NAPITUPULU, MEGA ELFRIDA (2022) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT PADA An. K DENGAN KEJANG DEMAM DI RUANG PERAWATAN ANTONIUS RSMM MIMIKA TAHUN 2022. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
MEGA ALFIRDA NAPITUPULU.pdf
Download (922kB)
Abstract
Pendahuluan: Faktor pencetus terjadinya kejang demam karena tingginya suhu tubuh pada anak, hal ini disebabkan oleh keadaan otak anak yang sangat rentan terhadap suhu badan. Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu, penyakit-penyakit bakteri, tumor otak atau dehidrasi. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam diseluruh dunia mencapai 16-33 juta dengan 500-600 ribu kematian tiap tahunnya. Berdasarkan data yang peneliti dapat dari RSMM Timika, didapatkan data selama tahun 2020 sebanyak 35 kasus kejang demam yang dialami oleh anak dan balita. Tujuan untuk menerapkan dan memahami asuhan keperawatan pada pasien kejang demam
Metode: Mengunakan metode desain studi kasus deskriptif analiti dengan subyek studi kasus 1 orang pasien yang mengalami kejang demam.
Hasil dan pembahasan: Didapatkan hasil data suhu pada subyek studi kasus yaitu 39 C, warna kulit kemerahan, kulit teraba hangat dan pasien berkeringat. Penulis mendapatkan masalah keperawatan yaitu hipertermi yang berhubungan dengan proses penyakit. Penulis menyusun sesuai dengan SDKI, SLKI dan SIKI. Tindakan yang direncanakan telah dilakukan selama 3x24 jam sesuai pada rencana keperawtan yang telah dilaksanakan dengan hasil evaluasi masalah hipertermi berhubungan dengan penyakit pada subyek studi kasus.
Kesimpulan: Bahwa pemberian kompres air hangat merupakan suatu tindakan yang efektif sebagai upaya penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami kejang demam
Kata Kunci: Kejang demam, Anak, Kompres air hangat
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Pendahuluan: Faktor pencetus terjadinya kejang demam karena tingginya suhu tubuh pada anak, hal ini disebabkan oleh keadaan otak anak yang sangat rentan terhadap suhu badan. Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu, penyakit-penyakit bakteri, tumor otak atau dehidrasi. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam diseluruh dunia mencapai 16-33 juta dengan 500-600 ribu kematian tiap tahunnya. Berdasarkan data yang peneliti dapat dari RSMM Timika, didapatkan data selama tahun 2020 sebanyak 35 kasus kejang demam yang dialami oleh anak dan balita. Tujuan untuk menerapkan dan memahami asuhan keperawatan pada pasien kejang demam Metode: Mengunakan metode desain studi kasus deskriptif analiti dengan subyek studi kasus 1 orang pasien yang mengalami kejang demam. Hasil dan pembahasan: Didapatkan hasil data suhu pada subyek studi kasus yaitu 39 C, warna kulit kemerahan, kulit teraba hangat dan pasien berkeringat. Penulis mendapatkan masalah keperawatan yaitu hipertermi yang berhubungan dengan proses penyakit. Penulis menyusun sesuai dengan SDKI, SLKI dan SIKI. Tindakan yang direncanakan telah dilakukan selama 3x24 jam sesuai pada rencana keperawtan yang telah dilaksanakan dengan hasil evaluasi masalah hipertermi berhubungan dengan penyakit pada subyek studi kasus. Kesimpulan: Bahwa pemberian kompres air hangat merupakan suatu tindakan yang efektif sebagai upaya penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami kejang demam Kata Kunci: Kejang demam, Anak, Kompres air hangat |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 06:45 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/433 |

