AYOMI, DORCI (2005) HUBUNGAN KONSUMSI PROTEIN DAN KEJADIAN MALARIA DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 1-5 TAHUN DI DESA SERUI LAUT DISTRIK YAPEN SELATAN KABUPATEN YAPEN. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
DORCI AYOMI.pdf

Download (9MB)

Abstract

Balita adalah golongan usia yang rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi, oleh karena itu balita merupakan sasaran strategis dalam perbaikan gizi masyarakat. Salah satu masalah gizi adalah kurang energi protein (KEP) yaitu kurang gizi yang disebabkan oleh karena tubuh kekurangan zat protein dan kalori dalam makanan. Status gizi yang buruk dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit infeksi (seperti malaria).

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Serui Laut Distrik Yapen Selatan Kabupaten Yapen.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi protein dan kejadian malaria dengan status gizi anak umur 1-5 tahun.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Dimana masing-masing variabel diamati bersama-sama. Besamya sampel 50 anak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sampel, 64% mempunyai status gizi kurang, 60% mempunyai konsumsi protein kurang dan 48% menderita penyakit malaria. Berdasarkan hasil uji chi square ditemukan ada hubungan konsumsi protein dengan status gizi (X hit. 12,13) dan ada hubungan kejadian malaria dengan status gizi (X hit. = 4,61).

Untuk meningkatkan status gizi anak seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dan banyak meligandung sumber protein seperti lauk-pauk, kacang-kacangan dan hasil olahannya, telur dan lain-lain. Diupayakan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan untuk mengurangi resiko penyakit malaria.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Balita adalah golongan usia yang rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi, oleh karena itu balita merupakan sasaran strategis dalam perbaikan gizi masyarakat. Salah satu masalah gizi adalah kurang energi protein (KEP) yaitu kurang gizi yang disebabkan oleh karena tubuh kekurangan zat protein dan kalori dalam makanan. Status gizi yang buruk dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit infeksi (seperti malaria). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Serui Laut Distrik Yapen Selatan Kabupaten Yapen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi protein dan kejadian malaria dengan status gizi anak umur 1-5 tahun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Dimana masing-masing variabel diamati bersama-sama. Besamya sampel 50 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sampel, 64% mempunyai status gizi kurang, 60% mempunyai konsumsi protein kurang dan 48% menderita penyakit malaria. Berdasarkan hasil uji chi square ditemukan ada hubungan konsumsi protein dengan status gizi (X hit. 12,13) dan ada hubungan kejadian malaria dengan status gizi (X hit. = 4,61). Untuk meningkatkan status gizi anak seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dan banyak meligandung sumber protein seperti lauk-pauk, kacang-kacangan dan hasil olahannya, telur dan lain-lain. Diupayakan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan untuk mengurangi resiko penyakit malaria.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 09:37
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/489

Actions (login required)

View Item
View Item