WIJAYANTI, DEWI (2023) GAMBARAN HITUNG JUMLAH SEL MONOSIT PADA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT MARTHEN INDEY TAHUN 2023. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
KTI (DEWI WIJAYANTI).pdf

Download (14MB)

Abstract

Latar Belakang: Monosit adalah kelompok sel darah putih (leukosit) yang menjadi bagian dari sistem kekebalan yang beredar dalam aliran darah untuk mencari antigen. Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri konik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Monosit berperan penting dalam respon imun terhadap infeksi bakteri tuberculosis. Peningkatan hasil sel monosit dalam (monositosis) pada infeksi Tuberculosis dianggap sebagai aktifnya penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis didalam tubuh.Jenis penelitian ini adalah Deskiptif dengan desain Cross sectional.Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran hitung jumlah sel monosit pada penderita Tuberculosis Paru di Rumah Sakit Marthen Indey berdasarkan usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Jumlah sampel sebanyak 40 penderita.Metode Penelitian: chi- square dan hasil penelitiannya dalam bentuk narasi dan tabel. Pemeriksaan hitung jumlah sel monosit menggunakan alat mikroskop dengan metode diffcount. Hasil: Gambaran Hitung Jumlah Sel Monosit Pada Penderita Tuberculosis Paru Di Rumah Sakit Marthen Indey Tahun 2023 bahwa 26 (65%) penderita hasil monosit normal dan 14 (35%) penderita mengalami monositosis, berdasarkan usia positif +1 usia 26-50 tahun sebanyak 3 (7,5%) penderita, positif +2 usia >50 tahun sebanyak 4 (10%) penderita, sedangkan pada positif +3 usia >50 tahun sebanyak 2 (5%) penderita. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki monosit meningkat dalam darah dibandingkan perempuan, pada laki-laki positif +1 sebanyak 3 (7,5%) penderita, laki-laki positif +2 sebanyak 4 ( 10%) penderita, laki-laki positif +3 sebanyak 3 (7,5%) penderita, sedangkan berdasarkan pekerjaan didapat monositosis positif +1 pada yang tidak bekerja sebanyak 3 (7,5%) penderita, positif +2 pada yang tidak bekerja sebanyak 3 (7,5%) penderita, positif +3 pada yang tidak bekerja sebanyak 2 (5%) penderita.Kesimpulan: Gambaran Hitung Jumlah Sel Monosit Pada Penderita Tuberculosis Paru Di Rumah Sakit Marthen Indey ditemukan meningkat pada positif +2, pada usia >50 tahun dengan jenis kelamin laki-laki, sedangkan berdasarkan pekerjaan meningkat pada yang tidak bekerja.

Kata Kunci: Jumlah Sel Monosit, M. tuberculosis, Rumah Sakit Marthen Indey, Tuberculosis Paru, Monositosis

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang: Monosit adalah kelompok sel darah putih (leukosit) yang menjadi bagian dari sistem kekebalan yang beredar dalam aliran darah untuk mencari antigen. Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri konik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Monosit berperan penting dalam respon imun terhadap infeksi bakteri tuberculosis. Peningkatan hasil sel monosit dalam (monositosis) pada infeksi Tuberculosis dianggap sebagai aktifnya penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis didalam tubuh.Jenis penelitian ini adalah Deskiptif dengan desain Cross sectional.Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran hitung jumlah sel monosit pada penderita Tuberculosis Paru di Rumah Sakit Marthen Indey berdasarkan usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Jumlah sampel sebanyak 40 penderita.Metode Penelitian: chi- square dan hasil penelitiannya dalam bentuk narasi dan tabel. Pemeriksaan hitung jumlah sel monosit menggunakan alat mikroskop dengan metode diffcount. Hasil: Gambaran Hitung Jumlah Sel Monosit Pada Penderita Tuberculosis Paru Di Rumah Sakit Marthen Indey Tahun 2023 bahwa 26 (65%) penderita hasil monosit normal dan 14 (35%) penderita mengalami monositosis, berdasarkan usia positif +1 usia 26-50 tahun sebanyak 3 (7,5%) penderita, positif +2 usia >50 tahun sebanyak 4 (10%) penderita, sedangkan pada positif +3 usia >50 tahun sebanyak 2 (5%) penderita. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki monosit meningkat dalam darah dibandingkan perempuan, pada laki-laki positif +1 sebanyak 3 (7,5%) penderita, laki-laki positif +2 sebanyak 4 ( 10%) penderita, laki-laki positif +3 sebanyak 3 (7,5%) penderita, sedangkan berdasarkan pekerjaan didapat monositosis positif +1 pada yang tidak bekerja sebanyak 3 (7,5%) penderita, positif +2 pada yang tidak bekerja sebanyak 3 (7,5%) penderita, positif +3 pada yang tidak bekerja sebanyak 2 (5%) penderita.Kesimpulan: Gambaran Hitung Jumlah Sel Monosit Pada Penderita Tuberculosis Paru Di Rumah Sakit Marthen Indey ditemukan meningkat pada positif +2, pada usia >50 tahun dengan jenis kelamin laki-laki, sedangkan berdasarkan pekerjaan meningkat pada yang tidak bekerja. Kata Kunci: Jumlah Sel Monosit, M. tuberculosis, Rumah Sakit Marthen Indey, Tuberculosis Paru, Monositosis
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 07:13
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/682

Actions (login required)

View Item
View Item