ASHARI, AYU (2024) GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PENDERITA DEMAM TIFOID DI RSAL dr. SOEDIBJO SARDADI KOTA JAYAPURA TAHUN 2024. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
KTI Ayu Ashari.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang. Demam tifoid merupakan salah satu infeksi yang disebabkan
bakteri Salmonella typhi. Diagnosa demam tifoid dapat juga didukung dari hasil pemeriksaan penunjang sederhana seperti pemeriksaan jumlah leukosit. Peningkatan jumlah leukosit terjadi karena saat bakteri masuk system pertahanan seluler yang berupa neutrophil akan berperan dalam proses fagositosis yang menyerang bakteri salmonella. Tujuan penelitian. Untuk mengetahui Gambaran Jumlah Leukosit Pada Penderita Demam Tifoid di RSAL dr. Soedibjo Sardadi Jayapura. Metode penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Hasil penelitian. Gambaran Jumlah Leukosit Pada Penderita Demam Tifoid menunjukkan jumlah leukosit paling meningkat pada titer 1/320 sebanyak 8 orang (47,1%) dan jumlah leukosit paling menurun pada titer 1/160 sebanyak 3 orang (23,1%). Jumlah leukosit paling meningkat di usia 15-44 tahun sebanyak 5 orang (29,4%) dan menurun 4 orang (23,5%). Untuk jenis kelamin perempuan dan laki-laki jumlah leukositnya sama-sama meningkat pada perempuan 5 orang (27,8%) dan laki-laki 5 orang (41,7%). Jumlah leukosit paling meningkat pada tidak bekerja sebanyak 4 orang (50%) dan paling menurun pada PNS sebanyak 2 orang (40%). Kesimpulan. Peningkatan jumlah leukosit pada penderita demam tifoid terjadi pada usia 15-44
tahun, berjenis kelamin perempuan dan juga laki-laki, dan tidak bekerja.
Kata Kunci: Demam Tifoid, Jumlah Leukosit, Salmonella Typhi, RSAL dr. Soedibjo Sardadi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang. Demam tifoid merupakan salah satu infeksi yang disebabkan bakteri Salmonella typhi. Diagnosa demam tifoid dapat juga didukung dari hasil pemeriksaan penunjang sederhana seperti pemeriksaan jumlah leukosit. Peningkatan jumlah leukosit terjadi karena saat bakteri masuk system pertahanan seluler yang berupa neutrophil akan berperan dalam proses fagositosis yang menyerang bakteri salmonella. Tujuan penelitian. Untuk mengetahui Gambaran Jumlah Leukosit Pada Penderita Demam Tifoid di RSAL dr. Soedibjo Sardadi Jayapura. Metode penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Hasil penelitian. Gambaran Jumlah Leukosit Pada Penderita Demam Tifoid menunjukkan jumlah leukosit paling meningkat pada titer 1/320 sebanyak 8 orang (47,1%) dan jumlah leukosit paling menurun pada titer 1/160 sebanyak 3 orang (23,1%). Jumlah leukosit paling meningkat di usia 15-44 tahun sebanyak 5 orang (29,4%) dan menurun 4 orang (23,5%). Untuk jenis kelamin perempuan dan laki-laki jumlah leukositnya sama-sama meningkat pada perempuan 5 orang (27,8%) dan laki-laki 5 orang (41,7%). Jumlah leukosit paling meningkat pada tidak bekerja sebanyak 4 orang (50%) dan paling menurun pada PNS sebanyak 2 orang (40%). Kesimpulan. Peningkatan jumlah leukosit pada penderita demam tifoid terjadi pada usia 15-44 tahun, berjenis kelamin perempuan dan juga laki-laki, dan tidak bekerja. Kata Kunci: Demam Tifoid, Jumlah Leukosit, Salmonella Typhi, RSAL dr. Soedibjo Sardadi |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 15:46 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/774 |

