REGITHA, IREN (2022) GAMBARAN JUMLAH NEUTROFIL DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SUSPEK PENDERITA SIFILIS DI PUSKESMAS KOTARAJA TAHUN 2022. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
IRIANI BACHTIAR.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang. Neutrofil merupakan salah satu jenis leukosit yang berperan sebagai garis pertahanan tubuh terhadap zat asing terutama terhadap infeksi bakteri terjadi peningkatan jumlah neutrofil, diindikasikan terjadinya peradangan kerusakan jaringan. Kadar Hemoglobin memiliki peran penting untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sebagai zat pembakar untuk menghasilkan energi. Kadar Hemoglobin menurun dalam darah pada infeksi bakteri merupakan salah satu karakteristik yaitu terganggunya hemostatis zat besi. Sifilis merupakan salah satu dari penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Tujuan Penelitian. Mengetahui gambaran jumlah neutrofil dan kadar hemoglobin pada suspek penderita sifilis menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan di Puskesmas Kotaraja. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil Penelitian. Gambaran jumlah neutrofil dan kadar hemoglobin pada penderita sifilis berdasarkan umur rata-rata terjadi pada umur 16-25 tahun dengan jumlah neutrofil segmen meningkat sebanyak 15 (91%) orang, jumlah neutrofil stab meningkat sebanyak 11 (100%) orang, kadar hemoglobin menurun sebanyak 8 (73%) orang. Hasil berdasarkan jenis kelamin rata-rata terjadi pada perempuan dengan jumlah neutrofil segmen meningkat sebanyak 10 (91%) orang, jumlah neutrofil stab sebanyak 11 (100%) orang, kadar hemoglobin menurun sebanyak 9 (82%) orang. Hasil berdasarkan jenis pekerjaan rata-rata terjadi pada IRT dengan jumlah neutrofil segmen meningkat sebanyak 7 (86%) orang, jumlah neutrofil stab sebanyak 11 (100%) orang, kadar hemoglobin menurun sebanyak 7 (100%) orang. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian jumlah neutrofil meningkat pada suspek penderita sifilis pada umur 16-25 tahun dengan jenis kelamin perempuan pada pekerja IRT dan kadar hemoglobin menurun pada suspek penderita sifilis pada umur 16-25 tahun dengan jenis kelamin perempuan pada pekerja IRT.

Kata Kunci : Jumlah Neutrofil, Kadar Hemoglobin, Sifilis
Jumlah Pustaka : 45 (Tahun 2002 - tahun 2020)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang. Neutrofil merupakan salah satu jenis leukosit yang berperan sebagai garis pertahanan tubuh terhadap zat asing terutama terhadap infeksi bakteri terjadi peningkatan jumlah neutrofil, diindikasikan terjadinya peradangan kerusakan jaringan. Kadar Hemoglobin memiliki peran penting untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sebagai zat pembakar untuk menghasilkan energi. Kadar Hemoglobin menurun dalam darah pada infeksi bakteri merupakan salah satu karakteristik yaitu terganggunya hemostatis zat besi. Sifilis merupakan salah satu dari penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Tujuan Penelitian. Mengetahui gambaran jumlah neutrofil dan kadar hemoglobin pada suspek penderita sifilis menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan di Puskesmas Kotaraja. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil Penelitian. Gambaran jumlah neutrofil dan kadar hemoglobin pada penderita sifilis berdasarkan umur rata-rata terjadi pada umur 16-25 tahun dengan jumlah neutrofil segmen meningkat sebanyak 15 (91%) orang, jumlah neutrofil stab meningkat sebanyak 11 (100%) orang, kadar hemoglobin menurun sebanyak 8 (73%) orang. Hasil berdasarkan jenis kelamin rata-rata terjadi pada perempuan dengan jumlah neutrofil segmen meningkat sebanyak 10 (91%) orang, jumlah neutrofil stab sebanyak 11 (100%) orang, kadar hemoglobin menurun sebanyak 9 (82%) orang. Hasil berdasarkan jenis pekerjaan rata-rata terjadi pada IRT dengan jumlah neutrofil segmen meningkat sebanyak 7 (86%) orang, jumlah neutrofil stab sebanyak 11 (100%) orang, kadar hemoglobin menurun sebanyak 7 (100%) orang. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian jumlah neutrofil meningkat pada suspek penderita sifilis pada umur 16-25 tahun dengan jenis kelamin perempuan pada pekerja IRT dan kadar hemoglobin menurun pada suspek penderita sifilis pada umur 16-25 tahun dengan jenis kelamin perempuan pada pekerja IRT. Kata Kunci : Jumlah Neutrofil, Kadar Hemoglobin, Sifilis Jumlah Pustaka : 45 (Tahun 2002 - tahun 2020)
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 09:10
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/477

Actions (login required)

View Item
View Item