WORUMBOY, BETSEBA HELENA (2006) GAMBARAN KЕТЕРАTAN PEMBERIAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS RAWAT INAP DI RSUD DOK II JAYAPURA TAHUN 2005. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
BETSEBA HELENA WORUMBOY.pdf
Download (13MB)
Abstract
Adanya peringatan tingkat mas malak juge menyshabkan peningkatan prevalensi poryakit depenerstif Salah nes penyakit degenerstil tersebut adalah Diabetes Mellitus. Hal ini disebabkan stenys pershan gaya bichup terutama poda masyarakat dota-kota besar
Tanpa penanganan yang baik penyakit ini dapat menimbulkan kompliksi, ka Bagi Diabetesi tanpa mengerti penyakit Diabetes Mellitus, tarpe menjalankan dit dengan baik dan tampa lihan fangsing mengalami Nepapahan meskipun salah mengkonsumsi tablet Obst Ansi Diabet (DAD)
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif ebservasi yang bertajaan untuk mengetahui hubungan kepatıdan diit, anupon gizi dengan status gizi penderita diabenrs milletus yang dirawat inap di RSUD Dok II joyp
Sampel dalam penelitian ini adalah semua penderita yang dirawat inap di RSUD Dok II jiyapura petal sampling Pengumpulan data primer lakukan dengan metode wawancars dan pengisian kuisoner olch sanpel. Selain itu juga dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi hodan guna monotukan status giri sample. Sedang data sekunder diperoleh berdasarkan data Laboratorium dan date dari suh bagian rekam mohik RSUD jayapura, Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan mulai tanggal 27 Juli
sampai dengan 26 agostus 2005. anulica data dilakukan melalui analisa korelasi dengan uji hipotesis t
Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita diabetes yang dirawat rata-rata berusia diatas 40 tahun. Tingkat ketepatan dit, ampun gizi dan satus gizi penderita diabetes mellins di RSUD Dek 11 jayapura 55.6% atau 5 dari 9 sampel dinyatakan kurang. Dari aji statistik untuk mengetahui bubungan katapatas diis dengan asupan gizi dengan penggunaan ujit pada 0.05 dk-7, diperoleh t hitung lebih besar dari table. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan ada hubsngan yang bermakna antara ketepatan dit dengan asupan gizi. Demikian pula dalam menguji bubungan asupan giri dengan status
gizi penderita diabetes mellitus, ternyata diperoleh hasil ada hubungan yang bermakna Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa usia 40 tahun kestas merupakan usia yang mempunyal resiko tinggi terkena diabetes mellitus yang dischubkan oleh perubahan gaya hidup akihat adanya peningkatan sosial kovani. Hal ini akan diperparah dengan kurangnya keputuhan pasien dalam melakukan prinsip diit sehingga asupan gizi tidak sesuai dengan kebutuhan yang dianjurkan sehingga pada akhimya akan mempengaruhi status giri pariett itu sodiri. Untuk itu perlu disarankan kepada kekompok masyarakat yang berusia diatas 40 talen un tetap menjaga pola hidup sehat das kepathas melaksanakan prinsip dit bagi pasics Diabetes Mellitus merupakan kunci سلمة temperoleh aupun giri yang sesuai kebahan, sehingga akan diperoleh status gizi yang optimal pula
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Adanya peringatan tingkat mas malak juge menyshabkan peningkatan prevalensi poryakit depenerstif Salah nes penyakit degenerstil tersebut adalah Diabetes Mellitus. Hal ini disebabkan stenys pershan gaya bichup terutama poda masyarakat dota-kota besar Tanpa penanganan yang baik penyakit ini dapat menimbulkan kompliksi, ka Bagi Diabetesi tanpa mengerti penyakit Diabetes Mellitus, tarpe menjalankan dit dengan baik dan tampa lihan fangsing mengalami Nepapahan meskipun salah mengkonsumsi tablet Obst Ansi Diabet (DAD) Penelitian ini menggunakan metode deskriptif ebservasi yang bertajaan untuk mengetahui hubungan kepatıdan diit, anupon gizi dengan status gizi penderita diabenrs milletus yang dirawat inap di RSUD Dok II joyp Sampel dalam penelitian ini adalah semua penderita yang dirawat inap di RSUD Dok II jiyapura petal sampling Pengumpulan data primer lakukan dengan metode wawancars dan pengisian kuisoner olch sanpel. Selain itu juga dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi hodan guna monotukan status giri sample. Sedang data sekunder diperoleh berdasarkan data Laboratorium dan date dari suh bagian rekam mohik RSUD jayapura, Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan mulai tanggal 27 Juli sampai dengan 26 agostus 2005. anulica data dilakukan melalui analisa korelasi dengan uji hipotesis t Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita diabetes yang dirawat rata-rata berusia diatas 40 tahun. Tingkat ketepatan dit, ampun gizi dan satus gizi penderita diabetes mellins di RSUD Dek 11 jayapura 55.6% atau 5 dari 9 sampel dinyatakan kurang. Dari aji statistik untuk mengetahui bubungan katapatas diis dengan asupan gizi dengan penggunaan ujit pada 0.05 dk-7, diperoleh t hitung lebih besar dari table. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan ada hubsngan yang bermakna antara ketepatan dit dengan asupan gizi. Demikian pula dalam menguji bubungan asupan giri dengan status gizi penderita diabetes mellitus, ternyata diperoleh hasil ada hubungan yang bermakna Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa usia 40 tahun kestas merupakan usia yang mempunyal resiko tinggi terkena diabetes mellitus yang dischubkan oleh perubahan gaya hidup akihat adanya peningkatan sosial kovani. Hal ini akan diperparah dengan kurangnya keputuhan pasien dalam melakukan prinsip diit sehingga asupan gizi tidak sesuai dengan kebutuhan yang dianjurkan sehingga pada akhimya akan mempengaruhi status giri pariett itu sodiri. Untuk itu perlu disarankan kepada kekompok masyarakat yang berusia diatas 40 talen un tetap menjaga pola hidup sehat das kepathas melaksanakan prinsip dit bagi pasics Diabetes Mellitus merupakan kunci سلمة temperoleh aupun giri yang sesuai kebahan, sehingga akan diperoleh status gizi yang optimal pula |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 14:52 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/550 |

