NUBURI, ANITA MARTHA (2006) KADAR IODIUM DALAM GARAM YANG DIKONSUMSI OLEH MASYARAKAT DI KAMPUNG SABEYAB KECIL DISTRIK KEMTUK KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
ANITA MARTHA NUBURI.pdf
Download (1MB)
Abstract
Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia, gizi yang seimbang baik kekurangan maupun kelebihan akan menentukan kualitas sumber daya manusia. Salah satu masalah gizi yang menjadi prioritas adalah GAKY. Dan salah satu kebijakan yang berhubungan dengan pencegahan GAKY di negara kita yaitu dikeluarkannya Keppres No. 69 Tahun 1994 dimana semua garam yang beredar di Indonesia harus garam beriodium.
Konsumsi garam beriodium sehari-hari dapat menggambarkan keadaan kesehatan dan asupan iodium pada masyarakat. Dimana konsumsi serta asupan yang baik akan memberikan gambaran kesehatan yang baik.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar iodium dalam garam yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kampung Sabeyab Kecil Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah garam yang beredar di masyarakat sedangkan unit sampel penelitian yaitu garam beriodium.
A Data yang diperoleh dari data sekunder dan data primer. Pengolahan data diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 sampel garam yang telah diuji dengan iodinates ternyata mengandung iodium yang cukup. Untuk garam yang digunakan adalah bentuk halus dan tempat membeli garam di pasar dan di kios.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah garam yang dikonsumsi oleh masyarakat mengandung yodium yang cukup dan sarannya adalah petugas gizi perlu memberikan penyuluhan tentang pencegahan terjadinya GAKY dan cara penanggulangan GAKY tersebut.
(Daftar bacaan tahun 1993-2004).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia, gizi yang seimbang baik kekurangan maupun kelebihan akan menentukan kualitas sumber daya manusia. Salah satu masalah gizi yang menjadi prioritas adalah GAKY. Dan salah satu kebijakan yang berhubungan dengan pencegahan GAKY di negara kita yaitu dikeluarkannya Keppres No. 69 Tahun 1994 dimana semua garam yang beredar di Indonesia harus garam beriodium. Konsumsi garam beriodium sehari-hari dapat menggambarkan keadaan kesehatan dan asupan iodium pada masyarakat. Dimana konsumsi serta asupan yang baik akan memberikan gambaran kesehatan yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar iodium dalam garam yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kampung Sabeyab Kecil Distrik Kemtuk Kabupaten Jayapura. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah garam yang beredar di masyarakat sedangkan unit sampel penelitian yaitu garam beriodium. A Data yang diperoleh dari data sekunder dan data primer. Pengolahan data diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 sampel garam yang telah diuji dengan iodinates ternyata mengandung iodium yang cukup. Untuk garam yang digunakan adalah bentuk halus dan tempat membeli garam di pasar dan di kios. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah garam yang dikonsumsi oleh masyarakat mengandung yodium yang cukup dan sarannya adalah petugas gizi perlu memberikan penyuluhan tentang pencegahan terjadinya GAKY dan cara penanggulangan GAKY tersebut. (Daftar bacaan tahun 1993-2004). |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 14:40 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/548 |

