KAPIA, VEMMY (2006) HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI, RIWAYAT MALARIA DAN KECACINGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMU NEGERI 1 ABEPURA. Other thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
VEMMY KAPIA.pdf

Download (4MB)

Abstract

Remaja putri atau calon bu merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia gizi menunjukan bahwa secara nasional prevalenal anemie mashi tinggi yaitu pata remaja put usia 10-14 tahun 57,1%, dan parte wus 15-10 tahun 39.5%. Hal in disebabkan oleh konsumsi zat besi yang tidak cukup akibat pola makan yang tidak bervanasi, juga disebabkan oleh pengetahuan, pendidikan, daya bell, ke adean sosial, Ingkungan dan latar belakang budays

Tujuan dan penelitan in untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi dengan anemia, hubungan antara wayat malaria dengan anemia, dan hubungan kecacingan dengan anemia. Adapun rancangan ngan penelitian penelitian secara deskitif analitik, dengan sasaran adalah remaja puti SMU Negeri 1 Abepura Jenis penelitian yang dlakukan adalah Deskrit analitik dengan pendekatan crossecctional study, sampel yang diambil adalah remaja putri umur 15-19 tahun, sudah mendapat haid, tidak mendapat haid waktu pengambilan data, tidak sakit waktu pengambilan data, dan bersedia menjadi responden, cara pengumpulan sampel dengan menggunakan random sampling

Hasil penelitian ini Remaja putit yang anemia 14 orang (46.7%) dan 20 responden, remaj putri yang asupan zat gun kurang 10 responden (53,3%) dari 30 responden, yang malana dalam satu bulan bulan terakhir hanya 2 responden (6.7%), dan yang mau Operiksa fesesnya hanya 4 responden dan hasilnya negatf. Berdasarkan hasil i statistik dengan menggunakan i chi-Square dengan program spss untuk menghubungkan asupan zat gizi dengan anemia didapatkan (p0.01 <0.05) maka ada hubungan antara asupan zat gizi dengan anemia pata remaja putri OSMU Negen 1 Abepura. Sedangkan untuk menghubungkan wayat matana dengan anemia menggunakan u chi-square hasilnya (p 0.922 0,05) maka tidak ada hubungan antara neayat malana dengan anemia remeja puti di SMU Negen 1 Abepúra dan untuk kecacingan tidak dapat di uji dengan statistik sebab sampelnya tidak mencukupi untuk mewakili menjadi sampel

Kesimpulan Anema pada remaja putri usa 15-19 tahun di SMU Negeri 1 Abepura tahun 2006 46,7%, ada hubungan antara asupan zat gizi dengan anemia pada remaja putit di SMU Negeri 1 Abepura, tidak ada hubungan antara nwayat malaria dengan anemia pada remaja pun di SMJ Negeri 1 Abepura Saran Penelitian ins perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh kecacingan terhadap anemia

Daftar bacaan 13 (1989-2006)

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Remaja putri atau calon bu merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia gizi menunjukan bahwa secara nasional prevalenal anemie mashi tinggi yaitu pata remaja put usia 10-14 tahun 57,1%, dan parte wus 15-10 tahun 39.5%. Hal in disebabkan oleh konsumsi zat besi yang tidak cukup akibat pola makan yang tidak bervanasi, juga disebabkan oleh pengetahuan, pendidikan, daya bell, ke adean sosial, Ingkungan dan latar belakang budays Tujuan dan penelitan in untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi dengan anemia, hubungan antara wayat malaria dengan anemia, dan hubungan kecacingan dengan anemia. Adapun rancangan ngan penelitian penelitian secara deskitif analitik, dengan sasaran adalah remaja puti SMU Negeri 1 Abepura Jenis penelitian yang dlakukan adalah Deskrit analitik dengan pendekatan crossecctional study, sampel yang diambil adalah remaja putri umur 15-19 tahun, sudah mendapat haid, tidak mendapat haid waktu pengambilan data, tidak sakit waktu pengambilan data, dan bersedia menjadi responden, cara pengumpulan sampel dengan menggunakan random sampling Hasil penelitian ini Remaja putit yang anemia 14 orang (46.7%) dan 20 responden, remaj putri yang asupan zat gun kurang 10 responden (53,3%) dari 30 responden, yang malana dalam satu bulan bulan terakhir hanya 2 responden (6.7%), dan yang mau Operiksa fesesnya hanya 4 responden dan hasilnya negatf. Berdasarkan hasil i statistik dengan menggunakan i chi-Square dengan program spss untuk menghubungkan asupan zat gizi dengan anemia didapatkan (p0.01 <0.05) maka ada hubungan antara asupan zat gizi dengan anemia pata remaja putri OSMU Negen 1 Abepura. Sedangkan untuk menghubungkan wayat matana dengan anemia menggunakan u chi-square hasilnya (p 0.922 0,05) maka tidak ada hubungan antara neayat malana dengan anemia remeja puti di SMU Negen 1 Abepúra dan untuk kecacingan tidak dapat di uji dengan statistik sebab sampelnya tidak mencukupi untuk mewakili menjadi sampel Kesimpulan Anema pada remaja putri usa 15-19 tahun di SMU Negeri 1 Abepura tahun 2006 46,7%, ada hubungan antara asupan zat gizi dengan anemia pada remaja putit di SMU Negeri 1 Abepura, tidak ada hubungan antara nwayat malaria dengan anemia pada remaja pun di SMJ Negeri 1 Abepura Saran Penelitian ins perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh kecacingan terhadap anemia Daftar bacaan 13 (1989-2006)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 03:45
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/630

Actions (login required)

View Item
View Item