ADY WARSITO, DANANG (2024) GAMBARAN KADAR HEMAGLOBIN PADA PENDERITA MALARIA TROPIKA DAN MALARIA TERSIANA DI PUSKESMAS KOYA BARAT TAHUN 2024. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
KTI Danang Ady Warsito.pdf
Download (6MB)
Abstract
Latar belakang. Malaria adalah suatu penyakit tropis yang disebabkan oleh parasit Plasmodium, yang menyerang sel darah merah. Salah satu gejala yang ditimbulkan oleh malaria adalah anemia. Di Indonesia ada beberapa daerah yang memiliki angka kejadian malaria yang tinggi, salah satunya di Papua dengan Annual malaria indeks sebesar (18,4%). Angka annual parasite indeks di Koya barat masih cukup tinggi yaitu tahun 2010 sebesar 409 per 1000 penduduk, mengalami peningkatan kembali sebesar 701 per 1000 penduduk di tahun 2013 dan menurun kembali sebesar 377 per 1000 penduduk di talum 2014. Tujuan penelitian. Untuk mengukur kadar Hb pada penderita malaria tropika dan malaria tersiana di puskesmas koya barat berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal. Metode penelitian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional di mana pengambilan sampel di lakukan pada satu saat yang bersamaan untuk melihat gambaran kadar hemoglobin dengan malaria tropika dan malaria tersiana Puskesmas Koya Barat. Hasil penelitian. Ditemukan jumlah penderita malaria tropika dengan kadar Hb abnormal lebih banyak 6 (22,2%), dan malaria tersiana 14(58,3%). Usia penderita dengan kadar Hb abnormal terbanyak pada malaria tropika adalah 21-40 tahun sebanyak 13 orang (72,2%), dan pada malaria tersiana adalah 10-20 tahun sebanyak 6 orang (54,5%). Jenis kelamin penderita dengan kadar Hb abnormal terbanyak pada penderita malaria tropika adalah perempuan sebanyak14 orang (77,7%) dan pada malaria tersiana laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama yaitu 7 orang (58,3%). Tempat tinggal penderita dengan kadar Hb abnormal terbanyak pada penderita malaria tersiana adalah Koya koso sebanyak 14 orang (93,3%) dan malaria tersiana adalah Koya koso sebanyak 6 orang (60%). Kesimpulan. Penderita malaria tropika dan malaria tersiana cenderung memiliki Hb abnormal, malaria lebih sering menyerang anak-anak hingga dewasa muda yang belum memiliki imunitas yang cukup kuat melawan Plasmodium. Perempuan cenderung memiliki Hb lebih rendah dari laki-laki saat terinfeksi ataupun tidak. Penderita
malaria tropika dan tersiana yang memiliki Hb abnormal di Puskesmas Koya barat banyak tinggal di Koya koso.
Kata kunci: Hemoglobin, Malaria, Plasmodium
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar belakang. Malaria adalah suatu penyakit tropis yang disebabkan oleh parasit Plasmodium, yang menyerang sel darah merah. Salah satu gejala yang ditimbulkan oleh malaria adalah anemia. Di Indonesia ada beberapa daerah yang memiliki angka kejadian malaria yang tinggi, salah satunya di Papua dengan Annual malaria indeks sebesar (18,4%). Angka annual parasite indeks di Koya barat masih cukup tinggi yaitu tahun 2010 sebesar 409 per 1000 penduduk, mengalami peningkatan kembali sebesar 701 per 1000 penduduk di tahun 2013 dan menurun kembali sebesar 377 per 1000 penduduk di talum 2014. Tujuan penelitian. Untuk mengukur kadar Hb pada penderita malaria tropika dan malaria tersiana di puskesmas koya barat berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal. Metode penelitian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional di mana pengambilan sampel di lakukan pada satu saat yang bersamaan untuk melihat gambaran kadar hemoglobin dengan malaria tropika dan malaria tersiana Puskesmas Koya Barat. Hasil penelitian. Ditemukan jumlah penderita malaria tropika dengan kadar Hb abnormal lebih banyak 6 (22,2%), dan malaria tersiana 14(58,3%). Usia penderita dengan kadar Hb abnormal terbanyak pada malaria tropika adalah 21-40 tahun sebanyak 13 orang (72,2%), dan pada malaria tersiana adalah 10-20 tahun sebanyak 6 orang (54,5%). Jenis kelamin penderita dengan kadar Hb abnormal terbanyak pada penderita malaria tropika adalah perempuan sebanyak14 orang (77,7%) dan pada malaria tersiana laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama yaitu 7 orang (58,3%). Tempat tinggal penderita dengan kadar Hb abnormal terbanyak pada penderita malaria tersiana adalah Koya koso sebanyak 14 orang (93,3%) dan malaria tersiana adalah Koya koso sebanyak 6 orang (60%). Kesimpulan. Penderita malaria tropika dan malaria tersiana cenderung memiliki Hb abnormal, malaria lebih sering menyerang anak-anak hingga dewasa muda yang belum memiliki imunitas yang cukup kuat melawan Plasmodium. Perempuan cenderung memiliki Hb lebih rendah dari laki-laki saat terinfeksi ataupun tidak. Penderita malaria tropika dan tersiana yang memiliki Hb abnormal di Puskesmas Koya barat banyak tinggal di Koya koso. Kata kunci: Hemoglobin, Malaria, Plasmodium |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 16:08 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/778 |

