ROBAНА, WITSEL WILLEM (2000) HUBUNGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) PENGETAHUAN IBU DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMBI KOTA JAYAPURA TAHUN 2000. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
WITSEL WILLEM ROBAHA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (28MB)

Abstract

Hubungan Pemberian ASI, Tingkat Pengetahuan Ibu dan Status Imunisasi Dengan Kejadian ISPA Bayi 0 - 12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas IMBI Kota Jayapura.

Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organile yang diekresi oleh kedua belah kelenjar mamae dari ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayi.

Pada bayi yang baru lahir dan beberapa bulan setelah kelahirannya, tubuhnya dilindungi oleh anti bodi yang dibawah sejak lahir dan ibunya melalui plasenta (ariari). Didalam Air Susu Ibu (ASI) juga terdapat anti bodi terutama didalam air susu jolong (colostrum), yang keluar beberapa hari setelah persalinan yang membantu melindungi bayi terhadap infeksi.

Kekebalan terhadap beberapa penyakit dapat terjadi bukan hanya karena terinfeksi bibit penyakit yang bersangkutan, tetapi kekebalan dapat terjadi karena bayi diimunisasi dengan vaksin.

Sebab-sebab kematian pada bayi adalah infeksi saluran pernapasan akut (SKRT, 86).

Berdasarkan catatan bulanan program P2ISPA di Propinsi Papua tahun 1999 dilaporkan bahwa prevalensi ISPA umur 1 - 5 tahun sebanyak 5.651 anak (28,47%) dari 182.808 populasi balita di daerah ISPA.

Metode penelitian adalah Cross Sectional Study untuk menilai pemberian colostrum, ASI Eksklusif dan pengetahuan ibu, sedangkan untuk menilai status imunisasi dan kejadian ISPA dilakukan dengan cara data sekunder dari hasil pencatatan dan pelaporan bulanan Puskesmas.

Pengambilan data dilakukan selama satu bulan dari 01 Juli s/d 1 Agustus 2000. Pengumpulan data pemberian colostrum, pemberian ASI Eksklusif dan pengetahuan Ibu melalui metode wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan uji x² pada 0,05.

Hasil penelitian dengan uji X2 pada 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian colostrum dengan kejadian ISPA, pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA, pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan dengan kejadian ISPA dan status imunisasi dengan kejadian ISPA.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, bahwa penyuluhan gizi dan kesehatan masih merupakan intervensi yang tepat dan disarankan perlu adanya penelitian lanjut, terutama terhadap tingkat pendapatan kepala keluarga, sanitasi dan higiene jumlah keluarga dengan kejadian ISPA.

Daftar Bacaan : 36 (1977 – 1998)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Hubungan Pemberian ASI, Tingkat Pengetahuan Ibu dan Status Imunisasi Dengan Kejadian ISPA Bayi 0 - 12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas IMBI Kota Jayapura. Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organile yang diekresi oleh kedua belah kelenjar mamae dari ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayi. Pada bayi yang baru lahir dan beberapa bulan setelah kelahirannya, tubuhnya dilindungi oleh anti bodi yang dibawah sejak lahir dan ibunya melalui plasenta (ariari). Didalam Air Susu Ibu (ASI) juga terdapat anti bodi terutama didalam air susu jolong (colostrum), yang keluar beberapa hari setelah persalinan yang membantu melindungi bayi terhadap infeksi. Kekebalan terhadap beberapa penyakit dapat terjadi bukan hanya karena terinfeksi bibit penyakit yang bersangkutan, tetapi kekebalan dapat terjadi karena bayi diimunisasi dengan vaksin. Sebab-sebab kematian pada bayi adalah infeksi saluran pernapasan akut (SKRT, 86). Berdasarkan catatan bulanan program P2ISPA di Propinsi Papua tahun 1999 dilaporkan bahwa prevalensi ISPA umur 1 - 5 tahun sebanyak 5.651 anak (28,47%) dari 182.808 populasi balita di daerah ISPA. Metode penelitian adalah Cross Sectional Study untuk menilai pemberian colostrum, ASI Eksklusif dan pengetahuan ibu, sedangkan untuk menilai status imunisasi dan kejadian ISPA dilakukan dengan cara data sekunder dari hasil pencatatan dan pelaporan bulanan Puskesmas. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan dari 01 Juli s/d 1 Agustus 2000. Pengumpulan data pemberian colostrum, pemberian ASI Eksklusif dan pengetahuan Ibu melalui metode wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan uji x² pada 0,05. Hasil penelitian dengan uji X2 pada 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian colostrum dengan kejadian ISPA, pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA, pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan dengan kejadian ISPA dan status imunisasi dengan kejadian ISPA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, bahwa penyuluhan gizi dan kesehatan masih merupakan intervensi yang tepat dan disarankan perlu adanya penelitian lanjut, terutama terhadap tingkat pendapatan kepala keluarga, sanitasi dan higiene jumlah keluarga dengan kejadian ISPA. Daftar Bacaan : 36 (1977 – 1998)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 14 Jan 2026 03:21
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/838

Actions (login required)

View Item
View Item