JACADEWA, JEMIMA (2005) HUBUNGAN INFESTASI PARASIT CACING DENGAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 04 MARIPI KELURAHAN ANDAY DISTRIK MANOKWARI KABUPATEN MANOKWARI. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
JEMIMA JACADEWA.pdf

Download (5MB)

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh Parasit Cacing masih banyak dijumpai di Indonesia terutama yang termasuk dalam kelompok cacing usus sangat prévalen. Daerah pedesaan merupakan daerah endemic bagi parasit cacing yang sukar untuk dibasmi dengan obat, karena pada umumnya parasit cacing ini senantiasa terjadi secara berulang-ulang dikalangan penduduk hal ini disebabkan karena keadaan kebersihan yang tidak memuaskan dan kebiasaan membuang air besar disembarang tempat

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Anday Distrik Manokwari Kabupaten Manokwari tepatnya di SD Negeri 04 Maripi dengan tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara infeksi parasit cacing dengan status gizi anak sekolah. Penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan "Crossectional Study dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat diteliti pada waktu yang bersamaan, Penelitian ini dilakukan pada bulan September dengan jangka waktu penelitian selama 10 hari, dengan menggunakan metode perhitungan Khai-Kuadrat Tes (X²).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Anak Sekolah Dasar Negeri 04 Maripi dengan sampel yang dipakai adalah seluruh anak Sekolah Dasar yang tidak sedang sakit malara dan tidak minum obat cacing dalam enam bulan terakhir yaitu sebanyak 131 anak SD Negeri 04 Maripi. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan 69 sampel anak laki-laki (52,67%) dengan 62 anak perempuan (47,33%). Dari sampel 131 anak SD, 42 anak SD (32,1%) terinfestasi parasit cacing sedangkan 89 anak SD (67,9%) tidak terinfestasi parasit cacing. Dari 42 anak Sd yang terinfestasi parasit cacing 23 anak SD (54,76%) terinfestasi cacing Ascaris Lumbri Coldes, 11 anak SD (26,19%) terinfeksi cacing Trichuris, 3 anak SD (7,14%) terinfeksi cacing Ancylostoma dan 5 anak SD (11,91%) terinfestasi cacing Ascaris dan Trikhuris. Jika dilihat dari status gizinya yang diukur berdasarkan BB/TB menurut WHO-NCHS maka sampel yang status gizinya baik 71 anak SD (54,19%) dan status gizinya kurang 60 anak SD (45,81%). Dari sampel yang status gizinya baik 4 anak SD 5,63%). Terinfeksi parasit cacing dan 67 anak SD (94,37%) tidak terinfeksi parasit cacing. Dari sampel yang status gizinya kurang, 38 anak SD (63,33%) terinfeksi parasit cacing dan 22 anak SD (36,67%) tidak terinfeksi parasit cacing.

Hasil penelitian yang diperoleh peneliti yaitu dengan menggunakan Chi-Square Tes (X²) maka didapat X² hitung > X² tabel dengan demikian Ho ditolak, artinya antara infeksi parasit cacing dengan status gizi ada hubungan yang bermakna (

signifikan) Daftar Bacaan: (1987-2003)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Penyakit yang disebabkan oleh Parasit Cacing masih banyak dijumpai di Indonesia terutama yang termasuk dalam kelompok cacing usus sangat prévalen. Daerah pedesaan merupakan daerah endemic bagi parasit cacing yang sukar untuk dibasmi dengan obat, karena pada umumnya parasit cacing ini senantiasa terjadi secara berulang-ulang dikalangan penduduk hal ini disebabkan karena keadaan kebersihan yang tidak memuaskan dan kebiasaan membuang air besar disembarang tempat Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Anday Distrik Manokwari Kabupaten Manokwari tepatnya di SD Negeri 04 Maripi dengan tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara infeksi parasit cacing dengan status gizi anak sekolah. Penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan "Crossectional Study dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat diteliti pada waktu yang bersamaan, Penelitian ini dilakukan pada bulan September dengan jangka waktu penelitian selama 10 hari, dengan menggunakan metode perhitungan Khai-Kuadrat Tes (X²). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Anak Sekolah Dasar Negeri 04 Maripi dengan sampel yang dipakai adalah seluruh anak Sekolah Dasar yang tidak sedang sakit malara dan tidak minum obat cacing dalam enam bulan terakhir yaitu sebanyak 131 anak SD Negeri 04 Maripi. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan 69 sampel anak laki-laki (52,67%) dengan 62 anak perempuan (47,33%). Dari sampel 131 anak SD, 42 anak SD (32,1%) terinfestasi parasit cacing sedangkan 89 anak SD (67,9%) tidak terinfestasi parasit cacing. Dari 42 anak Sd yang terinfestasi parasit cacing 23 anak SD (54,76%) terinfestasi cacing Ascaris Lumbri Coldes, 11 anak SD (26,19%) terinfeksi cacing Trichuris, 3 anak SD (7,14%) terinfeksi cacing Ancylostoma dan 5 anak SD (11,91%) terinfestasi cacing Ascaris dan Trikhuris. Jika dilihat dari status gizinya yang diukur berdasarkan BB/TB menurut WHO-NCHS maka sampel yang status gizinya baik 71 anak SD (54,19%) dan status gizinya kurang 60 anak SD (45,81%). Dari sampel yang status gizinya baik 4 anak SD 5,63%). Terinfeksi parasit cacing dan 67 anak SD (94,37%) tidak terinfeksi parasit cacing. Dari sampel yang status gizinya kurang, 38 anak SD (63,33%) terinfeksi parasit cacing dan 22 anak SD (36,67%) tidak terinfeksi parasit cacing. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti yaitu dengan menggunakan Chi-Square Tes (X²) maka didapat X² hitung > X² tabel dengan demikian Ho ditolak, artinya antara infeksi parasit cacing dengan status gizi ada hubungan yang bermakna ( signifikan) Daftar Bacaan: (1987-2003)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 12:55
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/511

Actions (login required)

View Item
View Item