E.A. Maryen, Penina Umbo (1997) Pembuatan Tempe Lamtoto Gung (Leucaena Leucocephala) Serta Pengenalan Terhadap Aroma, Warna Dan Rasa Secara Organoleptik. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
PENINA UMBO E.A. MARYEN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (19MB)
Abstract
Penina Umbo E. A. Maryen
Pembuatan Tempe Lamtoro Gung serta Pengenalan Terhadap Aroma, Warna dan Rasa Secara Organoleptik.
xiv + 45 halaman + 10 tabel + 8 Lampiran
Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala) berasal dari famili Leguminoceae dan bukan tumbuhan asli Indonesia. Namun lamtoro gung mulai dikenal sebagai tanaman perintis pemulihan kesuburan tanah sejak tahun 1977.
Lamtoro Gung memiliki banyak manfaat, mulai dari akar, batang, daun hingga buahnya sehingga oleh Presiden Soeharto diberi nama "Lamtoro Gung" (lamtoro agung atau besar).
Secara alamiah lamtoro gung merupakan tanaman hias, tanaman penghijauan, pencegah erosi. Namun lamtoro gung mempunyai manfaat sebagai bahan baku produksi tempe dan taoge, bahan baku penunjang produksi madu, bahan baku makanan ternak.
Seiring perkembangan dan kemajuan tehnologi, lamtoro gung dapat dibuat menjadi tempe seperti halnya kacang kedelai.
Tempe lamtoro gung banyak dijumpai di daerah Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri dan daerah Gunung Kidul. Lamtoro gung dengan cara fermentasi menggunakan ragi atau laru tempe dapat menghasilkan tempe lamtoro gung yang mudah dicerna, rasanya enak, bau langu (bau khas) dapat berkurang serta kandungan gizinya lebih tinggi. Kandungan gizi tempe lamtoro gung dalam 100 gram BDD adalah energi 131 kalori, protein 18,0 gram, lemak 0,8 gram, karbohidrat 13,0 gram disamping itu mengandung vitamin dan mineral.
Berdasarkan kenyataan, maka tujuan penelitian ini adalah mencoba membuat tempe lamtoro gung dan pengenalan sifat secara organoleptik menggunakan 20 orang panelis agak terlatih yaitu mahasiswa semester V Jurusan Gizi Akademi Kesehatan Terpadu Jayapura. Penelitian berlangsung dari bulan September 1997 sampai dengan Oktober 1997.
Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa lamtoro gung dapat difermentasi menjadi tempe lamtoro gung dengan lama pemeraman dua hari (2 x 24 jam). Lebih dari 2 hari akan terjadi pembusukan. Dari hasil uji organoleptik menunjukkan 50% aroma tempe lamtoro gung kurang terasa langu dan 45% tempе lamtoro gung berwarna putih tidak bersih.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Penina Umbo E. A. Maryen Pembuatan Tempe Lamtoro Gung serta Pengenalan Terhadap Aroma, Warna dan Rasa Secara Organoleptik. xiv + 45 halaman + 10 tabel + 8 Lampiran Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala) berasal dari famili Leguminoceae dan bukan tumbuhan asli Indonesia. Namun lamtoro gung mulai dikenal sebagai tanaman perintis pemulihan kesuburan tanah sejak tahun 1977. Lamtoro Gung memiliki banyak manfaat, mulai dari akar, batang, daun hingga buahnya sehingga oleh Presiden Soeharto diberi nama "Lamtoro Gung" (lamtoro agung atau besar). Secara alamiah lamtoro gung merupakan tanaman hias, tanaman penghijauan, pencegah erosi. Namun lamtoro gung mempunyai manfaat sebagai bahan baku produksi tempe dan taoge, bahan baku penunjang produksi madu, bahan baku makanan ternak. Seiring perkembangan dan kemajuan tehnologi, lamtoro gung dapat dibuat menjadi tempe seperti halnya kacang kedelai. Tempe lamtoro gung banyak dijumpai di daerah Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri dan daerah Gunung Kidul. Lamtoro gung dengan cara fermentasi menggunakan ragi atau laru tempe dapat menghasilkan tempe lamtoro gung yang mudah dicerna, rasanya enak, bau langu (bau khas) dapat berkurang serta kandungan gizinya lebih tinggi. Kandungan gizi tempe lamtoro gung dalam 100 gram BDD adalah energi 131 kalori, protein 18,0 gram, lemak 0,8 gram, karbohidrat 13,0 gram disamping itu mengandung vitamin dan mineral. Berdasarkan kenyataan, maka tujuan penelitian ini adalah mencoba membuat tempe lamtoro gung dan pengenalan sifat secara organoleptik menggunakan 20 orang panelis agak terlatih yaitu mahasiswa semester V Jurusan Gizi Akademi Kesehatan Terpadu Jayapura. Penelitian berlangsung dari bulan September 1997 sampai dengan Oktober 1997. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa lamtoro gung dapat difermentasi menjadi tempe lamtoro gung dengan lama pemeraman dua hari (2 x 24 jam). Lebih dari 2 hari akan terjadi pembusukan. Dari hasil uji organoleptik menunjukkan 50% aroma tempe lamtoro gung kurang terasa langu dan 45% tempе lamtoro gung berwarna putih tidak bersih. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 07:03 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/56 |

