WUKA, MARTINUS (2000) HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DAN ASUPAN GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA SUKU DANI DI DESA SEREH KECAMATAN SENTANI TAHUN 2000. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
MARTINUS WUKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (32MB)

Abstract

Dalam Repelita VI Pembangunan jangka panjang tahap II, pembangunan Kesehatan termasuk perbaikan gizi diarahkan pada peningkatan kualitas manusia sebagai sumber insani, angka kematian bayi yang tinggi, terganggunya perkembangan mental dan kecerdasan anak kalau ditelusuri merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari gizi secara langsung ditentukan oleh dua faktor utama keadaan konsumsi dan keadaan kesehatan penduduk secara tidak langsung meliputi persediaan pangan, daya beli, pengetahuan gizi dan kebiasan makan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gizi, asupan zat gizi, kebiasaan makan anak balita suku Dani. Penelitian ini dilakukan secara deskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional study. Dengan populasi seluruh anggota keluarga sampel yang mempunyai anak balita 1 - 5 tahun.

Dari 13 anak balita suku Dani di desa Sereh ditemukan 7 anak (22.58%) menderita gizi buruk dan 14 anak (45.16%) menderita gizi kurang. Kekurangan gizi tampak kurang di tiga wilayah RW sedangkan kebiasaan makan anak balita suku dani di desa Sereh masih kurang baik atau sebesar (74.19%). Hal tersebut didasarkan atas kurang bervariasinya penggunaan bahan makanan yang bergizi, sedangkan sebagian kecil atau (25.81%) dinilai baik karena penggunaan makanan lebih bervariasi. Sebagian besar asupan gizi makanan anak balita suku Dani masih kurang atau sebesar (67.74%) terutama karena kurangnya energi dan protein dan didapatkan hanya 10 anak (32.26%) asupan gizi cukup. Dari 31 anak atau (41.93%) yang asupan gizi makannya rendah menderita kekurangan gizi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Dalam Repelita VI Pembangunan jangka panjang tahap II, pembangunan Kesehatan termasuk perbaikan gizi diarahkan pada peningkatan kualitas manusia sebagai sumber insani, angka kematian bayi yang tinggi, terganggunya perkembangan mental dan kecerdasan anak kalau ditelusuri merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari gizi secara langsung ditentukan oleh dua faktor utama keadaan konsumsi dan keadaan kesehatan penduduk secara tidak langsung meliputi persediaan pangan, daya beli, pengetahuan gizi dan kebiasan makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gizi, asupan zat gizi, kebiasaan makan anak balita suku Dani. Penelitian ini dilakukan secara deskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional study. Dengan populasi seluruh anggota keluarga sampel yang mempunyai anak balita 1 - 5 tahun. Dari 13 anak balita suku Dani di desa Sereh ditemukan 7 anak (22.58%) menderita gizi buruk dan 14 anak (45.16%) menderita gizi kurang. Kekurangan gizi tampak kurang di tiga wilayah RW sedangkan kebiasaan makan anak balita suku dani di desa Sereh masih kurang baik atau sebesar (74.19%). Hal tersebut didasarkan atas kurang bervariasinya penggunaan bahan makanan yang bergizi, sedangkan sebagian kecil atau (25.81%) dinilai baik karena penggunaan makanan lebih bervariasi. Sebagian besar asupan gizi makanan anak balita suku Dani masih kurang atau sebesar (67.74%) terutama karena kurangnya energi dan protein dan didapatkan hanya 10 anak (32.26%) asupan gizi cukup. Dari 31 anak atau (41.93%) yang asupan gizi makannya rendah menderita kekurangan gizi.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 09 Jan 2026 02:26
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/609

Actions (login required)

View Item
View Item