Nanggewa, Ruth Irianti (2006) HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN PANGAN DALAM KELUARGA ASUPAN GIZI (ENERGI DAN PROTEIN) DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 1-5 TAHUN DI KAMPUNG COA DISTRIK KAIMANA KОTА. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
RUTH IRIANTI NANGGEWA.pdf

Download (6MB)

Abstract

Tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2005 2009 bidang kesehatan adalah menurunkan prevalensi gizi kurang setinggi-tingginya 20%. Menurut data tahun 2004 pada Puskesmas Kaimana terdapat jumlah balita di Kampung Coa ditemukan 8 anak (22,85%) menderita gizi kurang dari 35 anak balita.

Melihat dari masalah diatas, penulis merumuskan masalah, yaitu bagaimakah hubungan ketersediaan pangan dalam keluarga asupan gizi (energi dan protein) dengan status gizi anak umur 15 tahun untuk menurunkan proporsi gizi kurang di kampung Coa Distrik Kaimana Kota.

Penulis melakukan penelitian di Kampung Coa Distrik Kaimana Kota, dimana karakteristik sampel keluarga sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan petani dengan penghasilan rata-rata Rp. 300.000,-perbulan, dimana dengan pendapatan yang minim itu dan rendahnya pendidikan serta kurangnya pengetahuan berdampak pada ketersediaan pangan dalam keluarga, asupan gizi dan status gizi anak balita.

Penelitan ini dilakukan pada bulan Juli Agustus, dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional study dengan subjek penelitian sebanyak 39 kepala keluarga dan 56 anak balita. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesinoer, metode food acount, serta merecall makanan untuk mengetahui ketersediaan pangan serta asupan gizi (energi dan protein) dan untuk mengetahui status gizi, dengan menggunakan uji statistik koefisien korelasi dengan bantuan SPSS Ver 12.0.

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 56 anak balita, menunjukkan bahwa hasil analisis uji statistik ketersediaan pangan untuk energi dan asupan gizi untuk energi p > 0,05 sedangkan ketersediaan pangan untuk protein dengan asupan gizi protein menunjukan p > 0,05 artinya tidak ada hubungan antara ketersediaan pangan dan asupan gizi (energi dan protein). Asupan gizi (energi dan protein) dengan status gizi menunjukkan p<0,05 artinya ada hubungan asupan gizi (energi dan protein) dengan status gizi, sehingga perlu ada kerjasama berbagai pihak untuk meningkatkan status gizi.

Daftar bacaan 13 buku (1992-2004)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2005 2009 bidang kesehatan adalah menurunkan prevalensi gizi kurang setinggi-tingginya 20%. Menurut data tahun 2004 pada Puskesmas Kaimana terdapat jumlah balita di Kampung Coa ditemukan 8 anak (22,85%) menderita gizi kurang dari 35 anak balita. Melihat dari masalah diatas, penulis merumuskan masalah, yaitu bagaimakah hubungan ketersediaan pangan dalam keluarga asupan gizi (energi dan protein) dengan status gizi anak umur 15 tahun untuk menurunkan proporsi gizi kurang di kampung Coa Distrik Kaimana Kota. Penulis melakukan penelitian di Kampung Coa Distrik Kaimana Kota, dimana karakteristik sampel keluarga sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan petani dengan penghasilan rata-rata Rp. 300.000,-perbulan, dimana dengan pendapatan yang minim itu dan rendahnya pendidikan serta kurangnya pengetahuan berdampak pada ketersediaan pangan dalam keluarga, asupan gizi dan status gizi anak balita. Penelitan ini dilakukan pada bulan Juli Agustus, dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional study dengan subjek penelitian sebanyak 39 kepala keluarga dan 56 anak balita. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesinoer, metode food acount, serta merecall makanan untuk mengetahui ketersediaan pangan serta asupan gizi (energi dan protein) dan untuk mengetahui status gizi, dengan menggunakan uji statistik koefisien korelasi dengan bantuan SPSS Ver 12.0. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 56 anak balita, menunjukkan bahwa hasil analisis uji statistik ketersediaan pangan untuk energi dan asupan gizi untuk energi p > 0,05 sedangkan ketersediaan pangan untuk protein dengan asupan gizi protein menunjukan p > 0,05 artinya tidak ada hubungan antara ketersediaan pangan dan asupan gizi (energi dan protein). Asupan gizi (energi dan protein) dengan status gizi menunjukkan p<0,05 artinya ada hubungan asupan gizi (energi dan protein) dengan status gizi, sehingga perlu ada kerjasama berbagai pihak untuk meningkatkan status gizi. Daftar bacaan 13 buku (1992-2004)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 08:51
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/717

Actions (login required)

View Item
View Item