SAFLEMBOLO, SELFINA (2006) HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI TERHADAP BERAT BADAN BADUTA 0 - 24 BULAN BERDASARKAN KMS DI POSYANDU GALATIK III KAMPUNG DOSAY DISTRIK SENTANI BARAT KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
SELFINA SAFLEMBOLO.pdf
Download (3MB)
Abstract
Gizi bagi bayi sangatlah penting sebagai awal dari meningkatkan derajat kesehatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, maka yang paling utama bagi bayi pada empat bulan pertama adalah ASI, karena ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai ber umur empat bulan di samping itu juga mengandung zat anti bodi yang dapat mencegah bayi dari serangan penyakit infeksi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pemberian ASI dengan pertumbuhan berat badan baduta 0-24 bulan Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari dengan unit analisa (sampel) adalah
yang memenuhi kriteria 30/ketentuan yang telah ditetapkan. Data primer yang diperoleh adalah dengan menimbang berat badan baduta dan wawancara langsung berdasarkan quisioner tentang pemberian ASI data antropomketri yang dikumpulkan yaitu berat badan, lahir, umur.
Data skunder yaitu mengenai data monografi, geografis. Data yang dikumpulkan dianalisa secara stalistik, untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji chi-square.
Pada pemberian ASI dan pertumbuhannya berat badannya, baik 22 bayi (73,3%), kurang Bbayi (26,7%). Dari 30 bayi, yang diteliti untuk baduta yang diberikan ASI dengan pertumbuhan berat badan baik 19 (63,3%), kurang 11 (36,7%) dari 30 baduta yang diteliti.
Untuk tingkat pengetahuan ibu tentang ASI yang baik 22 ibu (73,3%), kurang 8 (26,7%). Dari 30 ibu yang diwawancarai sedangkan ibu yang membawa anak rutin ke Posyandu dengan berat badan mengikuti peta warna normal/lebih tua yang baik 19 (63,3%), sedangkan kurang garis normal 11 (36,3%).
Berdasarkan hasil analisa kiranya pe tu meningkatkan penyuluhan tentang pemberian ASI untuk mencapai hal tersebut perlu kerja sama lintas sektor.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Gizi bagi bayi sangatlah penting sebagai awal dari meningkatkan derajat kesehatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, maka yang paling utama bagi bayi pada empat bulan pertama adalah ASI, karena ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai ber umur empat bulan di samping itu juga mengandung zat anti bodi yang dapat mencegah bayi dari serangan penyakit infeksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pemberian ASI dengan pertumbuhan berat badan baduta 0-24 bulan Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari dengan unit analisa (sampel) adalah yang memenuhi kriteria 30/ketentuan yang telah ditetapkan. Data primer yang diperoleh adalah dengan menimbang berat badan baduta dan wawancara langsung berdasarkan quisioner tentang pemberian ASI data antropomketri yang dikumpulkan yaitu berat badan, lahir, umur. Data skunder yaitu mengenai data monografi, geografis. Data yang dikumpulkan dianalisa secara stalistik, untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji chi-square. Pada pemberian ASI dan pertumbuhannya berat badannya, baik 22 bayi (73,3%), kurang Bbayi (26,7%). Dari 30 bayi, yang diteliti untuk baduta yang diberikan ASI dengan pertumbuhan berat badan baik 19 (63,3%), kurang 11 (36,7%) dari 30 baduta yang diteliti. Untuk tingkat pengetahuan ibu tentang ASI yang baik 22 ibu (73,3%), kurang 8 (26,7%). Dari 30 ibu yang diwawancarai sedangkan ibu yang membawa anak rutin ke Posyandu dengan berat badan mengikuti peta warna normal/lebih tua yang baik 19 (63,3%), sedangkan kurang garis normal 11 (36,3%). Berdasarkan hasil analisa kiranya pe tu meningkatkan penyuluhan tentang pemberian ASI untuk mencapai hal tersebut perlu kerja sama lintas sektor. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 03:13 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/622 |

