Hasanah, Binti (2005) UJI KADAR VITAMIN C PADA SAYURAN BAYAM YANG DIREBUS DAN DIKUKUS DENGAN WAKTU YANG BERBEDA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
BINTI HASANAH.pdf

Download (11MB)

Abstract

Sebelum dihidangkan sayuran mengalami beberapa proses pengolahan mulai dari penylangan, pencucian, pengirisan dan pemasakan. Rangkaian proses tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya terima sayuran, baik cita rasa maupun penampakannya. Sangat disayangkan bahwa rangkaian proses dengan tujuan baik itu ternyata membawa dampak negatif yang tidak diharapkan terutama penurunan nilai gizi sayuran seperti vitamin C (asam askorbat) karena vitamin C mudah larut dalam air dan oleh karena itu terlarutkan ke dalam air masakan. Vitamin C juga rusak jika bersentuhan dengan udara terutama bila terkena panas seperti pada suhu yang tinggi dan sinar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada sayur bayam yang direbus selama 2% ,5, 7% menit dan kadar vitamin C pada sayur bayam yang dikukus selama 6,8,10 menit.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen dengan rancangan Control Postes Only Design dengan titrasi idometri menggunakan larutan lodium 0,01N sebagai titran dan larutan amilum 1% sebagai indikatornya.

Kadar vitamin C pada sayur bayam yang tanpa perlakuan/ masih segar sebesar 242 mg dalam 100 gram sampel. Kadar vitamin C pada sayur bayam yang direbus dengan selang waktu 2%, 5 dan 7% menit berturut-turut sebesar 111,47 mg. 99,73 mg dan 45,76 mg dalam tiap 100 gram sampel. Kadar vitamin C pada sayur bayam yang dikukus dengan selang waktu 6, 8 dan 10 menit berturut-turut sebesar 194,70 mg, 157,08 mg dan 132,55 mg dalam tiap 100 gram sampel.

Sayur bayam yang dimasak dengan menggunakan metode rebus maupun kukus kadar vitamin C nya mengalami penurunan. Untuk memenuhi kadar Vitamin C bagi masyarakat maka dapat mengkonsumsi sayur bayam, selain mudah didapat harganya juga mudah dijangkau. Bagi masyarakat khususnya ibu RT, jika ingin membuat lalapan bayam sebaiknya jangan terlalu lama waktu pamasakan karena dapat menyebabka penurunan zat gizi terutama vitamin C. Jika merebus tidak lebih dan 6 menit dan jika mengukus tidak lebih dari 8 menit.

Daftar bacaan: 10 buku (1992-2004)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Sebelum dihidangkan sayuran mengalami beberapa proses pengolahan mulai dari penylangan, pencucian, pengirisan dan pemasakan. Rangkaian proses tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya terima sayuran, baik cita rasa maupun penampakannya. Sangat disayangkan bahwa rangkaian proses dengan tujuan baik itu ternyata membawa dampak negatif yang tidak diharapkan terutama penurunan nilai gizi sayuran seperti vitamin C (asam askorbat) karena vitamin C mudah larut dalam air dan oleh karena itu terlarutkan ke dalam air masakan. Vitamin C juga rusak jika bersentuhan dengan udara terutama bila terkena panas seperti pada suhu yang tinggi dan sinar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada sayur bayam yang direbus selama 2% ,5, 7% menit dan kadar vitamin C pada sayur bayam yang dikukus selama 6,8,10 menit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen dengan rancangan Control Postes Only Design dengan titrasi idometri menggunakan larutan lodium 0,01N sebagai titran dan larutan amilum 1% sebagai indikatornya. Kadar vitamin C pada sayur bayam yang tanpa perlakuan/ masih segar sebesar 242 mg dalam 100 gram sampel. Kadar vitamin C pada sayur bayam yang direbus dengan selang waktu 2%, 5 dan 7% menit berturut-turut sebesar 111,47 mg. 99,73 mg dan 45,76 mg dalam tiap 100 gram sampel. Kadar vitamin C pada sayur bayam yang dikukus dengan selang waktu 6, 8 dan 10 menit berturut-turut sebesar 194,70 mg, 157,08 mg dan 132,55 mg dalam tiap 100 gram sampel. Sayur bayam yang dimasak dengan menggunakan metode rebus maupun kukus kadar vitamin C nya mengalami penurunan. Untuk memenuhi kadar Vitamin C bagi masyarakat maka dapat mengkonsumsi sayur bayam, selain mudah didapat harganya juga mudah dijangkau. Bagi masyarakat khususnya ibu RT, jika ingin membuat lalapan bayam sebaiknya jangan terlalu lama waktu pamasakan karena dapat menyebabka penurunan zat gizi terutama vitamin C. Jika merebus tidak lebih dan 6 menit dan jika mengukus tidak lebih dari 8 menit. Daftar bacaan: 10 buku (1992-2004)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 08:36
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/468

Actions (login required)

View Item
View Item