WONGBOB, YOHANIS (2007) HUBUNGAN PRAKTEK TINDAKAN IBU, FREKUENSI KUNJUNGAN KE POSYANDU DENGAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN BALITA DI POSYANDU KAMPUNG NOLOKLA DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
YOHANIS WANGBOB.pdf

Download (16MB)

Abstract

Gangguan gizi yang terjadi pada bayi dan balita mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, baik pada masa balita maupun masa berikutnya, sehingga perlu mendapat perhatian. Gizi kurang pada balita tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi diawali dengan kenaikan berat badan anak dari waktu ke waktu merupakan petunjuk awal perubahan status gizi anak, berdasarkan laporan data cakupan gizi tahun 2006 untuk Kampung Nolokla D/S 91.8%. N/S 46% dan N/D 50,2% dari target yang ditetapkan 100%, untuk status gizi BGM 9% dan gizi buruk 15%.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui praktek tindakan ibu, frekuensi kunjungan ke Posyandu serta mengetahui hubungan antara pertumbuhan balita dengan praktek tindakan ibu dan pertumbuhan balita dengan frekuensi kunjungan ke Posyandu. Penelitian ini dilakukan pada bulan 16 - 24 April 2007 di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan Jayapura pendekatan cross sectional study dengan semua anak balita umur 0 bulan-5 tahun.
Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 133 anak balita sampel diketemukan 33,08% pertumbuhan anak balita baik dan kurang 66,91%, sedangkan praktek tindakan ibu baik 51,87% dan kurang 48,12% serta frekuensi kunjungan ke Posyandu baik 77,44% dan kurang 22,55%. Praktek tindakan ibu bila dihubungkan dengan pertumbuhan BB balita, menunjukkan bahwa 60% praktek tindakan ibu baik dengan pertumbuhan BB balita baik dan 40% praktek tindakan ibu kurang dengan pertumbuhan BB balita kurang. Demikian pula frekuensi kunjungan ke Posyandu bila dihubungkan dengan pertumbuhan BB balita menunjukkan bahwa 42,71%, frekuensi kunjungan ke Posyandu baik dengan pertumbuhan BB balita baik dan 57,28% frekuensi kunjungan ke Posyandu dengan pertumbuhan BB balita kurang.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara praktek tindakan ibu, frekuensi kunjungan ke Posyandu dengan pertumbuhan BB balita di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura

Daftar bacaan: 15 buku (1991 -2005).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Gangguan gizi yang terjadi pada bayi dan balita mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, baik pada masa balita maupun masa berikutnya, sehingga perlu mendapat perhatian. Gizi kurang pada balita tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi diawali dengan kenaikan berat badan anak dari waktu ke waktu merupakan petunjuk awal perubahan status gizi anak, berdasarkan laporan data cakupan gizi tahun 2006 untuk Kampung Nolokla D/S 91.8%. N/S 46% dan N/D 50,2% dari target yang ditetapkan 100%, untuk status gizi BGM 9% dan gizi buruk 15%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui praktek tindakan ibu, frekuensi kunjungan ke Posyandu serta mengetahui hubungan antara pertumbuhan balita dengan praktek tindakan ibu dan pertumbuhan balita dengan frekuensi kunjungan ke Posyandu. Penelitian ini dilakukan pada bulan 16 - 24 April 2007 di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan Jayapura pendekatan cross sectional study dengan semua anak balita umur 0 bulan-5 tahun. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 133 anak balita sampel diketemukan 33,08% pertumbuhan anak balita baik dan kurang 66,91%, sedangkan praktek tindakan ibu baik 51,87% dan kurang 48,12% serta frekuensi kunjungan ke Posyandu baik 77,44% dan kurang 22,55%. Praktek tindakan ibu bila dihubungkan dengan pertumbuhan BB balita, menunjukkan bahwa 60% praktek tindakan ibu baik dengan pertumbuhan BB balita baik dan 40% praktek tindakan ibu kurang dengan pertumbuhan BB balita kurang. Demikian pula frekuensi kunjungan ke Posyandu bila dihubungkan dengan pertumbuhan BB balita menunjukkan bahwa 42,71%, frekuensi kunjungan ke Posyandu baik dengan pertumbuhan BB balita baik dan 57,28% frekuensi kunjungan ke Posyandu dengan pertumbuhan BB balita kurang. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara praktek tindakan ibu, frekuensi kunjungan ke Posyandu dengan pertumbuhan BB balita di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Daftar bacaan: 15 buku (1991 -2005).
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 06:57
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/678

Actions (login required)

View Item
View Item