KUSUMA, WISNU WIJAYA (2007) IDENTIFIKASI PENGGUNAAN ZAT PEWARNA PADA SAOS JAJANAN PENTOLAN TUSUK DAN SOSIS GORENG DI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH DISTRIK ABEPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
WISNU WIJAYA KUSUMA.pdf

Download (8MB)

Abstract

Penentuan mutu bahan makanan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor diantaranya cita rasa, warna, tekstur, dan nilai-nilai gizinya. Tetapi sebelum faktor-faktor lain dipertimbangkan secara visual, faktor warna tampil lebih dahulu kadang-kadang sangat menentukan. Zat pewarna merupakan salah satu jenis bahan tambahan makanan yang dipergunakan dengan maksud untuk menarik selera dan keinginan konsumen.. Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya penggunaan zat pewarna sintetik pada saos jajanan pentol tusuk dan sosis goreng. Penelitian Deskriptif dengan pendekatan Observasi sebagai bahan Karya Tulis Ilmiah ini dilaksanakan pada sekolah - sekolah dasar yang berada pada di Distrik Abepura Kotamadya Jayapura, Bertujuan untuk mengidentifikasi zat pewarna yang digunakan pada makanan jajanan itu sesuai dengan peraturan pada makanan Menteri Kesehatan RI No 239/ MenKes/ Per/ V/1985. tentang zat pewarna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya. Untuk mengidentif ngidentifikasi zat pewarna yang dipergunakan pada saos maka metode yang dipakai adalah metode Kualitatif, dimana sampel yang diambil disetiap sekolah diidentifikasi dan dibandingkan dengan kontrol zat pewarna sintetis.

Berdasarkan pengambilan sampel dari 12 SD yang berada di Distrik Abepura diperoleh sampel sebanyak 17 buah sampel dengan warna merah dan orange. Dan hasil pengidentifikasian menunjukan 1 sampel positif ewarna menggunakan zat pewarna sintetis, pada pedagang di lingkungan SD Kampung

Baru.

Dari hasil hasil tersebut perlu kiranya pembinaan dan pengarahan pihak yang berwenang untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada para pedagang makanan jajanan agar menggunakan zat pewarna yang diijinkan untuk makanan. Kepada pihak sekolah yang di lingkungan sekolahnya diketahui ada pedagang yang positif menggunakan zat pewarna sintetis agar memberikan pengertian pada anak didiknya agar tidak jajan ditempat tersebut dan pihak sekolah mnyediakan jajanan yang memenuhi persayaratan kesehatan.

Kepustakaan 13 (1985 -2003).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Penentuan mutu bahan makanan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor diantaranya cita rasa, warna, tekstur, dan nilai-nilai gizinya. Tetapi sebelum faktor-faktor lain dipertimbangkan secara visual, faktor warna tampil lebih dahulu kadang-kadang sangat menentukan. Zat pewarna merupakan salah satu jenis bahan tambahan makanan yang dipergunakan dengan maksud untuk menarik selera dan keinginan konsumen.. Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya penggunaan zat pewarna sintetik pada saos jajanan pentol tusuk dan sosis goreng. Penelitian Deskriptif dengan pendekatan Observasi sebagai bahan Karya Tulis Ilmiah ini dilaksanakan pada sekolah - sekolah dasar yang berada pada di Distrik Abepura Kotamadya Jayapura, Bertujuan untuk mengidentifikasi zat pewarna yang digunakan pada makanan jajanan itu sesuai dengan peraturan pada makanan Menteri Kesehatan RI No 239/ MenKes/ Per/ V/1985. tentang zat pewarna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya. Untuk mengidentif ngidentifikasi zat pewarna yang dipergunakan pada saos maka metode yang dipakai adalah metode Kualitatif, dimana sampel yang diambil disetiap sekolah diidentifikasi dan dibandingkan dengan kontrol zat pewarna sintetis. Berdasarkan pengambilan sampel dari 12 SD yang berada di Distrik Abepura diperoleh sampel sebanyak 17 buah sampel dengan warna merah dan orange. Dan hasil pengidentifikasian menunjukan 1 sampel positif ewarna menggunakan zat pewarna sintetis, pada pedagang di lingkungan SD Kampung Baru. Dari hasil hasil tersebut perlu kiranya pembinaan dan pengarahan pihak yang berwenang untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada para pedagang makanan jajanan agar menggunakan zat pewarna yang diijinkan untuk makanan. Kepada pihak sekolah yang di lingkungan sekolahnya diketahui ada pedagang yang positif menggunakan zat pewarna sintetis agar memberikan pengertian pada anak didiknya agar tidak jajan ditempat tersebut dan pihak sekolah mnyediakan jajanan yang memenuhi persayaratan kesehatan. Kepustakaan 13 (1985 -2003).
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 07:21
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/686

Actions (login required)

View Item
View Item