KELANIТ, FRANSISKA (2026) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN HPP (HEMORAGIA POST PARTUM) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
FRANSISKA KELANIT.pdf
Restricted to Registered users only
Download (20MB)
Abstract
Dalam kesimpulan ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa pertolongan
persalinan sebaiknya di lakukan di rumah sakit untuk menghindari terjadinya
gawat pada ibu dan bayi atau pelayanan kesehatan lainnya dengan fasilitas yang
memadai.
Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan terhadap ibu dengan hemoragia post
partum (HPP) dengan sisa placenta jika dibandingkan antara teori dengan
kenyataan yang dihadapi adalah terjadi kesenjangan, menurut teori penanganan
sisa plasenta sebaiknya pada nifas hari keempat, namun pada tindakan klinis di
lapangan ibu dilakukan kuretase dengan hasil evaluasi lebih dari 2 jam tidak
terjadi perdarahan.
Hal ini membuktikan bahwa tidak selamanya tindakan dilakukan mengacu
pada teori bahkan tindakan klinis dilakukan berdasarkan pengalaman di
lapangan. ap, meka
Pada penanganan pasien dengan hemoragia post partum (HPP) tidak
terlihat wewenang bidan secara mandiri, karena masalah mengandalkan
kolaborasi dengan dokter dan keterbatasan tenaga kesehatan (nakes).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Dalam kesimpulan ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa pertolongan persalinan sebaiknya di lakukan di rumah sakit untuk menghindari terjadinya gawat pada ibu dan bayi atau pelayanan kesehatan lainnya dengan fasilitas yang memadai. Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan terhadap ibu dengan hemoragia post partum (HPP) dengan sisa placenta jika dibandingkan antara teori dengan kenyataan yang dihadapi adalah terjadi kesenjangan, menurut teori penanganan sisa plasenta sebaiknya pada nifas hari keempat, namun pada tindakan klinis di lapangan ibu dilakukan kuretase dengan hasil evaluasi lebih dari 2 jam tidak terjadi perdarahan. Hal ini membuktikan bahwa tidak selamanya tindakan dilakukan mengacu pada teori bahkan tindakan klinis dilakukan berdasarkan pengalaman di lapangan. ap, meka Pada penanganan pasien dengan hemoragia post partum (HPP) tidak terlihat wewenang bidan secara mandiri, karena masalah mengandalkan kolaborasi dengan dokter dan keterbatasan tenaga kesehatan (nakes). |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 01:53 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/822 |

