Karunia Sari, Dewi (2005) GAMBARAN STATUS GIZI PASIEN RAWAT INAP DI RUANG PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
DEWI KARUNIA SARI.pdf
Download (5MB)
Abstract
Angka malnutrisi di rumah sakit masih tinggi. Malnutrisi dapat timbul dikarenakan penyakitnya atau masukan zat gizi yang tidak cukup, namun tidak jarang pula malnutrisi ini dapat timbul selama di rawat inap. Penelitian yang dilakukan oleh Mc Whriter dan Pennington menunjukkan bahwa 40% dari pasien mengalami undernourish (kurang makan) pada saat masuk rumah sakit dan dua pertiga dari pasien itu mengalami penurunan berat badan selama di rawat di rumah sakit, Pasien yang rentan terhadap kejadian kurang gizi diantaranya adalah pasien yang berada di dalam ruang perawatan penyakit dalam, anak, bedah, dan luka bakar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi pasien rawat inap di ruang penyakit dalam RSUD Abepura. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu mulai tanggal 10 September 2005 sampai dengan tanggal 24 September 2005 pada ruangan penyakit dalam pria maupun wanita
Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien baru baik laki-laki maupun perempuan, umur 18 tahun keatas, tidak sedang hamil, pasien sadar dan pasien yang dapat ditimbang. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan dan intake zat gizi. Data sekunder meliputi identitas pasien, diagnosis penyakit, keadaan fisik dan klinis diperoleh dari catatan medik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien di ruang penyakit dalam RSUD Abepura dari 3 responden ternyata pasien yang mengalami gizi kurang sebanyak 12 (38,7%) yaitu pada perempuan, yang mengalami gangguan gastrointestinal sebesar 23 (74,2%) dan yang mengalami status gizi kurang sebanyak 10 (32,3%) responden, yang intake zat gizinya cukup yaitu sebesar 20 (64,5%) dengan status gizi baik yaitu sebesar 15 (48,4%) responden, yang lebih banyak pasien yang intake zat gizinya cukup yaitu sebesar 20 (64,5%) dengan status gizi baik yaitu sebesar 15 (48,4%) responden, yang waktu perawatannya pendek lebih banyak yaitu sebesar 25 (80,6%) dengan status gizi baik yaitu sebesar 14 (45,2%) responden.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Angka malnutrisi di rumah sakit masih tinggi. Malnutrisi dapat timbul dikarenakan penyakitnya atau masukan zat gizi yang tidak cukup, namun tidak jarang pula malnutrisi ini dapat timbul selama di rawat inap. Penelitian yang dilakukan oleh Mc Whriter dan Pennington menunjukkan bahwa 40% dari pasien mengalami undernourish (kurang makan) pada saat masuk rumah sakit dan dua pertiga dari pasien itu mengalami penurunan berat badan selama di rawat di rumah sakit, Pasien yang rentan terhadap kejadian kurang gizi diantaranya adalah pasien yang berada di dalam ruang perawatan penyakit dalam, anak, bedah, dan luka bakar Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi pasien rawat inap di ruang penyakit dalam RSUD Abepura. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu mulai tanggal 10 September 2005 sampai dengan tanggal 24 September 2005 pada ruangan penyakit dalam pria maupun wanita Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien baru baik laki-laki maupun perempuan, umur 18 tahun keatas, tidak sedang hamil, pasien sadar dan pasien yang dapat ditimbang. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan dan intake zat gizi. Data sekunder meliputi identitas pasien, diagnosis penyakit, keadaan fisik dan klinis diperoleh dari catatan medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien di ruang penyakit dalam RSUD Abepura dari 3 responden ternyata pasien yang mengalami gizi kurang sebanyak 12 (38,7%) yaitu pada perempuan, yang mengalami gangguan gastrointestinal sebesar 23 (74,2%) dan yang mengalami status gizi kurang sebanyak 10 (32,3%) responden, yang intake zat gizinya cukup yaitu sebesar 20 (64,5%) dengan status gizi baik yaitu sebesar 15 (48,4%) responden, yang lebih banyak pasien yang intake zat gizinya cukup yaitu sebesar 20 (64,5%) dengan status gizi baik yaitu sebesar 15 (48,4%) responden, yang waktu perawatannya pendek lebih banyak yaitu sebesar 25 (80,6%) dengan status gizi baik yaitu sebesar 14 (45,2%) responden. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 09:28 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/485 |

