INDRANI, LILIN AGUS (2007) PEMBUATAN MINYAK KELAPA (Cocos nucifera) DENGAN METODE PENGASAMAN (KAJI PENAMBAHAN ASAM CUKA TERHADAP RENDEMEN). Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
LILIN AGUS INDRANI.pdf
Download (11MB)
Abstract
Pengolahan minyak dengan pemanasan merupakan cara tradisional petani dalam mengolah kelapa menjadi minyak goreng, yaitu pembuatan minyak kelapa dengan cara pemanasan. Minyak kelapa murni yang dihasilkan dengan cara tradisional berwarna agak kekuningan. Hal ini dipengaruhi oleh suhu pada saat pemanasan, wama minyak akan semakin bertambah cokelat ketika suhu yang digunakan semakin tinggi Disamping itu, kandungan anti oksidan juga menurun karena proses pemanasan. Demikian juga kandungan asam lemak rantai sedang (MCFA), sudah banyak hilang.
Berdasarkan masalah tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan dengan menggunakan cuka dengan beberapa penambahan.
Peneliti melakukan penelitian di Laboratorium Gizi dan Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan perlakukan penambahan asam cuka 1%, 3%, 5% dari tiap volume krim dengan 3 kali pengulangan.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2007, dengan menggunakan rancangan eksperimen One Shot Case Study dengan perbandingan penambahan asam cuka yaitu 1%, 3%, 5% dari volume krim, dengan menggunakan uji kadar air.
Pembuatan minyak kelapa dengan penambahan asam cuka yang dapat menghasilkan minyak paling banyak, yaitu pada penambahan 1% asam cuka yang memiliki pH 4,5. Rendemen/hasil minyak kelapa dengan penambahan asam cuka mempunyai rata-rata, yaitu untuk penambahan 1% adalah 124 ml, penambahan 3% adalah 100,3 ml dan penambahan 5% adalah 93,3 ml. Pengujian kadar air pada minyak kelapa dengan penambahan asam cuka rata-rata memiliki tingkat kadar air 1%.
Daftar bacaan: 10 buku (1986-2006).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Pengolahan minyak dengan pemanasan merupakan cara tradisional petani dalam mengolah kelapa menjadi minyak goreng, yaitu pembuatan minyak kelapa dengan cara pemanasan. Minyak kelapa murni yang dihasilkan dengan cara tradisional berwarna agak kekuningan. Hal ini dipengaruhi oleh suhu pada saat pemanasan, wama minyak akan semakin bertambah cokelat ketika suhu yang digunakan semakin tinggi Disamping itu, kandungan anti oksidan juga menurun karena proses pemanasan. Demikian juga kandungan asam lemak rantai sedang (MCFA), sudah banyak hilang. Berdasarkan masalah tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan dengan menggunakan cuka dengan beberapa penambahan. Peneliti melakukan penelitian di Laboratorium Gizi dan Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan perlakukan penambahan asam cuka 1%, 3%, 5% dari tiap volume krim dengan 3 kali pengulangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2007, dengan menggunakan rancangan eksperimen One Shot Case Study dengan perbandingan penambahan asam cuka yaitu 1%, 3%, 5% dari volume krim, dengan menggunakan uji kadar air. Pembuatan minyak kelapa dengan penambahan asam cuka yang dapat menghasilkan minyak paling banyak, yaitu pada penambahan 1% asam cuka yang memiliki pH 4,5. Rendemen/hasil minyak kelapa dengan penambahan asam cuka mempunyai rata-rata, yaitu untuk penambahan 1% adalah 124 ml, penambahan 3% adalah 100,3 ml dan penambahan 5% adalah 93,3 ml. Pengujian kadar air pada minyak kelapa dengan penambahan asam cuka rata-rata memiliki tingkat kadar air 1%. Daftar bacaan: 10 buku (1986-2006). |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 06:24 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/665 |

