DWI IRMAWATI, EKA (2005) KADAR PROTEIN TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus spp) DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN (PENJEMURAN LANGSUNG, PEREBUSAN DAN PENGUKUSAN). Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
EKA DWI IRMAWATI.pdf

Download (2MB)

Abstract

Ikan teri merupakan salah satu ikan yang banyak ditemui di pasar selain itu juga harganya murah sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan kandungan protein yang tinggi, sehingga ikan memiliki sifat yang sangat mudah dan cepat membusuk (perishable food). Untuk mencegah terjadinya pembusukkan maka ikan dapat diawetkan dengan cara dibuat tepung. Adapun cara pembuatan tepung dapat dilakukan dengan cara dijemur langsung, namun hasilnya kurang baik. Untuk mendapatkan hasil produk tepung ikan yang baik maka sebelum dijemur direbus/dikukus terlebih dahulu, selain hasilnya baik juga terjamin dari bahaya bakteri.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein tepung ikan teri yang dijemur langsung dengan yang dikukus atau direbus terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimendengan rancangan penelitian Pretest-Postest with Control Group Design.

Dari hasil analisa kandungan protein tepung ikan teri diketahui bahwa tepung ikan teri yang dikukus terlebih dahulu proteinnya lebih tinggi (73,2 g) dibandingkan dengan yang direbus (70,1 g) dan yang dijemur langsung (72,0 g). Kadar air dari ketiga tepung hanya yang direbus terlebih dahulu yang kadar aimya tinggi (10,2%) dibandingkan dengan yang lain (dijemur langsung 6%, dikukus terlebih dahulu 5%).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan bagi pedagang yang ingin memproduksi tepung ikan teri sebaiknya dikukus terlebih dahulu agar llebih terjamin dari mikroorganisme dan kandungan proteinnya juga tinggi.

Daftar Bacaan 13 buku (1987-2004)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Ikan teri merupakan salah satu ikan yang banyak ditemui di pasar selain itu juga harganya murah sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan kandungan protein yang tinggi, sehingga ikan memiliki sifat yang sangat mudah dan cepat membusuk (perishable food). Untuk mencegah terjadinya pembusukkan maka ikan dapat diawetkan dengan cara dibuat tepung. Adapun cara pembuatan tepung dapat dilakukan dengan cara dijemur langsung, namun hasilnya kurang baik. Untuk mendapatkan hasil produk tepung ikan yang baik maka sebelum dijemur direbus/dikukus terlebih dahulu, selain hasilnya baik juga terjamin dari bahaya bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein tepung ikan teri yang dijemur langsung dengan yang dikukus atau direbus terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimendengan rancangan penelitian Pretest-Postest with Control Group Design. Dari hasil analisa kandungan protein tepung ikan teri diketahui bahwa tepung ikan teri yang dikukus terlebih dahulu proteinnya lebih tinggi (73,2 g) dibandingkan dengan yang direbus (70,1 g) dan yang dijemur langsung (72,0 g). Kadar air dari ketiga tepung hanya yang direbus terlebih dahulu yang kadar aimya tinggi (10,2%) dibandingkan dengan yang lain (dijemur langsung 6%, dikukus terlebih dahulu 5%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan bagi pedagang yang ingin memproduksi tepung ikan teri sebaiknya dikukus terlebih dahulu agar llebih terjamin dari mikroorganisme dan kandungan proteinnya juga tinggi. Daftar Bacaan 13 buku (1987-2004)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 09:48
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/493

Actions (login required)

View Item
View Item