DESTINI WAISIMON, MARYO LENI (2022) ANALISA PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN PADA IBU POST PARTUM DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI RUANG BERSALIN PUSKESMAS GENYEM DISTRIK NIMBORAN KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
MARYO LENI DESTINI WAISIMON.pdf
Download (1MB)
Abstract
Latar belakang: Produksi ASI menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena ASI merupakan sumber nutrisi yang baik bagi bayi. Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui pada bulan pertama post partum yaitu kurangnya produksi ASI. Kurangnya rangsangan hormon prolactin dan oksitosin menyebabkan penurunan produksi dan pengeluaran ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan yang berpengaruh terhadap kelancaran dan produksi ASI. Pijat oksitosin memberikan ketenangan, membuat ibu tidak stress serta meningkatkan rasa percaya diri dan berfikir positif akan kemampuan dirinya dalam memberikan rasa percaya ASI
Metode: Metode penelitian yang di gunakan dalam penyusunan Karya Ilmiah Akhir ini menggunakan laporan studi kasus. Pada penulisan metode ilmiah sesuai dengan kaidah dari proses keperawatan yang meliputi: Pengkajian, Analisa data, Intervensi keperawatan, Implementasi serta Evaluasi
Hasil: Hasil pegkajian didapatkan bahwa pasien Ny. Y mengeluh nyeri pada bagian kemaluan setelah melahirkan yang nyerinya terasa tertusuktusuk dengan skala nyeri 5, pasien tampak meringis, pasien mengatakan ASI belum keluar, pasien tampak ada luka pada perineum, luka tampak kering. Masalah keperawatan vang muncul adalah Ketidak Nvamanan Pasca Partum, Menyusui tidak efektif dan resiko infeksi. Intervensi dan implementasi dibuat sesuai dengan diagnose keperawatan vang muncul.
Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari pada Ny.Y dengan post partum di ruang bersalin Puskesmas Genyem selama 3 hari post didapatkan bahwa semua masalah keperawatan dapat teratasi. Pijat Oksitosin dapat meningkatan produksi ASI pada Ny. Y
Kata Kunci: Post Partum, ASI, Pijat Oksitosin
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar belakang: Produksi ASI menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena ASI merupakan sumber nutrisi yang baik bagi bayi. Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui pada bulan pertama post partum yaitu kurangnya produksi ASI. Kurangnya rangsangan hormon prolactin dan oksitosin menyebabkan penurunan produksi dan pengeluaran ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan yang berpengaruh terhadap kelancaran dan produksi ASI. Pijat oksitosin memberikan ketenangan, membuat ibu tidak stress serta meningkatkan rasa percaya diri dan berfikir positif akan kemampuan dirinya dalam memberikan rasa percaya ASI Metode: Metode penelitian yang di gunakan dalam penyusunan Karya Ilmiah Akhir ini menggunakan laporan studi kasus. Pada penulisan metode ilmiah sesuai dengan kaidah dari proses keperawatan yang meliputi: Pengkajian, Analisa data, Intervensi keperawatan, Implementasi serta Evaluasi Hasil: Hasil pegkajian didapatkan bahwa pasien Ny. Y mengeluh nyeri pada bagian kemaluan setelah melahirkan yang nyerinya terasa tertusuktusuk dengan skala nyeri 5, pasien tampak meringis, pasien mengatakan ASI belum keluar, pasien tampak ada luka pada perineum, luka tampak kering. Masalah keperawatan vang muncul adalah Ketidak Nvamanan Pasca Partum, Menyusui tidak efektif dan resiko infeksi. Intervensi dan implementasi dibuat sesuai dengan diagnose keperawatan vang muncul. Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari pada Ny.Y dengan post partum di ruang bersalin Puskesmas Genyem selama 3 hari post didapatkan bahwa semua masalah keperawatan dapat teratasi. Pijat Oksitosin dapat meningkatan produksi ASI pada Ny. Y Kata Kunci: Post Partum, ASI, Pijat Oksitosin |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:39 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/430 |

