Batilmurik, Dorsila Erma (2007) PENGARUH LAMA DAN CARA PENYIMPANAN PEPAYA (Carica papaya, L) TERHADAP KADAR VITAMIN C. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
DORSILA ERMA BATILMURIK.pdf
Download (11MB)
Abstract
Pepaya (Canca papaya, L) merupakan tanaman yang berasal dari tersebar luas didataran Amerika Tengah. Di Indonesia tanaman pepaya sudah terseb rendah sampai ke pegunungan. Di kota Jayapura sendiri produksi pepaya cukup tinggi sehingga buah pepaya merupakan buah meja yang mengandung vitamin C dan sangat digemari oleh masyarakat Jayapura. Vitamin C dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengatur dan pelindung daripada jaringan tubuh. Kadar vitamin C dalam buah-buahan sangat mudah teroksidasi terutama bila terkena panas dan mudah nusak akibat penyimpanan yang cukup lama
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C awal, pengaruh lama dan cara penyimpanan pepaya terhadap kadar vitamin C dengan melakukan pengamatan fisik dan uji kadar vitamin C menggunakan metode Titrasi. Jenis penelitian adalah penelitian Eksperimen dengan pendekatan deskripef. Sedangkan rancangan penelitian adalah Pre test dan Post tes Group Design yaitu melakukan uji kadar vitamin C sebelum perlakuan (Awal) dan sesudah perlakuan. Pengolahan data dilakukan dengan analisa statistik yatu u Anova Two Way.
Dan hasi pemeriksaan awal kadar vitamin C di Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Jayapura terhadap pepaya varietas semangka didapatkan rata-rata kadar vitamin C sebesar 157,34 mg/100 g sampel. Berdasarkan pengamatan fisik, pada penyimpanan han kelima pepaya yang disimpan pada suhu kamar telah mengalami perubahan bentuk kulit menjadi berkerut dan terdapat bintik-bintik putih, wama kulit sangat kuning serta berbau busuk sehingga sudah tidak dapat dikonsumsi. Sedangkan pepaya yang disimpan pada suhu cooling dan suhu cooling dengan dibungkus plastik masih terlihat segar sampai penyimpanan impanan han kelma. Berdasarkan hasil uji statistik Anova Two Way diketahui bahwa ada pengaruh cara penyimpanan (Suhu kamar, Suhu cooling, Suhu cooling dengan dibungkus plastik) terhadap kadar vitamin C. Diantara ketiga cara tersebut, pepaya yang disimpan pada suhu cooling dan suhu cooling dengan dibungkus gkus plastik yang paling baik karena hanya mengalami 6-7% penurunan kadar vitamin C. Dari hasil uji statistik Anova Two Way diketahui bahwa ada pengaruh lama penyimpanan pepaya terhadap kadar vitamin C, hal ini berarti semakin lama pepaya disimpan semakin turun kadar vitamin C. Dari hasil uji statistik Anova two way diketahui ada penganih interaksi antara lama dan cara penyimpanan terhadap kadar vitamin C.
Daftar bacaan 15 buku (1978-2006)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Pepaya (Canca papaya, L) merupakan tanaman yang berasal dari tersebar luas didataran Amerika Tengah. Di Indonesia tanaman pepaya sudah terseb rendah sampai ke pegunungan. Di kota Jayapura sendiri produksi pepaya cukup tinggi sehingga buah pepaya merupakan buah meja yang mengandung vitamin C dan sangat digemari oleh masyarakat Jayapura. Vitamin C dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengatur dan pelindung daripada jaringan tubuh. Kadar vitamin C dalam buah-buahan sangat mudah teroksidasi terutama bila terkena panas dan mudah nusak akibat penyimpanan yang cukup lama Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C awal, pengaruh lama dan cara penyimpanan pepaya terhadap kadar vitamin C dengan melakukan pengamatan fisik dan uji kadar vitamin C menggunakan metode Titrasi. Jenis penelitian adalah penelitian Eksperimen dengan pendekatan deskripef. Sedangkan rancangan penelitian adalah Pre test dan Post tes Group Design yaitu melakukan uji kadar vitamin C sebelum perlakuan (Awal) dan sesudah perlakuan. Pengolahan data dilakukan dengan analisa statistik yatu u Anova Two Way. Dan hasi pemeriksaan awal kadar vitamin C di Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Jayapura terhadap pepaya varietas semangka didapatkan rata-rata kadar vitamin C sebesar 157,34 mg/100 g sampel. Berdasarkan pengamatan fisik, pada penyimpanan han kelima pepaya yang disimpan pada suhu kamar telah mengalami perubahan bentuk kulit menjadi berkerut dan terdapat bintik-bintik putih, wama kulit sangat kuning serta berbau busuk sehingga sudah tidak dapat dikonsumsi. Sedangkan pepaya yang disimpan pada suhu cooling dan suhu cooling dengan dibungkus plastik masih terlihat segar sampai penyimpanan impanan han kelma. Berdasarkan hasil uji statistik Anova Two Way diketahui bahwa ada pengaruh cara penyimpanan (Suhu kamar, Suhu cooling, Suhu cooling dengan dibungkus plastik) terhadap kadar vitamin C. Diantara ketiga cara tersebut, pepaya yang disimpan pada suhu cooling dan suhu cooling dengan dibungkus gkus plastik yang paling baik karena hanya mengalami 6-7% penurunan kadar vitamin C. Dari hasil uji statistik Anova Two Way diketahui bahwa ada pengaruh lama penyimpanan pepaya terhadap kadar vitamin C, hal ini berarti semakin lama pepaya disimpan semakin turun kadar vitamin C. Dari hasil uji statistik Anova two way diketahui ada penganih interaksi antara lama dan cara penyimpanan terhadap kadar vitamin C. Daftar bacaan 15 buku (1978-2006) |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 04:55 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/645 |

