MANTONO, TITIN (2017) HUBUNGAN KARAKTERISTIK, ASUPAN GIZI, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA STUNTING DAN TIDAK STUNTING DI SMP NEGERI 4 JAYAPURA TAHUN 2017. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
TITIN MANTONG.pdf
Download (664kB)
Abstract
Secara global, prevalensi anak pendek sebesar 171 juta anak-anak di mana 167 juta kejadian terjadi di negara berkembang. Prevalensi stunting pada anak menurun dari 39,7 % pada tahun 1990 menjadi 26,7 % pada tahun 2010, prevalensi pendek (TB/U) pada anak umur 5-18 tahun menurut jenis kelamin menunjukan anak laki- laki, prevalensi pende k tertinggi di umur 13 tahun (40,2 %), sedangkan pada anakperempuan di umur 11 tahun (35,8%). Prevalensi secara nasional, prevalensi pendek pada remaja adalah 35,1 persen (13,8% sangat pendek dan 21,3% pendek. Prevalensi sangat pendek terendah DI Yogyakarta (4,0 %) dan tertinggi di Papua (27,4%).Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik, asupan gizi, dan prestasi belajar anak stunting dan tidak stunting. Metode penelitian penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, analisis data mengunakan uji chie-square, Mann-Whitney, uji T-Test. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan karakteristik dengan status gizi (TB/U) siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil uji Mann-Whitney nilai sig 0.457 (<0,05) juga tidak ada perbedaan antara asupan gizi dengan status gizi (TB/U) dan prestasi belajar dengan status gizi (TB/U). Hasil uji T-Test diketahui nliai sig (2-tailed) (< 0,05)
Kata kunci: Asupan Gizi, Status Gizi (TB/U), Prestasi Belajar
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Secara global, prevalensi anak pendek sebesar 171 juta anak-anak di mana 167 juta kejadian terjadi di negara berkembang. Prevalensi stunting pada anak menurun dari 39,7 % pada tahun 1990 menjadi 26,7 % pada tahun 2010, prevalensi pendek (TB/U) pada anak umur 5-18 tahun menurut jenis kelamin menunjukan anak laki- laki, prevalensi pende k tertinggi di umur 13 tahun (40,2 %), sedangkan pada anakperempuan di umur 11 tahun (35,8%). Prevalensi secara nasional, prevalensi pendek pada remaja adalah 35,1 persen (13,8% sangat pendek dan 21,3% pendek. Prevalensi sangat pendek terendah DI Yogyakarta (4,0 %) dan tertinggi di Papua (27,4%).Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik, asupan gizi, dan prestasi belajar anak stunting dan tidak stunting. Metode penelitian penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, analisis data mengunakan uji chie-square, Mann-Whitney, uji T-Test. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan karakteristik dengan status gizi (TB/U) siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil uji Mann-Whitney nilai sig 0.457 (<0,05) juga tidak ada perbedaan antara asupan gizi dengan status gizi (TB/U) dan prestasi belajar dengan status gizi (TB/U). Hasil uji T-Test diketahui nliai sig (2-tailed) (< 0,05) Kata kunci: Asupan Gizi, Status Gizi (TB/U), Prestasi Belajar |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 03:00 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/614 |

