NAWASINE, MAWAR (2007) HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DAN ASUPAN GIZI DENGAN LAMA RAWAT INAP ANAK BALITA USIA 1-5 TAHUN PENDERITA DIARE YANG DIRAWAT INAР DI RUANG ANAK RSUD JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
MAWAR NAWASINE.pdf

Download (5MB)

Abstract

Kejadian diare sering menimpa anak-anak balita, hal ini terjadi karena kuman biasanya menyebar melalui mulut (orofecal). Semua ini disebabkan karena kurangnya kepedulian dan pengetahuan ibu tentang kebersihan yang dapat menyebabkan diare. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tahun 2006 menyebutkan bahwa angka kesakitan diare untuk tingkat Nasional 202004 kasus, dan untuk Provinsi Papua jumlah kasus diare 18854 kasus selama tahun 2006, (Januari- Desember) penderita diare di ruang anak sebanyak 1255 kasus dengan lama rawat inap selama 5 hari adapun faktor yang mempengaruhi lama rawat inap adalah bila anak belum normal makanannya, dan disertai dengan komplikasi penyakit lain serta higiene dan sanitasi yang kurang baik.

Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap penyakit diare dan asupan gizi terhadap lama rawat inap pada anak balita usia 1-5 tahun penderita diare yang dirawat inap di ruang anak RSUD Jayapura.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional studi Hasil yang didapatkan yaitu Pada hari ini rawat inap yang panjang

jumlah Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik hampir sama dengan ibu yang memiliki pengetahuan intang diare yang kurang. Dari uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square (X²) antara pengetahuan ibu dengan lama inap didapat P 0,05 maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan anatara pengetahuan ibu dengan lama rawat inap balita. pada hari rawat inap balita yang panjang lebih bayak dijumpai balita dengan asupan yang baik (26,7%) sedangkan pada hari rawat inap yang pendek lebih bayak dijumpai anak balita dengan asupan zat gizi yang kurang (23,3%). Dari uji statistik anatara asupan dengan lama rawat inap balita didapat P > 0,05 maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan asupan

dengan lama rawat inap. kesimpulan Berdasarkan hasil analisa hubungan pengetahun ibu dengan lama rawat inap tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan lama rawat inap balita dan Berdasarkan hasil analisa hubungan asupan dengan lama rawat inap tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan dengan lama rawat inap balita.

Daftar Bacaan: 14 buku (1985-2005)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Kejadian diare sering menimpa anak-anak balita, hal ini terjadi karena kuman biasanya menyebar melalui mulut (orofecal). Semua ini disebabkan karena kurangnya kepedulian dan pengetahuan ibu tentang kebersihan yang dapat menyebabkan diare. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tahun 2006 menyebutkan bahwa angka kesakitan diare untuk tingkat Nasional 202004 kasus, dan untuk Provinsi Papua jumlah kasus diare 18854 kasus selama tahun 2006, (Januari- Desember) penderita diare di ruang anak sebanyak 1255 kasus dengan lama rawat inap selama 5 hari adapun faktor yang mempengaruhi lama rawat inap adalah bila anak belum normal makanannya, dan disertai dengan komplikasi penyakit lain serta higiene dan sanitasi yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap penyakit diare dan asupan gizi terhadap lama rawat inap pada anak balita usia 1-5 tahun penderita diare yang dirawat inap di ruang anak RSUD Jayapura. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional studi Hasil yang didapatkan yaitu Pada hari ini rawat inap yang panjang jumlah Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik hampir sama dengan ibu yang memiliki pengetahuan intang diare yang kurang. Dari uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square (X²) antara pengetahuan ibu dengan lama inap didapat P 0,05 maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan anatara pengetahuan ibu dengan lama rawat inap balita. pada hari rawat inap balita yang panjang lebih bayak dijumpai balita dengan asupan yang baik (26,7%) sedangkan pada hari rawat inap yang pendek lebih bayak dijumpai anak balita dengan asupan zat gizi yang kurang (23,3%). Dari uji statistik anatara asupan dengan lama rawat inap balita didapat P > 0,05 maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan asupan dengan lama rawat inap. kesimpulan Berdasarkan hasil analisa hubungan pengetahun ibu dengan lama rawat inap tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan lama rawat inap balita dan Berdasarkan hasil analisa hubungan asupan dengan lama rawat inap tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan dengan lama rawat inap balita. Daftar Bacaan: 14 buku (1985-2005)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 06:32
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/667

Actions (login required)

View Item
View Item