RIA AYON, ABIA (2021) SIFAT ORGANOLEPTIK NUGGET ULAT SAGU (Rhynchophorus Ferrugines). Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
SKRIPSI ABIA RIA AYON.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Nugget merupakan salah satu produk makanan beku
siap saji, Olahan daging giling yang di cetak dan di lapisi dengan tepung berbumbu (battered dan breaded) dengan tepung yaitu produk yang telah mengalami pemanasan sampai setengah matang (Precooked) kemudian dibekukan. Produk siap saji ini hanya memerlukan waktu penggorengan selama 1 menit pada suhu 150oC. Ulat sagu adalah Larva kumbang sagu (Rhynchophorus SP) yang sebenanya adalah hama tanaman sagu. Sebagian masyarakat di Papua selain mengambil pati sagu, sisa-sisa batang tanaman sagu dimanfaatkan untuk membudidayakan ulat sagu. Kandungan protein pada ulat sagu cukup tinggi, rata-rata 32,54% kandungan protein yang tinggi tersebut dalam ulat sagu nanti akan digunakan untuk membentuk protein structural yang di perlukan dalam pembentukan jaringan tubuh. Tujuan: Mengetahui pembuatan nugget ulat sagu terhadap sifat organoleptik (Warna, Aroma, Rasa, dan tekstur) Metode: Penelitian bersifat quasi experiment dengan penambahan ulat sagu desain one- shot case study, menggunakan 3 formula nugget dengan masing- masing formula yaitu F1 50gr F2 100gr F3 150gr Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan, dapat di simpulkan bahwa nugget yang paling banyak di sukai adalah F2 dengan penambahan ulat sagu 100gr.

Kata Kunci: Nugget,Ulat sagu, Uji Organoleptik

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang: Nugget merupakan salah satu produk makanan beku siap saji, Olahan daging giling yang di cetak dan di lapisi dengan tepung berbumbu (battered dan breaded) dengan tepung yaitu produk yang telah mengalami pemanasan sampai setengah matang (Precooked) kemudian dibekukan. Produk siap saji ini hanya memerlukan waktu penggorengan selama 1 menit pada suhu 150oC. Ulat sagu adalah Larva kumbang sagu (Rhynchophorus SP) yang sebenanya adalah hama tanaman sagu. Sebagian masyarakat di Papua selain mengambil pati sagu, sisa-sisa batang tanaman sagu dimanfaatkan untuk membudidayakan ulat sagu. Kandungan protein pada ulat sagu cukup tinggi, rata-rata 32,54% kandungan protein yang tinggi tersebut dalam ulat sagu nanti akan digunakan untuk membentuk protein structural yang di perlukan dalam pembentukan jaringan tubuh. Tujuan: Mengetahui pembuatan nugget ulat sagu terhadap sifat organoleptik (Warna, Aroma, Rasa, dan tekstur) Metode: Penelitian bersifat quasi experiment dengan penambahan ulat sagu desain one- shot case study, menggunakan 3 formula nugget dengan masing- masing formula yaitu F1 50gr F2 100gr F3 150gr Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan, dapat di simpulkan bahwa nugget yang paling banyak di sukai adalah F2 dengan penambahan ulat sagu 100gr. Kata Kunci: Nugget,Ulat sagu, Uji Organoleptik
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 04:18
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/643

Actions (login required)

View Item
View Item