SAMSYURIATI, - (2006) IDENTIFIKASI BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG BEKAS YANG DIGUNAKAN OLEH PEDAGANG GORENGAN DI KOTA SENTANI TENGAH. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
SAMSYURIATI.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pada umumnya menggunakan minyak goreng untuk mengolah makanan, baik untuk lauk pauk maupun untuk makanan jajanan. Makanan gorengan adalah makanan yang dihasilkan dengan cara menggoreng yaitu memasukan bahan makanan kedalam minyak yang telah dipanaskan terlebih dahulu.

Di kota Sentani Tengah terdapat ± 20 pedagang gorengan yang menjual berbagai macam jenis makanan gorengan diantaranya pisang goreng. tahu isi, tempe goreng, bakwan, pisang molen, ubi goreng, dan lumpia. Dengan lokasi berjualan di pinggir jalan raya yaitu mudah dilihat dan mudah dijangkau, selain itu juga makanan jajanan ini sangat murah sehingga siapa saja boleh membelinya, entah dari kalangan atas, menengah atau kalangan dari bawah.

Penulis tertarik untuk meneliti bilangan peroksida pada minyak goreng yang digunakan oleh pedagang gorengan dikarenakan sebagian besar masyarakat suka mengkonsumsi makanan jajanan gorengan. Peneltiian ini dilakukan terhadap 12 pedagang gorengan yang memenuhi kriteria populasi sasaran. Cara pengambilan sampel yaitu minyak yang digunakan pedagang adalah minyak baru yang dipakai 4 kali menggoreng tanpa ada penambahan, dengan warna minyak berwarna kuning kecoklatan. Kemudian sampel ini diujikan ke laboratorium Perdagangan dan Perindustrian dengan hasil yang di dapat yang paling tinggi adalah contoh uji 4 yaitu isi 151,9 mg/kg sedangkan yang paling rendah contoh uji 1 yaitu 43,8 mg/kg denga rata-rata 81,96.

Daftar bacaan 10 buku (1987-2005).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pada umumnya menggunakan minyak goreng untuk mengolah makanan, baik untuk lauk pauk maupun untuk makanan jajanan. Makanan gorengan adalah makanan yang dihasilkan dengan cara menggoreng yaitu memasukan bahan makanan kedalam minyak yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Di kota Sentani Tengah terdapat ± 20 pedagang gorengan yang menjual berbagai macam jenis makanan gorengan diantaranya pisang goreng. tahu isi, tempe goreng, bakwan, pisang molen, ubi goreng, dan lumpia. Dengan lokasi berjualan di pinggir jalan raya yaitu mudah dilihat dan mudah dijangkau, selain itu juga makanan jajanan ini sangat murah sehingga siapa saja boleh membelinya, entah dari kalangan atas, menengah atau kalangan dari bawah. Penulis tertarik untuk meneliti bilangan peroksida pada minyak goreng yang digunakan oleh pedagang gorengan dikarenakan sebagian besar masyarakat suka mengkonsumsi makanan jajanan gorengan. Peneltiian ini dilakukan terhadap 12 pedagang gorengan yang memenuhi kriteria populasi sasaran. Cara pengambilan sampel yaitu minyak yang digunakan pedagang adalah minyak baru yang dipakai 4 kali menggoreng tanpa ada penambahan, dengan warna minyak berwarna kuning kecoklatan. Kemudian sampel ini diujikan ke laboratorium Perdagangan dan Perindustrian dengan hasil yang di dapat yang paling tinggi adalah contoh uji 4 yaitu isi 151,9 mg/kg sedangkan yang paling rendah contoh uji 1 yaitu 43,8 mg/kg denga rata-rata 81,96. Daftar bacaan 10 buku (1987-2005).
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 08:44
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/713

Actions (login required)

View Item
View Item