LUM, UNI (2024) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KUSTA DI DISTRIK BIAK KOTA, KABUPATEN BIAK NUMFOR TAHUN 2024. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
UNI LUM.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang: Penyakit kusta (Lepra Morbus Hansen) merupakan penyakit infeksi menahun yang disebabkan oleh Organisme Intraseluler Obligat Mycrobacterium Leprae. Indonesia memiliki 11.173 kasus terkonfirmasi, peringka ketiga setelah Brazil dengan 17.979 kasus dan India dengan 65.147 kasus. Menurut Dinas Kesehatan Papua (2023), prevalensi penyakit kusta di Papua diperkirakan mencapai 5.8 per 10.000 penduduk pada tahun 2022. Distrik Biak Kota menduduki kasus terbanyak pertama di Kabupaten Biak Numfor dengan jumlah kasus baru sebanyak 76 kasus di tahun 2023. Tujuan penelitian: Mengetahui factor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kusta di Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain desain cros sectional dalam menentukan sampel dengan menggunakan teknik Non-probability Sampling dengan jenis total sampling. Jumlah sampel 42 responden. Hasil penelitian: Tidak ada pengaruh antara tingkat pengetahuan p= 0,375, status ekonomi p= 1,000, personal hygiene p= 0,714, vaksinasi BCG p= 0,662, riwayat kontak p= 0,416, suhu ruangan p= 0,269, pengaruh kelembaban p= 1,000, jenis lantai p= 0,387, kepadatan hunian p= 1,000, luas ventilasi p= 0,708 dengan kejadian kusta. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satupun dari faktor-faktor tersebut yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian kusta di Distrik Biak Kota. Diperlukan penelitian lanjutan terkait penyebab tidak berpengaruhnya faktor-faktor yang diteliti dengan kejadian kusta.

Kata kunci : faktor internal; faktor eksternal; Kejadian Kusta,

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar belakang: Penyakit kusta (Lepra Morbus Hansen) merupakan penyakit infeksi menahun yang disebabkan oleh Organisme Intraseluler Obligat Mycrobacterium Leprae. Indonesia memiliki 11.173 kasus terkonfirmasi, peringka ketiga setelah Brazil dengan 17.979 kasus dan India dengan 65.147 kasus. Menurut Dinas Kesehatan Papua (2023), prevalensi penyakit kusta di Papua diperkirakan mencapai 5.8 per 10.000 penduduk pada tahun 2022. Distrik Biak Kota menduduki kasus terbanyak pertama di Kabupaten Biak Numfor dengan jumlah kasus baru sebanyak 76 kasus di tahun 2023. Tujuan penelitian: Mengetahui factor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian kusta di Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain desain cros sectional dalam menentukan sampel dengan menggunakan teknik Non-probability Sampling dengan jenis total sampling. Jumlah sampel 42 responden. Hasil penelitian: Tidak ada pengaruh antara tingkat pengetahuan p= 0,375, status ekonomi p= 1,000, personal hygiene p= 0,714, vaksinasi BCG p= 0,662, riwayat kontak p= 0,416, suhu ruangan p= 0,269, pengaruh kelembaban p= 1,000, jenis lantai p= 0,387, kepadatan hunian p= 1,000, luas ventilasi p= 0,708 dengan kejadian kusta. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satupun dari faktor-faktor tersebut yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian kusta di Distrik Biak Kota. Diperlukan penelitian lanjutan terkait penyebab tidak berpengaruhnya faktor-faktor yang diteliti dengan kejadian kusta. Kata kunci : faktor internal; faktor eksternal; Kejadian Kusta,
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 09:32
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/736

Actions (login required)

View Item
View Item