SUPRIYANTI WALLY, CHAROLINA IMELDA (2005) HUBUNGAN ASUPAN GIZI PROTEIN, Fe DAN VITAMIN DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN REMAJA PUTRI USIA16- 19 TAHUN DI ASRAMA PUTRI SLA ADVENT DOYO BARU DISTRIK SENTANI BARAT. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
CHAROLINA IMELDA SUPRIYANTI WALLY.pdf

Download (3MB)

Abstract

Asupan makanan sehari-hari dapat menggambarkan status kesehatan dan gizi remaja putri. Dimana konsumsi makanan sumber protein Fe dan vitamin (yang baik akan memberikan gambaran kadar haemoglobin yang baik begitu pula sebaliknya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tentang hubungan antara asupan protein, Fe dan vitamin (dengan kadar haemoglobin khususnya remaja putri usia 1619 tahun. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Crooss Sectional Study. Jumlah sampel 30 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dengan menggunakan kuisioner, sedangkan data sekunder yaitu mengenai data data monografi, data yang dikumpulkan dianalisa secara statistik untuk mengetahui hubungan variabel digunakan uji Square dengan X2 t = 3,841 Confidence level 95% dan Q 0,05. Sedangkan untuk Pemeriksaan kadar haemoglobin dilakukan dengan test syanmet haemoglobin.

Hasil dari Asupan Zat Gizi potein yang baik sebesar 73,7% dan yang kurang sebesar 26,7%, Fe asupan yang baik sebesar 33,3% dan yang kurang sebanyak 66,7% dan vitamin c asupan yang baik sebanyak 96,67% dan yang kurang sebanyak 3,33%. Kadar Hb normal sebanyak 50% dan yang tidak normal sebanyak 50% sedangkan jumlah sampel berdasarkan umur dimana umur 16 tahun 30%, 17 tahun 23,33%, 18 tahun 30% dan 19 tahun sebanyak 16,7%. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka setelah dibahas didapat bahwa ternyata tidak ada hubungan antara Fe, Vitamin C dan Protein dengan kadar haemoglobin. Hal ini disebabkan karena jumlah sampel yang sangat kecil.

Daftar Bacaan ada 14 buku dengan tahun terbit (1989-2002)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Asupan makanan sehari-hari dapat menggambarkan status kesehatan dan gizi remaja putri. Dimana konsumsi makanan sumber protein Fe dan vitamin (yang baik akan memberikan gambaran kadar haemoglobin yang baik begitu pula sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tentang hubungan antara asupan protein, Fe dan vitamin (dengan kadar haemoglobin khususnya remaja putri usia 1619 tahun. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Crooss Sectional Study. Jumlah sampel 30 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dengan menggunakan kuisioner, sedangkan data sekunder yaitu mengenai data data monografi, data yang dikumpulkan dianalisa secara statistik untuk mengetahui hubungan variabel digunakan uji Square dengan X2 t = 3,841 Confidence level 95% dan Q 0,05. Sedangkan untuk Pemeriksaan kadar haemoglobin dilakukan dengan test syanmet haemoglobin. Hasil dari Asupan Zat Gizi potein yang baik sebesar 73,7% dan yang kurang sebesar 26,7%, Fe asupan yang baik sebesar 33,3% dan yang kurang sebanyak 66,7% dan vitamin c asupan yang baik sebanyak 96,67% dan yang kurang sebanyak 3,33%. Kadar Hb normal sebanyak 50% dan yang tidak normal sebanyak 50% sedangkan jumlah sampel berdasarkan umur dimana umur 16 tahun 30%, 17 tahun 23,33%, 18 tahun 30% dan 19 tahun sebanyak 16,7%. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka setelah dibahas didapat bahwa ternyata tidak ada hubungan antara Fe, Vitamin C dan Protein dengan kadar haemoglobin. Hal ini disebabkan karena jumlah sampel yang sangat kecil. Daftar Bacaan ada 14 buku dengan tahun terbit (1989-2002)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 15:08
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/552

Actions (login required)

View Item
View Item