SADDI, TRIANA (2017) HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS STUNTING PADA ANAK BALITA UMUR 12-60 BULAN DI POSYANDU MELATI PASAR LAMA SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2017. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
TRIANA SADDI.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang : Masalah gizi merupakan penyebab sepertiga kematian pada anak. Ketika anak berada di bawah umur lima tahun (balita) merupakan masa kritis dari perkembangan dan pertumbuhan dalam siklus hidup manusia. Masalah gizi dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, bahkan masalah gizi pada suatu kelompok umur tertentu akan mempengaruhi pada status gizi pada periode siklus kehidupan berikutnya. Gizi kurang menyebabkan prevalensi anak pendek sangat tinggi, khususnya anak stunting merupakan salah satu keadaan kekurangan gizi yang menjadi perhatian utama di dunia terutama di negara-negara berkembang. Prevalensi pendek di papua tahun 2015 adalah sebesar (balita pendek 17,6% dan sangat pendek 13,4%). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi dan penyakit infeksi dengan status stunting pada anak balita umur 12-60 bulan di posyandu melati pasar lama sentani. Metode Penelitian : Deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-30 Juni 2017 bertempat di posyandu melati pasar lama sentani. Populasi adalah semua anak balita umur 12-60 bulan yang terdaftar di register yang berjumlah 78 balita. Sampel adalah total populasi yang berjumlah 78 balita di posyandu melati pasar lama sentani. Analisis data menggunakan Uji Chi Square Hasil Penelitian : Terdapat 38,5% balita stunting dan 61,5% balita tidak stunting. Dari hasil uji chi square tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan status stunting dengan p value 0,152. Sedangkan asupan protein tidak terdapat hubungan dengan status stunting dengan p value 0,149. Hasil hubungan riwayat penyakit terdapat hubungan dengan status stunting dengan p value 0,00. Kesimpulan : Anak stunting pada balita umur 12-60 bulan sebanyak 30 balita (38,5%), tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan gizi dengan status stunting dengan p value ≥ 0,05, ada hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status stunting dengan p value ≤ 0,05. Saran : setiap anak yangs akit tetap diberikan makanan yang sehat dan bergizi agar status gizi nya tetap baik.
Kata Kunci : Stunting, Asupan Gizi, Penyakit Infeksi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang : Masalah gizi merupakan penyebab sepertiga kematian pada anak. Ketika anak berada di bawah umur lima tahun (balita) merupakan masa kritis dari perkembangan dan pertumbuhan dalam siklus hidup manusia. Masalah gizi dapat terjadi pada seluruh kelompok umur, bahkan masalah gizi pada suatu kelompok umur tertentu akan mempengaruhi pada status gizi pada periode siklus kehidupan berikutnya. Gizi kurang menyebabkan prevalensi anak pendek sangat tinggi, khususnya anak stunting merupakan salah satu keadaan kekurangan gizi yang menjadi perhatian utama di dunia terutama di negara-negara berkembang. Prevalensi pendek di papua tahun 2015 adalah sebesar (balita pendek 17,6% dan sangat pendek 13,4%). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi dan penyakit infeksi dengan status stunting pada anak balita umur 12-60 bulan di posyandu melati pasar lama sentani. Metode Penelitian : Deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-30 Juni 2017 bertempat di posyandu melati pasar lama sentani. Populasi adalah semua anak balita umur 12-60 bulan yang terdaftar di register yang berjumlah 78 balita. Sampel adalah total populasi yang berjumlah 78 balita di posyandu melati pasar lama sentani. Analisis data menggunakan Uji Chi Square Hasil Penelitian : Terdapat 38,5% balita stunting dan 61,5% balita tidak stunting. Dari hasil uji chi square tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan status stunting dengan p value 0,152. Sedangkan asupan protein tidak terdapat hubungan dengan status stunting dengan p value 0,149. Hasil hubungan riwayat penyakit terdapat hubungan dengan status stunting dengan p value 0,00. Kesimpulan : Anak stunting pada balita umur 12-60 bulan sebanyak 30 balita (38,5%), tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan gizi dengan status stunting dengan p value ≥ 0,05, ada hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status stunting dengan p value ≤ 0,05. Saran : setiap anak yangs akit tetap diberikan makanan yang sehat dan bergizi agar status gizi nya tetap baik. Kata Kunci : Stunting, Asupan Gizi, Penyakit Infeksi. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 03:18 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/623 |

