BURDAM, DEVI SARLOTA (2006) HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN DIARE ANAK BALITA YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS ABEPURA TAHUN 2006. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
DEVI SARLOTA BURDAM.pdf

Download (1MB)

Abstract

Diare oleh sebagian orang disebut mencret atau muntaber, penyakit ini sering timbul sebagai wabah. Diare adalah jumlah buang air besar yang tidak normal dalam sehari. Pada diare tinja lebih banyak mengandung air dibandingkan yang normal sering disebut mencret. Tanda-tanda atau gejala pokok penyakit diare adalah sering berak encer, bahkan dapat berupa air. Kadang-kadang dapat disertai dengan muntah, panas dan lain-lain. Status gizi kurang terjadi bila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi, status gizi lebih terjadi bila tubuh memperoleh zat-zat gizi dalam jumlah berlebihan.

Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan "retrospektif dengan pengolahan data sekunder" yang arti suatu penelitian survei dimana variabel-variabel yang diteliti dikumpulkan secara hampir bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan dari 78 sampel ditemukan anak balita dengan kejadian diare dan status gizi P > 0,05 berarti ada hubungan status gizi dengan sakit diare.

Pada hasil uji statistik dengan menggunakan rumus Chi Square didapatkan P = 0,33, dengan a = 0,05, maka Xhit Xtab maka HO diterima artinya "tidak ada hubungan antara kejadian diare dengan status gizi anak balita yang berkunjung di Puskesmas Abepura".

Dari 78 sampel anak balita, berdasarkan hasil perhitungan antara status gizi dengan diare 0,33%. Tidak terdapat hubungan status gizi dengan diare dari 78 sampel yang diteliti, diperoleh status gizi baik 48 (60,2%) dan status gizi kurang 30 (39,7%) dan anak balita yang terkena diare 21 (26,9%) anak balita yang sehat dan yang sakit 75 (73,0%).

(Daftar Bacaan tahun 1987-2001)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Diare oleh sebagian orang disebut mencret atau muntaber, penyakit ini sering timbul sebagai wabah. Diare adalah jumlah buang air besar yang tidak normal dalam sehari. Pada diare tinja lebih banyak mengandung air dibandingkan yang normal sering disebut mencret. Tanda-tanda atau gejala pokok penyakit diare adalah sering berak encer, bahkan dapat berupa air. Kadang-kadang dapat disertai dengan muntah, panas dan lain-lain. Status gizi kurang terjadi bila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi, status gizi lebih terjadi bila tubuh memperoleh zat-zat gizi dalam jumlah berlebihan. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan "retrospektif dengan pengolahan data sekunder" yang arti suatu penelitian survei dimana variabel-variabel yang diteliti dikumpulkan secara hampir bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan dari 78 sampel ditemukan anak balita dengan kejadian diare dan status gizi P > 0,05 berarti ada hubungan status gizi dengan sakit diare. Pada hasil uji statistik dengan menggunakan rumus Chi Square didapatkan P = 0,33, dengan a = 0,05, maka Xhit Xtab maka HO diterima artinya "tidak ada hubungan antara kejadian diare dengan status gizi anak balita yang berkunjung di Puskesmas Abepura". Dari 78 sampel anak balita, berdasarkan hasil perhitungan antara status gizi dengan diare 0,33%. Tidak terdapat hubungan status gizi dengan diare dari 78 sampel yang diteliti, diperoleh status gizi baik 48 (60,2%) dan status gizi kurang 30 (39,7%) dan anak balita yang terkena diare 21 (26,9%) anak balita yang sehat dan yang sakit 75 (73,0%). (Daftar Bacaan tahun 1987-2001)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 08 Jan 2026 15:15
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/555

Actions (login required)

View Item
View Item