SIRAIT, ROSMAIDA (2000) PEMBUATAN FORMULA BMC UBI JALAR PISANG KЕPOK DAN KACANG KEDELAI SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN PENDAMPING ASI PADA BAYI UMUR 6-12 BULAN DI DESA SEREH SENTANI. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
ROSMAIDA SIRAIT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (29MB)

Abstract

Berdasarkan data integrasi gizi dalam SUSENAS 1992 prevalensi Kurang Energi Protein (KEP) yang nyata pada balita di Indonesia adalah 11,84%, sedangkan data terakhir dilaporkan 8867 kasus KEP gabungan dari 92 Kabupaten/Kota Madya di Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi balita Kabupaten dan Kota Jayapura tahun 1999/2000 anak balitanya yang ditimbang terdapat 222(2,8) anak mengalami giz buruk, sedangkan prevalensi KEP total sebanyak 1517 (19,1%) anak.

Berbagai kebijaksanaan dan strategi dari pemerintah telah diupayakan
untuk mengatasi masalah ini yaitu salah satunya dengan memproduksi makanan tambahan yang bergizi tinggi yang untuk dikonsumsi yang diramu dari bahan yang tersedia di daerah setempat.

Tujuan umum penelitian ini adalah pembuatan empat macam formula
BMC yang bernilai gizi tinggi dan dapat diterima oleh bayi yang berumur 6-12 bulan. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengetahui pembuatan empat macam formula BMC, mengetahui daya terima secara organoleptik yang baik dari keempat jenis bubur formula BMC, mengetahui viskositas dari keempat bubur tersebut dan mengetahui tingkat penerimaan bayi terhadap bubur formula yang mempunyai penilaian terbaik secara organoleptik.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Akademi Kesehatan Terpadu Jayapura, yang dilakukan sejak awal bulan Agustus 2000 sampai dengan akhir September 2000.

Formula Bahan Makanan Campuran (BMC) dalam penelitian ini terbuat dari tepung ubi jalar, tepung pisang kepok dan kacang kedelai untuk bahan formula I sampai III, sedangkan untuk formula IV memakai tepung ubi jalar, tepung pisang kepok dan kecambah kedelai dengan perbandingan komposisi masing-masing bahan adalah formula I: 40;20;40, Formula II: 20;40;40, Formula III: 20;30;50, Formula IV: 20;20;60.

Adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan meliputi pemilihan bahan baku sesuai syaraf yang ditentukan, selanjutnya pembuatan tepung dari semua bahan baku sesuai proses. Sedangkan penelitian lanjutan meliputi penyusunan formula Bahan Makanan Campuran (BMC) sesuai perbandingan dan pengolahannya mengikuti prinsip pembuatan biskuit, dikeringkan dan ditepungkan dan siap untuk diolah jadi bubur.

Dalam penelitian ini dilakukan uji hedonic yang meliputi enam skala numerik terhadap aroma, warna, rasa dan viskositas dari pada bubur. Data organoleptik tersebut diuji secara statistik dengan menggunakan uji sidik ragam (analisis of variance) yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Test.

Berdasarkan hasil uji sidik ragam pada aroma, rasa dan viskositas
keempat bubur formula BMC menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada taraf 1% kecuali pada warna tidak menunjukkan adanya perbedaan. Adapun aroma bubur yang paling disukai adalah bubur formula III dengan nilai rata-rata 4,22, sedangkan penilaian terhadap warna yang paling disukai adalah warna bubur formula III dengan nilai rata-rata 4,45. Dari segi rasa yang paling disukai panelis adalah bubur formula I dengan nilai rata-rata 4,22, namun dari segi viskositas penilaian terbaik adalah pada bubur formula IV dengan nilai rata-rata 3,77dan terendah foIr. Marlin.P. Gultomrmula I. Jadi bubur yang diterima secara umum dengan uji organoleptik adalah bubur formula I, II dan III.

