IMBIRI, LIANA CORINA (2006) HUBUNGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS DAN INTAKE ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA YANG DATANG MENIMBANG DI PUSKESMAS JAYAPURA UTARA KOTA JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
LIANA CORINA IMBIRI.pdf

Download (17MB)

Abstract

Kurang energi protein (KEP) merupakan salah satu masalah gizi kurang yang dijumpai di Indonesia dan pada tahun 1995 dijumpai 35,4% anak balita menderita KEP. Selain intake makan yang rendah faktor yang juga secara langsung memegang peranan penting terjading masalah gizi kurang adalah diare dan keadaan infeksi akan mengakibatkan peningkatan kebutuhan zat gizi pada keadaan sakit, sehingga anak tidak mau makan dan kebutuhan zat gizinya tidak terpenuhi. Dari data laporan infeksi saluran pernafasan atas dan status gizi di puskesmas. jayapura utara tahun 2004 bahwa dari 3,871 anak balita yang datang timbang 25,98% menderita infeksi saluran pernafasan atsa dan 22,441% dengan gizi kurang

ISPA merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering dijumpai pada anak balita dengan mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Di Indonesia kematian kerena infeksi saluran pernafasan atas pada anak yang berumur kurang dari 1 tahun menduduki peringkat dua, sedangkan pada anak balita menepati posisi kedua setelah diare.

Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 21 November sampai tanggal 3 Desember 2005 di Puskesmas Jayapura Utara Kota Jayapura. Melibatkan 80 sampel anak balita yang datang menimbang dengan responden ibu atau pengasuh anak balita yang mendampingi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian infeksi saluran pernapasan atas dan intake zat gizi dengan status gizi anak balita.

Jenis penelitisn ini adalah "Deskriptif Analitik" dengan pendekatan Cross Sectionaly Study dimana penyakit ISPA dan intake zat gizi dihubungkan dengan status gizi anak balita di observasi secara bersama. Semua balita sehat dan balita dengan diagnosa ISPA yang datang menimbang pada waktu penelitian menjadi sampe dalam penelitian ini (total sampling). Melihat ada tidaknya hubungan menggunakan uji chi-square.

Dari penelitian ini didapat 85% sampel berstatus gizi baik dan 15% berstatus gizi kurang, 23,75% memiliki intake zat gizi baik dan 76.25% memiliki intake zat gizi kurang, sebanyak 37,5% sampel dalam keadaan sehat dan 62.5% balita menderita ISPA. Tidak ada hubungan atara Kejadian ISPA dan intake zat gizi balita yang datang berkunjung ke Puskesmas Jayapura Utara dengan status gizi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Kurang energi protein (KEP) merupakan salah satu masalah gizi kurang yang dijumpai di Indonesia dan pada tahun 1995 dijumpai 35,4% anak balita menderita KEP. Selain intake makan yang rendah faktor yang juga secara langsung memegang peranan penting terjading masalah gizi kurang adalah diare dan keadaan infeksi akan mengakibatkan peningkatan kebutuhan zat gizi pada keadaan sakit, sehingga anak tidak mau makan dan kebutuhan zat gizinya tidak terpenuhi. Dari data laporan infeksi saluran pernafasan atas dan status gizi di puskesmas. jayapura utara tahun 2004 bahwa dari 3,871 anak balita yang datang timbang 25,98% menderita infeksi saluran pernafasan atsa dan 22,441% dengan gizi kurang ISPA merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering dijumpai pada anak balita dengan mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Di Indonesia kematian kerena infeksi saluran pernafasan atas pada anak yang berumur kurang dari 1 tahun menduduki peringkat dua, sedangkan pada anak balita menepati posisi kedua setelah diare. Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 21 November sampai tanggal 3 Desember 2005 di Puskesmas Jayapura Utara Kota Jayapura. Melibatkan 80 sampel anak balita yang datang menimbang dengan responden ibu atau pengasuh anak balita yang mendampingi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian infeksi saluran pernapasan atas dan intake zat gizi dengan status gizi anak balita. Jenis penelitisn ini adalah "Deskriptif Analitik" dengan pendekatan Cross Sectionaly Study dimana penyakit ISPA dan intake zat gizi dihubungkan dengan status gizi anak balita di observasi secara bersama. Semua balita sehat dan balita dengan diagnosa ISPA yang datang menimbang pada waktu penelitian menjadi sampe dalam penelitian ini (total sampling). Melihat ada tidaknya hubungan menggunakan uji chi-square. Dari penelitian ini didapat 85% sampel berstatus gizi baik dan 15% berstatus gizi kurang, 23,75% memiliki intake zat gizi baik dan 76.25% memiliki intake zat gizi kurang, sebanyak 37,5% sampel dalam keadaan sehat dan 62.5% balita menderita ISPA. Tidak ada hubungan atara Kejadian ISPA dan intake zat gizi balita yang datang berkunjung ke Puskesmas Jayapura Utara dengan status gizi.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 09:03
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/721

Actions (login required)

View Item
View Item