ARAMPAYAI, OKTOVIANUS (2000) IDENTIFIKASI PEMANIS BUATAN SAKARIN DALAM MINUMAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN IMBI KECAMATAN JAYAPURA UTARA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
OKTOVIANUS ARAMPAYAI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15MB)

Abstract

Penelitian Survei ini dengan pendekatan laboratorium sebagai bahan
karya tulis ini dilaksanakan pada sekolah-sekolah dasar di Kelurahan Imbi Kecamatan Jayapura Utara, bertujuan untuk mengetahui apakah zat pemanis buatan akarin masih digunakan pada minuman jajanan itu dengan peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 208/Menkes/Per./IV/85 dan peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722.Menkes/Per/88.

Pada kenyataannya anak tidak dapat dipisahkan dari makanan dan minuman jajanan, dimana makanan dan minuman jajanan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kualitas gizi dan cemaran, serta ditunjang semakin meningkatnya pamakaian zat pemanis buatan.

Dalam mengidentifikasi zat pemanis buatan sakarin menggunakan metode Cromatography Lapis Tipis (KLT) dengan lempeng tembaga dimana sampel diamsil dari pedagang es sirup di lingkungan Sekolah Dasar lalu diidentifikasi dan dibandingkan dengan sampel baku. Warna biru muda menunjukkan adanya zat pemanis sakarin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 15 sampel yang diambil ari 5 Sekolah Dasar menunjukkan bahwa penggunaan akan zat pemanis buatan sakarin adalah negatif.

Tidak adanya penggunaan zat pemanis buatan tersebut pada es sirup harus tetap diwaspadai akan penggunaannya karena akan menyebabkan penyakit Kanker pada manusia dalam jangka waktu lama.

Perlu adanya peningkatan penyuluhan dan pengawasan agar penggunaan zat pemanis tetap digunakan.

Kepustakaan 20 (1985-1994)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Penelitian Survei ini dengan pendekatan laboratorium sebagai bahan karya tulis ini dilaksanakan pada sekolah-sekolah dasar di Kelurahan Imbi Kecamatan Jayapura Utara, bertujuan untuk mengetahui apakah zat pemanis buatan akarin masih digunakan pada minuman jajanan itu dengan peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 208/Menkes/Per./IV/85 dan peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722.Menkes/Per/88. Pada kenyataannya anak tidak dapat dipisahkan dari makanan dan minuman jajanan, dimana makanan dan minuman jajanan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kualitas gizi dan cemaran, serta ditunjang semakin meningkatnya pamakaian zat pemanis buatan. Dalam mengidentifikasi zat pemanis buatan sakarin menggunakan metode Cromatography Lapis Tipis (KLT) dengan lempeng tembaga dimana sampel diamsil dari pedagang es sirup di lingkungan Sekolah Dasar lalu diidentifikasi dan dibandingkan dengan sampel baku. Warna biru muda menunjukkan adanya zat pemanis sakarin. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 15 sampel yang diambil ari 5 Sekolah Dasar menunjukkan bahwa penggunaan akan zat pemanis buatan sakarin adalah negatif. Tidak adanya penggunaan zat pemanis buatan tersebut pada es sirup harus tetap diwaspadai akan penggunaannya karena akan menyebabkan penyakit Kanker pada manusia dalam jangka waktu lama. Perlu adanya peningkatan penyuluhan dan pengawasan agar penggunaan zat pemanis tetap digunakan. Kepustakaan 20 (1985-1994)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 09 Jan 2026 03:59
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/635

Actions (login required)

View Item
View Item