MANURI, SILTHI YANTI (2006) HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA PETANI, DAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA USIA (1 - 5) TAHUN DI RW. III DESA DOYO BARU DISTRIK WAIBU KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
SILTHI YANTI MANURI.pdf
Download (4MB)
Abstract
Program perbaikan gizi penduduk di Provinsi Papua merupakan salah satu wujud tujuan yang hendak di capai di era Otonomi Khusus (OTSUS) Papua. Implementasinya untuk meningkatkan dan memperbaki gizi masyarakat di Provinsi Papua terwujud pada upaya perbaikan gizi penduduk seperti ter Tuang dalam Undang-Undang Otonomi Daerah Papua Tahun 2000-2005, oleh sebab itu pembangunan kesehatan di Papua ini tidak lagi berlandaskan paradigma sakti tetapi paradigma sehat.
Pendapatan adalah nilai nilai serta jasa yang selama periode tertentu akan dikonsumsikan olehnya sampal ia bertambah kaya atau bertambah miskin
Asupan Gizi adalah merupakan salah atau faktor yang turut serta mempengaruhi struktur gizi anak balita dimana bila asupan gizi baik maka status gizinya baik dan senaliknya.
Status Gizi adalah merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan mutu hidup manusia dan produktifitas, angka kesehatan fisik, dan kematian yang pada anak balita, menurunya daya kerja fisik serta terganggunya perkembangan mental, bila di telusiri adalah akibat langsung dan tidak langsung dari kadar gizi kurang.
Data primer yang di peroleh adalah melalui wawancara langsung dengan responden yang temul dan diwawancaral tersebut dengan menggunakan quisiona, sedangkan data sekunder yaitu mengenai data-data monografi data yang dikumpulkan di analisa secara statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel yang digunakan uji squer dengan X't = 3,841 cinfidence level 95% dan Q 0,05
Untuk mengetahui hubungan pendapatan perkapita keluarga petani dan azupan zat gizi dengan status gizi anak balita di mana di ketahui bahwa pendapatan baik pada responden berjumlah 28 atau 70% dan pendapatan kurang berjumlah 12 atau 30%, selanjutnya asupan gizi baik pada sampel berjumlah 25 atau 62,5% dan asupan kurang berjumlah 27 atau 67,5% dan status gizi kurang berjumlah 13 atau 32,5 dan pendapatan baik status gizi baik berjumlah 20 atau 50% pendapatan baik status gizi kurang berjumlah 7 atau 17,5% status gizi kurang pendapatan kurang berjumlah 6 atau 15%. Dan asupan Zat gizi kurang berjumlah 7 atau 17, 5% dan status gizi bauk asupan zat gizi baik azupan zat gizi kurang berjumlah 7 atau 17, 5% dan status gizi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Program perbaikan gizi penduduk di Provinsi Papua merupakan salah satu wujud tujuan yang hendak di capai di era Otonomi Khusus (OTSUS) Papua. Implementasinya untuk meningkatkan dan memperbaki gizi masyarakat di Provinsi Papua terwujud pada upaya perbaikan gizi penduduk seperti ter Tuang dalam Undang-Undang Otonomi Daerah Papua Tahun 2000-2005, oleh sebab itu pembangunan kesehatan di Papua ini tidak lagi berlandaskan paradigma sakti tetapi paradigma sehat. Pendapatan adalah nilai nilai serta jasa yang selama periode tertentu akan dikonsumsikan olehnya sampal ia bertambah kaya atau bertambah miskin Asupan Gizi adalah merupakan salah atau faktor yang turut serta mempengaruhi struktur gizi anak balita dimana bila asupan gizi baik maka status gizinya baik dan senaliknya. Status Gizi adalah merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan mutu hidup manusia dan produktifitas, angka kesehatan fisik, dan kematian yang pada anak balita, menurunya daya kerja fisik serta terganggunya perkembangan mental, bila di telusiri adalah akibat langsung dan tidak langsung dari kadar gizi kurang. Data primer yang di peroleh adalah melalui wawancara langsung dengan responden yang temul dan diwawancaral tersebut dengan menggunakan quisiona, sedangkan data sekunder yaitu mengenai data-data monografi data yang dikumpulkan di analisa secara statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel yang digunakan uji squer dengan X't = 3,841 cinfidence level 95% dan Q 0,05 Untuk mengetahui hubungan pendapatan perkapita keluarga petani dan azupan zat gizi dengan status gizi anak balita di mana di ketahui bahwa pendapatan baik pada responden berjumlah 28 atau 70% dan pendapatan kurang berjumlah 12 atau 30%, selanjutnya asupan gizi baik pada sampel berjumlah 25 atau 62,5% dan asupan kurang berjumlah 27 atau 67,5% dan status gizi kurang berjumlah 13 atau 32,5 dan pendapatan baik status gizi baik berjumlah 20 atau 50% pendapatan baik status gizi kurang berjumlah 7 atau 17,5% status gizi kurang pendapatan kurang berjumlah 6 atau 15%. Dan asupan Zat gizi kurang berjumlah 7 atau 17, 5% dan status gizi bauk asupan zat gizi baik azupan zat gizi kurang berjumlah 7 atau 17, 5% dan status gizi |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 09:38 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/738 |

