BERHITU, MAARTJE (2025) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
19. maartje berhitu.pdf
Restricted to Registered users only
Download (12MB)
Abstract
Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada ibu inpartu dengan preeklampsia berat (PEB), dengan menggunakan manajemen kebidanan menurut
varney, maka penulis dapat simpulkan bahwa :
1.
2.
3.
Pengkajian data merupakan langkah pertama yang memuat semua data dan
informasi yang bersumber dari klien, keluarga, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang lainnya. Semua data dan informasi yang
dikumpulkan diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara
lengkap. Untuk itu bidan sebagai pelaksana asuhan diperlukan kepekaan,
ketelitian, wawasan dan pengetahuan yang luas dalam mengumpulkan
data-data yang dibutuhkan/diperlukan, sehingga asuhan yang diberikan
sesuai dengan kebutuhan klien.
Identifikasi masalah atau diagnosa dan kebutuhan klien ditentukan
berdasarkan data yang dikumpulkan pada langkah pertama, data yang
dikumpulkan harus akurat dan benar.
Diagnosa potensial berdasarkan masalah yang sudan diidentifikasi.
Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila kemungkinan terjadi dan
diperlukan tindakan pencegahan. Untuk itu diharapkan agar bidan
memiliki pengetahuan yang cukup dan mantap dalam menegakan diagnosa
potensial.
Identifikasi kebutuhan segera sangat diperlukan karena merupakan suatu
5.
6.
7.
tindakan penyelamatan. Oleh karena itu, bidan diharapkan mempunyai
analisis yang tajam dan mampu bekerjasama dengan dokter/profesi lain.
Rencana asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah sebelumnya.
Bidan sebagai perumus rencana, dimana membuat rencana bersama
dengan klien, semua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan
menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar konsisten berdasarkan teori.
Pelaksanaan rencana dilakukan oleh bidan dan dokter. Bidan akan
melakukan semua tindakan sesuai dengan anjuran dokter dan tindakantindakan yang akan dilakukan sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya
secara efisien dan aman.
Evaluasi merupakan langkah terakhir untuk mengetahui keefektifan dari
asuhan yang telah diberikan, dimana dilakukan pencegahan kembali
apakah semua kebutuhan klien sudah terpenuhi atau belum.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada ibu inpartu dengan preeklampsia berat (PEB), dengan menggunakan manajemen kebidanan menurut varney, maka penulis dapat simpulkan bahwa : 1. 2. 3. Pengkajian data merupakan langkah pertama yang memuat semua data dan informasi yang bersumber dari klien, keluarga, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Semua data dan informasi yang dikumpulkan diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap. Untuk itu bidan sebagai pelaksana asuhan diperlukan kepekaan, ketelitian, wawasan dan pengetahuan yang luas dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan/diperlukan, sehingga asuhan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien. Identifikasi masalah atau diagnosa dan kebutuhan klien ditentukan berdasarkan data yang dikumpulkan pada langkah pertama, data yang dikumpulkan harus akurat dan benar. Diagnosa potensial berdasarkan masalah yang sudan diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila kemungkinan terjadi dan diperlukan tindakan pencegahan. Untuk itu diharapkan agar bidan memiliki pengetahuan yang cukup dan mantap dalam menegakan diagnosa potensial. Identifikasi kebutuhan segera sangat diperlukan karena merupakan suatu 5. 6. 7. tindakan penyelamatan. Oleh karena itu, bidan diharapkan mempunyai analisis yang tajam dan mampu bekerjasama dengan dokter/profesi lain. Rencana asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah sebelumnya. Bidan sebagai perumus rencana, dimana membuat rencana bersama dengan klien, semua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar konsisten berdasarkan teori. Pelaksanaan rencana dilakukan oleh bidan dan dokter. Bidan akan melakukan semua tindakan sesuai dengan anjuran dokter dan tindakantindakan yang akan dilakukan sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya secara efisien dan aman. Evaluasi merupakan langkah terakhir untuk mengetahui keefektifan dari asuhan yang telah diberikan, dimana dilakukan pencegahan kembali apakah semua kebutuhan klien sudah terpenuhi atau belum. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 26 Dec 2025 09:04 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/43 |

