. S. C. PANIGORO, SHINTA (2025) MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN KETÜBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
39. shinta s.c. panigoro.pdf
Restricted to Registered users only
Download (17MB)
Abstract
Ketuban pecah dini dapat terjadi pada primi maupun multipara dan pada
kehamilan diatas 22 minggu (preterm, aterm dan posterm).
Berdasarkan asuhan kebidanan yang telah diberikan pada Ny. Y, umur 20
tahun, GI P0 A0, umur kehamilan 40 minggu, inpartu dengan ketuban pecah
dini di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura, Ketuban pecah dini dapat
terjadi pada umur kehamilan diatas 22 - 36 minggu yaitu preterm, 37-40
minggu yaitu aterm dan diatas 40 - 42 minggu yaitu postterm. Dengan
penanganan yang berbeda sesuai usia kehamilan. Kasus yang penulis tangani
saat ini penanganannya adalah dengan dilakukan induksi persalinan.
Perawatan yang dilakukan diruangan kepada kllien dengan kasus ketuban
pecah dini pada umumnya sudah baik, tetapi masih harus diperhatikan
terhadap pencegahan infeksi atau kesterilan alat-alat yang digunakan. Dalam
penerapan manajemen kebidanan sudah dilakukan namun belum dapat
dikembangkan sepenuhnya. Jika dibandingkan dengan teori dan praktek
dilapangan, maka tidak terdapat kesenjangan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Ketuban pecah dini dapat terjadi pada primi maupun multipara dan pada kehamilan diatas 22 minggu (preterm, aterm dan posterm). Berdasarkan asuhan kebidanan yang telah diberikan pada Ny. Y, umur 20 tahun, GI P0 A0, umur kehamilan 40 minggu, inpartu dengan ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura, Ketuban pecah dini dapat terjadi pada umur kehamilan diatas 22 - 36 minggu yaitu preterm, 37-40 minggu yaitu aterm dan diatas 40 - 42 minggu yaitu postterm. Dengan penanganan yang berbeda sesuai usia kehamilan. Kasus yang penulis tangani saat ini penanganannya adalah dengan dilakukan induksi persalinan. Perawatan yang dilakukan diruangan kepada kllien dengan kasus ketuban pecah dini pada umumnya sudah baik, tetapi masih harus diperhatikan terhadap pencegahan infeksi atau kesterilan alat-alat yang digunakan. Dalam penerapan manajemen kebidanan sudah dilakukan namun belum dapat dikembangkan sepenuhnya. Jika dibandingkan dengan teori dan praktek dilapangan, maka tidak terdapat kesenjangan. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 08:59 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/72 |

