HALITOPO, FALDO (2024) HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERCULOSIS PADA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAENA TAHUN 2024. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
FALDO HALITOPO.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang menyerang paru-paru dan dapat berakibat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan (Jamila, dkk dalam Gloria, Rasyid, Kursani, & Umayyah, 2022). Data awal dari Puskesmas Waena menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat 106 kasus TB, dengan 89 kasus berhasil menyelesaikan pengobatan. Pada tahun 2023, jumlah kasus meningkat menjadi 140. Meskipun demikian, dalam dua tahun terakhir, belum ada 100% pasien yang berhasil menyelesaikan pengobatan, terutama disebabkan oleh kurangnya kepatuhan dalam minum obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien TB dalam meminum obat di wilayah kerja Puskesmas Waena. Penelitian ini penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB dan untuk mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan pendekatan observasi. Populasi penelitian meliputi pasien yang sedang menjalani pengobatan TB dan keluarga mereka di wilayah kerja Puskesmas Waena. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis untuk menentukan hubungan antara variabel dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga sebagian besar berada dalam kategori cukup, dengan seluruh responden (59 orang, 100%) melaporkan mendapatkan dukungan yang memadai. Namun, nilai p-value sebesar 0,222 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat anti TB. Dari 70 responden, sebanyak 44 orang (62,9%) menunjukkan tingkat kepatuhan yang cukup. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien en dalam meminum obat anti TB, dengan nilai p-value sebesar 0,222. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin lebih berpengaruh terhadap kepatuhan pasien, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif.

Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Pasien TB

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang menyerang paru-paru dan dapat berakibat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan (Jamila, dkk dalam Gloria, Rasyid, Kursani, & Umayyah, 2022). Data awal dari Puskesmas Waena menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat 106 kasus TB, dengan 89 kasus berhasil menyelesaikan pengobatan. Pada tahun 2023, jumlah kasus meningkat menjadi 140. Meskipun demikian, dalam dua tahun terakhir, belum ada 100% pasien yang berhasil menyelesaikan pengobatan, terutama disebabkan oleh kurangnya kepatuhan dalam minum obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien TB dalam meminum obat di wilayah kerja Puskesmas Waena. Penelitian ini penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB dan untuk mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan pendekatan observasi. Populasi penelitian meliputi pasien yang sedang menjalani pengobatan TB dan keluarga mereka di wilayah kerja Puskesmas Waena. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis untuk menentukan hubungan antara variabel dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga sebagian besar berada dalam kategori cukup, dengan seluruh responden (59 orang, 100%) melaporkan mendapatkan dukungan yang memadai. Namun, nilai p-value sebesar 0,222 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat anti TB. Dari 70 responden, sebanyak 44 orang (62,9%) menunjukkan tingkat kepatuhan yang cukup. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pasien en dalam meminum obat anti TB, dengan nilai p-value sebesar 0,222. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin lebih berpengaruh terhadap kepatuhan pasien, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Pasien TB
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 08:44
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/715

Actions (login required)

View Item
View Item