkitis, pneumonia, ISPA dan berbagai kondisi pernapasan lainnya. Tujuan Penelitian : Menjelaskan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian terapi inhalasi sederhana menggunakan minyak kayu putih untuk menurunkan gejala ISPA pada anak di Kampung Telaga Kelurahan Koya Timur Distrik Muara Tami. Metode Peneliti: Rancangan Karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Hasil Penelitian: terapi inhalasi sederhana dengan menggunakan minyak kayu putih terhadap bersihan jalan nafas pada anak dengan ISPA yang ditandai dengan terjadinya penurunan frekuensi pernafasan menjadi 29 x/menit, tidak ada produksi sputum serta berkurangnya suara nafas tambahan ronchi. Kesimpulan: Bagi ibu yang mempunyai anak dengan ISPA, hendaknya dapat melakukan atau menerapkan pemeberian inhalasi sederhana seperti yang dilakukan oleh penulis sebagai salah satu upaya untuk mengencerkan dahak.

Kata Kunci: ISPA, Terapi Inhalasi sederhana, Minyak Kayu Putih

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau disingkat ISPA adalah jenis penyakit menular yang diketahui menyerang organ pernapasan. Penyakit ini masih menjadi perhatian khusus karena menyumbang banyak angka kasus kesakitan dan kematian. ISPA rentan terjadi pada usia balita karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna pada masa pertumbuhanya. Peran keluarga yang baik dalam pencegahan ISPA pada balita dikarenakan keluarga memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan saat sakit maupun tidak sakit dan menjaga kesehatan gizi, memberikan imunisasi lengkap. serta menjaga kesehatan lingkungan. Penatalaksanaan medis yang dapat dilakukan pada ISPA berupa simptomatik. Selain penatalaksanaan medis, penatalaksanaan terapi inhalasi juga dapat diberikan pada penderita ISPA. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada penderita ISPA yaitu terapi inhalasi sederhana dengan menggunakan minyak kayu putih sangat membantu untuk menghilangkan sumbatan pada saluran pernafasan seperti pilek, bronkitis, pneumonia, ISPA dan berbagai kondisi pernapasan lainnya. Tujuan Penelitian : Menjelaskan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian terapi inhalasi sederhana menggunakan minyak kayu putih untuk menurunkan gejala ISPA pada anak di Kampung Telaga Kelurahan Koya Timur Distrik Muara Tami. Metode Peneliti: Rancangan Karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Hasil Penelitian: terapi inhalasi sederhana dengan menggunakan minyak kayu putih terhadap bersihan jalan nafas pada anak dengan ISPA yang ditandai dengan terjadinya penurunan frekuensi pernafasan menjadi 29 x/menit, tidak ada produksi sputum serta berkurangnya suara nafas tambahan ronchi. Kesimpulan: Bagi ibu yang mempunyai anak dengan ISPA, hendaknya dapat melakukan atau menerapkan pemeberian inhalasi sederhana seperti yang dilakukan oleh penulis sebagai salah satu upaya untuk mengencerkan dahak. Kata Kunci: ISPA, Terapi Inhalasi sederhana, Minyak Kayu Putih
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 06:18
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/423

Actions (login required)

View Item
View Item