KOGOYA, KORINA (2005) PENGARUH PEMBERIAN SARI JERUK NIPIS DALAM KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SELAI TOMAT WAMENA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
KORINA KOGOYA.pdf

Download (5MB)

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah sumber daya hasil pertanian tanan tomat. Dari hasil survey pertanian, produksi buah tomat di Indonesia dapat menghasilkan buah maksimal 3.679 buah dan rata-rata 350 buah perpohon (Soeperma 1979). Pengolahan atau pengawetan tomat di Indonesia merupakan salah satu segi penting dalam industri pertanian salah satunya adalah usaha pengolahan Selal tomat dengan pemberian sari jeruk nipis pengolahanpun sangat sederhana seperti pembuatan selai yang lain.

Oleh karenanya penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian guna mengetahui pengaruh dari pemberian sari jeruk nipis terhadap sifat oranoleptik salei tomat serta daya terima masyarakat.

Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari jeruk nipis dalam konsentrasi yang berbeda terhadap sifat organoleptik selai tomat wamena, terutama Cita rasa, warna, aroma dan tekstur serta daya terima masyarakat.

Dari hasil uji anova diketahui bahwa warna selai tomat dengan konsentrasi sari Jeruk nipis 1%, 2%, 3% dan 4% menunjukan tidak ada pengaruh terhadap perlakuan. Hal ini disebabkan karena F Hitung lebih kecil dari F Tabel yaitu FHitung 2.49 <F Tabel 2.76) pada taraf 5%, namun dalam uji panelis lebin menyukai warna dengan konsentrasi 1% dengan nilai tertinggi 3.95, bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lainnya.

Berdasarkan hasil uji anova menunjukan tidak ada pengaruh terhadap pemberian sari jeruk nipis terhadap aroma selai tomat wamena saos, dimana F Hutung lebil kecil (2.37) dari F Tabel (2.76) pada taraf 5%, sedangkan pada uji panelis lebih menyukai pemberian sari jeruk nipis dalam konsentrasi 1% dengan nilai tertinggi rata-rata 4 bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lain.

vi

Hasil uji anova terhadap citarasa selai tomat dengan pemberian sari jeruk nipis menunjukan tidak ada pengaruh yang nyata, dimana F Hitung lebih kecil dari Tabel (F Hitung 1.24 <F Tabel 2.76) pada taraf 5%, sedangkan uji panelis diketahui bahwa citarasa selai tomat yang disukai oleh panelis adalah konsentrasi sari jeruk nipis 3% dengan tertinggi nilai rata-rata 3.8.

Begitu pula uji anova menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna terhadap tektur selai tomat, dimana F Hitung lebih kecil dari F Tabel (FHitung 1.38 F Tabel 2.76) pada taraf 5%, Sedangkan uji panelis diketahui tekstur yang paling disukai oleh panelis adalah pemberian sari jeruk nipis dengan konsentrasi 4 %, dimana nilai rata-rata uji panelis yang tinggi adalah 4.1 bila dibandingkan dengan konsentrasi yang

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Indonesia merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah sumber daya hasil pertanian tanan tomat. Dari hasil survey pertanian, produksi buah tomat di Indonesia dapat menghasilkan buah maksimal 3.679 buah dan rata-rata 350 buah perpohon (Soeperma 1979). Pengolahan atau pengawetan tomat di Indonesia merupakan salah satu segi penting dalam industri pertanian salah satunya adalah usaha pengolahan Selal tomat dengan pemberian sari jeruk nipis pengolahanpun sangat sederhana seperti pembuatan selai yang lain. Oleh karenanya penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian guna mengetahui pengaruh dari pemberian sari jeruk nipis terhadap sifat oranoleptik salei tomat serta daya terima masyarakat. Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari jeruk nipis dalam konsentrasi yang berbeda terhadap sifat organoleptik selai tomat wamena, terutama Cita rasa, warna, aroma dan tekstur serta daya terima masyarakat. Dari hasil uji anova diketahui bahwa warna selai tomat dengan konsentrasi sari Jeruk nipis 1%, 2%, 3% dan 4% menunjukan tidak ada pengaruh terhadap perlakuan. Hal ini disebabkan karena F Hitung lebih kecil dari F Tabel yaitu FHitung 2.49 <F Tabel 2.76) pada taraf 5%, namun dalam uji panelis lebin menyukai warna dengan konsentrasi 1% dengan nilai tertinggi 3.95, bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lainnya. Berdasarkan hasil uji anova menunjukan tidak ada pengaruh terhadap pemberian sari jeruk nipis terhadap aroma selai tomat wamena saos, dimana F Hutung lebil kecil (2.37) dari F Tabel (2.76) pada taraf 5%, sedangkan pada uji panelis lebih menyukai pemberian sari jeruk nipis dalam konsentrasi 1% dengan nilai tertinggi rata-rata 4 bila dibandingkan dengan konsentrasi yang lain. vi Hasil uji anova terhadap citarasa selai tomat dengan pemberian sari jeruk nipis menunjukan tidak ada pengaruh yang nyata, dimana F Hitung lebih kecil dari Tabel (F Hitung 1.24 <F Tabel 2.76) pada taraf 5%, sedangkan uji panelis diketahui bahwa citarasa selai tomat yang disukai oleh panelis adalah konsentrasi sari jeruk nipis 3% dengan tertinggi nilai rata-rata 3.8. Begitu pula uji anova menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna terhadap tektur selai tomat, dimana F Hitung lebih kecil dari F Tabel (FHitung 1.38 F Tabel 2.76) pada taraf 5%, Sedangkan uji panelis diketahui tekstur yang paling disukai oleh panelis adalah pemberian sari jeruk nipis dengan konsentrasi 4 %, dimana nilai rata-rata uji panelis yang tinggi adalah 4.1 bila dibandingkan dengan konsentrasi yang
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 13:07
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/514

Actions (login required)

View Item
View Item