SEMRA, SARCI (2006) HUBUNGAN PENDAPATAN DAN POLA KONSUMSI DENGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN ANAK UMUR 1-5 ТАНHUN PADA KELUARGA NELAYAN KAMPUNG HOLTEKAMP DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
SARCI SEMRA.pdf

Download (9MB)

Abstract

Meninkatnya pendapatan keluarga, dapat memperbaharui komposisi pangan keluarga. Meningkatnya pendapatan keluarga berarti memperbesar peluang untuk membeli pangan engan kualitas serta kuantitas yang baik, maka asupan gizi dapat terpenuhi. Hal ini mengingat bahwa konsumsi pangan yang tidak tetap dapat berakibat buruk.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan asupan energi protein anak umur 1-5 tahun pada keluarga nelayan di kampung holtekamp ditrik muaratami kota jayapura jenis penilitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional studi,

Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 30 sampel anak umur 1-5 tahun pada keluarga nelayan yang pendapatan diatas rata-rata dengan asuparlenergi baik adalah 14 (46,7%) orang, dan energi kurang 6 (20%) orang. Sedangkan yang protein nya baik sebanyak 12 orang (40%) dan asupan protein kurang sebanyak 8 orang (26,7%). Pada keluarga yang pendapatan di bawah rata-rata dengan asupan energi adalah sebanyak 6 orang (20%) yang asupan energi kurang sebanyak 4 orang (13,3%), sedangkan asupan protein baik sebanyak 6 orang (20%) dan asupan protein kurang 4 (13,3%).

Pola konsumsi anak umur 1-5 tahun yang asupan energinya baik sebanyak 15 orang (50%), dan asupan kurang 4 orang (13,33%) dari hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendapatan dan asupan protein, tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan asupan energi. Sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pola konsumsi dengan asupan energi dan asupan protein.

Daftar bacaan 15 buku (1986-2004)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Meninkatnya pendapatan keluarga, dapat memperbaharui komposisi pangan keluarga. Meningkatnya pendapatan keluarga berarti memperbesar peluang untuk membeli pangan engan kualitas serta kuantitas yang baik, maka asupan gizi dapat terpenuhi. Hal ini mengingat bahwa konsumsi pangan yang tidak tetap dapat berakibat buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan asupan energi protein anak umur 1-5 tahun pada keluarga nelayan di kampung holtekamp ditrik muaratami kota jayapura jenis penilitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional studi, Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 30 sampel anak umur 1-5 tahun pada keluarga nelayan yang pendapatan diatas rata-rata dengan asuparlenergi baik adalah 14 (46,7%) orang, dan energi kurang 6 (20%) orang. Sedangkan yang protein nya baik sebanyak 12 orang (40%) dan asupan protein kurang sebanyak 8 orang (26,7%). Pada keluarga yang pendapatan di bawah rata-rata dengan asupan energi adalah sebanyak 6 orang (20%) yang asupan energi kurang sebanyak 4 orang (13,3%), sedangkan asupan protein baik sebanyak 6 orang (20%) dan asupan protein kurang 4 (13,3%). Pola konsumsi anak umur 1-5 tahun yang asupan energinya baik sebanyak 15 orang (50%), dan asupan kurang 4 orang (13,33%) dari hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendapatan dan asupan protein, tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan asupan energi. Sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pola konsumsi dengan asupan energi dan asupan protein. Daftar bacaan 15 buku (1986-2004)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 03:00
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/615

Actions (login required)

View Item
View Item