NAFURBENAN, CICILIA (2026) MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU INTRAPARTUM DENGAN INERSIA UTERI SEKUNDER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
CICILIA NAFURBENAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (21MB)

Abstract

Dari pembahasan Penulis pada klien Ny. R.P, dapat disimpulkan :
1. Menurut Manuaba (1998), inersia sekunder adalah his cukup kuat, tetapi
kemudian menjadi lemah, hal ini tidak ada perbedaan antara teori dan keluhan
yang dialami oleh klien Ny. R.P
2. Dari hasil diagnosa, klien berpotensial terjadinya persalinan lama dan gawat
3.
janin. Dari diagnosa potensial tersebut tidak terjadi karena diimplementasikan
berdasarkan kolaborasi dengan dokter ruangan yaitu memasang infus RL +
Oxytocin 2 iu/im dengan kecepatan 20 tetes/menit selama 3 jam, dimana 5
menit setelah pemasangan, pembukaan lengkap, ketuban pecah spontan,
terjadi persalinan 15 menit kemudian. Kontraksi uterus baik, plasenta lahir
spontan, perdarahan normal, infus Oxytocin dipertahankan sambil dipantau
sampai akhir kala IV dan tanda - tanda vital dalam batas normal.
Inersia uteri sekunder ini disebabkan karena ibu merasa cemas. Untuk itu
bidan harus sigap dalam merumuskan diagnosa aktual agar cepat dalam
perencanaan asuhan yang dilakukan sehingga potensial terjadi pesalinan lama
dan gawat janin tidak menjadi aktual.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Dari pembahasan Penulis pada klien Ny. R.P, dapat disimpulkan : 1. Menurut Manuaba (1998), inersia sekunder adalah his cukup kuat, tetapi kemudian menjadi lemah, hal ini tidak ada perbedaan antara teori dan keluhan yang dialami oleh klien Ny. R.P 2. Dari hasil diagnosa, klien berpotensial terjadinya persalinan lama dan gawat 3. janin. Dari diagnosa potensial tersebut tidak terjadi karena diimplementasikan berdasarkan kolaborasi dengan dokter ruangan yaitu memasang infus RL + Oxytocin 2 iu/im dengan kecepatan 20 tetes/menit selama 3 jam, dimana 5 menit setelah pemasangan, pembukaan lengkap, ketuban pecah spontan, terjadi persalinan 15 menit kemudian. Kontraksi uterus baik, plasenta lahir spontan, perdarahan normal, infus Oxytocin dipertahankan sambil dipantau sampai akhir kala IV dan tanda - tanda vital dalam batas normal. Inersia uteri sekunder ini disebabkan karena ibu merasa cemas. Untuk itu bidan harus sigap dalam merumuskan diagnosa aktual agar cepat dalam perencanaan asuhan yang dilakukan sehingga potensial terjadi pesalinan lama dan gawat janin tidak menjadi aktual.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 07:20
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/683

Actions (login required)

View Item
View Item