KEDUMAN, YUBELINA (2024) EFEKTIFITAS SELF TAPPING UNTUK MENURUNKAN DISMENOREA PADA MAHASISWI USIA 18-25 TAHUN DI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA TAHUN 2024. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
YUBELINA KEDUMAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar belakang: Dismenorea atau rasa nyeri terjadi sebelum menstruasi atau selama menstruasi nyeri yang di alami wanita bukan suatu penyakit tetapi suatu gejala yang di akibatkan hiperkontraktilitas uterus yang di sebabkan prostaglandin. Prostaglandin hanya dapat menimbulkan rasa nyeri, nyeri saat haid dapat terjadi bila kadar prostaglandin dalam darah rendah. (Surwono, 2006). Angka kejadian nyeri haid di unia sangat tinggi. Prevalensi dismenorea di Indonesia sebesar 64,25% vang terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9.36% dismenorea sekunder. Tujuan: Mengetahui pengaruh efektifitas self tapping untuk menurunkan dismenore terhadap mahasiswi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan kuatitatif Quasi- eksperiment tanpa kelompok pembanding (control), dengan design one grup pre test - post test yaitu dengan dilakukan dua kali pengukuran pada mahasiswi yang mengalami Hasil: Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon di peroleh nilai P Value 0,001< a (0.05) yang berarti bahwa ada penurunan tingkat nyeri setelah diberikan terapi self tapping. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh self tapping terhadap penurunan dysmenorrhea. Saran: Self tapping merupakan salah satu Teknik non-farmakologi yang murah dan mudah untuk di terapkan saat mengalami nyeri berdasarkan hasil penelitian menunjukan adanya efektifif self tapping terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea
Kata Kunci: dysmenorrhea, self tapping, mahasiswi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar belakang: Dismenorea atau rasa nyeri terjadi sebelum menstruasi atau selama menstruasi nyeri yang di alami wanita bukan suatu penyakit tetapi suatu gejala yang di akibatkan hiperkontraktilitas uterus yang di sebabkan prostaglandin. Prostaglandin hanya dapat menimbulkan rasa nyeri, nyeri saat haid dapat terjadi bila kadar prostaglandin dalam darah rendah. (Surwono, 2006). Angka kejadian nyeri haid di unia sangat tinggi. Prevalensi dismenorea di Indonesia sebesar 64,25% vang terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9.36% dismenorea sekunder. Tujuan: Mengetahui pengaruh efektifitas self tapping untuk menurunkan dismenore terhadap mahasiswi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. Metode: Penelitian ini menggunakan kuatitatif Quasi- eksperiment tanpa kelompok pembanding (control), dengan design one grup pre test - post test yaitu dengan dilakukan dua kali pengukuran pada mahasiswi yang mengalami Hasil: Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon di peroleh nilai P Value 0,001< a (0.05) yang berarti bahwa ada penurunan tingkat nyeri setelah diberikan terapi self tapping. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh self tapping terhadap penurunan dysmenorrhea. Saran: Self tapping merupakan salah satu Teknik non-farmakologi yang murah dan mudah untuk di terapkan saat mengalami nyeri berdasarkan hasil penelitian menunjukan adanya efektifif self tapping terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea Kata Kunci: dysmenorrhea, self tapping, mahasiswi |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 09:43 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/742 |