Adapun bubur formula yang diujikan kedapa bayi umur 6-12 bulan adalah bubur formula I karena bubur formula mempunyai penilaian terbaik darі segi rasa. Hasil uji penerimaan yang dilakukan selama tiga kali pemberian, dapat diterima baik yaitu dari 30bayi yang diberikan bubur formula, 27 orang (90%) menerima dan 3 orang (10%) tidak menerima.
Daftar Bacaan: 14 (1987-2000)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Berdasarkan data integrasi gizi dalam SUSENAS 1992 prevalensi Kurang Energi Protein (KEP) yang nyata pada balita di Indonesia adalah 11,84%, sedangkan data terakhir dilaporkan 8867 kasus KEP gabungan dari 92 Kabupaten/Kota Madya di Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi balita Kabupaten dan Kota Jayapura tahun 1999/2000 anak balitanya yang ditimbang terdapat 222(2,8) anak mengalami giz buruk, sedangkan prevalensi KEP total sebanyak 1517 (19,1%) anak. Berbagai kebijaksanaan dan strategi dari pemerintah telah diupayakan untuk mengatasi masalah ini yaitu salah satunya dengan memproduksi makanan tambahan yang bergizi tinggi yang untuk dikonsumsi yang diramu dari bahan yang tersedia di daerah setempat. Tujuan umum penelitian ini adalah pembuatan empat macam formula BMC yang bernilai gizi tinggi dan dapat diterima oleh bayi yang berumur 6-12 bulan. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengetahui pembuatan empat macam formula BMC, mengetahui daya terima secara organoleptik yang baik dari keempat jenis bubur formula BMC, mengetahui viskositas dari keempat bubur tersebut dan mengetahui tingkat penerimaan bayi terhadap bubur formula yang mempunyai penilaian terbaik secara organoleptik. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Akademi Kesehatan Terpadu Jayapura, yang dilakukan sejak awal bulan Agustus 2000 sampai dengan akhir September 2000. Formula Bahan Makanan Campuran (BMC) dalam penelitian ini terbuat dari tepung ubi jalar, tepung pisang kepok dan kacang kedelai untuk bahan formula I sampai III, sedangkan untuk formula IV memakai tepung ubi jalar, tepung pisang kepok dan kecambah kedelai dengan perbandingan komposisi masing-masing bahan adalah formula I: 40;20;40, Formula II: 20;40;40, Formula III: 20;30;50, Formula IV: 20;20;60. Adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan meliputi pemilihan bahan baku sesuai syaraf yang ditentukan, selanjutnya pembuatan tepung dari semua bahan baku sesuai proses. Sedangkan penelitian lanjutan meliputi penyusunan formula Bahan Makanan Campuran (BMC) sesuai perbandingan dan pengolahannya mengikuti prinsip pembuatan biskuit, dikeringkan dan ditepungkan dan siap untuk diolah jadi bubur. Dalam penelitian ini dilakukan uji hedonic yang meliputi enam skala numerik terhadap aroma, warna, rasa dan viskositas dari pada bubur. Data organoleptik tersebut diuji secara statistik dengan menggunakan uji sidik ragam (analisis of variance) yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Test. Berdasarkan hasil uji sidik ragam pada aroma, rasa dan viskositas keempat bubur formula BMC menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada taraf 1% kecuali pada warna tidak menunjukkan adanya perbedaan. Adapun aroma bubur yang paling disukai adalah bubur formula III dengan nilai rata-rata 4,22, sedangkan penilaian terhadap warna yang paling disukai adalah warna bubur formula III dengan nilai rata-rata 4,45. Dari segi rasa yang paling disukai panelis adalah bubur formula I dengan nilai rata-rata 4,22, namun dari segi viskositas penilaian terbaik adalah pada bubur formula IV dengan nilai rata-rata 3,77dan terendah foIr. Marlin.P. Gultomrmula I. Jadi bubur yang diterima secara umum dengan uji organoleptik adalah bubur formula I, II dan III. Adapun bubur formula yang diujikan kedapa bayi umur 6-12 bulan adalah bubur formula I karena bubur formula mempunyai penilaian terbaik darі segi rasa. Hasil uji penerimaan yang dilakukan selama tiga kali pemberian, dapat diterima baik yaitu dari 30bayi yang diberikan bubur formula, 27 orang (90%) menerima dan 3 orang (10%) tidak menerima. Daftar Bacaan: 14 (1987-2000)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 14 Jan 2026 04:36
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/845

Actions (login required)

View Item
View Item