SITOHANG, HATOGUAN (2001) STATUS GIZI ANAKBALITA PADA IBU BEKERJA SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI PERUMNAS IV KELURAHAN HEDAM KEСАMАТAN ABEPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
HATOGUAN SITOHANG.pdf
Restricted to Registered users only
Download (19MB)
Abstract
Hubungan Pengetahuan Gizi, Tingkat Pendapatan Dengan Status Gizi Anak Balita Pada Ibu Bekerja Sebagai Pegawai Negeri Sipil Di Perumnas IV Padang Bulan Kelurahan Hedam Kecamatan Abepura.
Gizi bagi bayi sangatlah penting sebagai awal dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Makanan yang utama bagi bayi adalah ASI, sebab ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembngan bayi. Disamping itu ASI mengandung zat anti bodi terhadap penyakit.
Setelah bayi berumur 4 bulan tidak hanya cukup mengkomsumsi ASI saja tetapi bayi juga memerlukan makanan tambahan karena ASI sudah tidak mampu menyediakan zat gizi yang cukup seiring dengan bertambahnya umur.
Salah satu masalah giziyang mencerminkan adanya ganguan pertumbuhan pada anak balita terutama di negara berkembang adalah Kurang Energi Protein (KEP). Masalah ini di indonesia bahkan menempati urutan petama dari empat masalah gizi utama.
Hasil SUSENAS, 1988 terdapat sebanyak 8867 kasus KEP gabungan, dari 92 Kabupaten/Kotamadya di Indonesia. Sedangkan di Irian Jaya terdapat sebanyak 1840 kasus KEP gabungan yang dilaporkan. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi balita Kotamadya Jayapura dari 7.926 anak balita yangditibang teradpt sebanyak 222 (2,8%) anak yang mengalami gizi buruk. Sedangkan prevalensi BGM adalah sebesar 1.517 (19,1%) anak balita. Kalau keadaan seperti ni tidak segera ditanggulangi jelas akan merugikan kualitas sumber daya manusia Indonesai di masa mendatang.
Metode penelitian adalah cross sectional study, untuk menilai pengetahuan gizi ibu rumah tangga, tingkat pendapatan keluarga dan status gizi anak balita. Sedangkan untuk menilai status gizi anak balita dilakuakn dengan cara pendekatan longitudinal study berdasarkan
data sekunder dari hasil penimbangan.
Pengambilan data dilakuakan selama 1 minggu yaitu pada tanggal 17 s/d 24 Oktober 2001. Pengumpulan data pengetahuan gizi ibu rumah tangga tingkat pendapatan keluarga melalui metode wawancara dan menggunakan daftar pertanyaan.
Pada hasil uji statistik dengan menggunakan x², pada derajat kemaknaan & 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak balita. Tetapi tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi anak balita.
Dari hasil uji silang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu rumah tangga dengan status gizi anak balita, dan tidak didapatkannya hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan status gizi anak balita hal ini berarti dengan meningkatnya pendapatan keluarga belum menjamin terhadap peningktan status gizi anak balita kalau tidak didukung dengan pengetahuan gizi ibu rumah tangga yang baik.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, bahwa penyuluhan gizi masih merupakan intervensi yang tepat, terutama penekanannya lebih difokuskan pada prinsip-prinsip dasar status gizi dan intake makanan. Didasarkan perlu adanya suatu penelitian lanjut terutama terhadap pengetahuan gizi, tingkat pendapatan sert status gizi anak balita.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Hubungan Pengetahuan Gizi, Tingkat Pendapatan Dengan Status Gizi Anak Balita Pada Ibu Bekerja Sebagai Pegawai Negeri Sipil Di Perumnas IV Padang Bulan Kelurahan Hedam Kecamatan Abepura. Gizi bagi bayi sangatlah penting sebagai awal dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Makanan yang utama bagi bayi adalah ASI, sebab ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembngan bayi. Disamping itu ASI mengandung zat anti bodi terhadap penyakit. Setelah bayi berumur 4 bulan tidak hanya cukup mengkomsumsi ASI saja tetapi bayi juga memerlukan makanan tambahan karena ASI sudah tidak mampu menyediakan zat gizi yang cukup seiring dengan bertambahnya umur. Salah satu masalah giziyang mencerminkan adanya ganguan pertumbuhan pada anak balita terutama di negara berkembang adalah Kurang Energi Protein (KEP). Masalah ini di indonesia bahkan menempati urutan petama dari empat masalah gizi utama. Hasil SUSENAS, 1988 terdapat sebanyak 8867 kasus KEP gabungan, dari 92 Kabupaten/Kotamadya di Indonesia. Sedangkan di Irian Jaya terdapat sebanyak 1840 kasus KEP gabungan yang dilaporkan. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi balita Kotamadya Jayapura dari 7.926 anak balita yangditibang teradpt sebanyak 222 (2,8%) anak yang mengalami gizi buruk. Sedangkan prevalensi BGM adalah sebesar 1.517 (19,1%) anak balita. Kalau keadaan seperti ni tidak segera ditanggulangi jelas akan merugikan kualitas sumber daya manusia Indonesai di masa mendatang. Metode penelitian adalah cross sectional study, untuk menilai pengetahuan gizi ibu rumah tangga, tingkat pendapatan keluarga dan status gizi anak balita. Sedangkan untuk menilai status gizi anak balita dilakuakn dengan cara pendekatan longitudinal study berdasarkan data sekunder dari hasil penimbangan. Pengambilan data dilakuakan selama 1 minggu yaitu pada tanggal 17 s/d 24 Oktober 2001. Pengumpulan data pengetahuan gizi ibu rumah tangga tingkat pendapatan keluarga melalui metode wawancara dan menggunakan daftar pertanyaan. Pada hasil uji statistik dengan menggunakan x², pada derajat kemaknaan & 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak balita. Tetapi tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi anak balita. Dari hasil uji silang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu rumah tangga dengan status gizi anak balita, dan tidak didapatkannya hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan status gizi anak balita hal ini berarti dengan meningkatnya pendapatan keluarga belum menjamin terhadap peningktan status gizi anak balita kalau tidak didukung dengan pengetahuan gizi ibu rumah tangga yang baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, bahwa penyuluhan gizi masih merupakan intervensi yang tepat, terutama penekanannya lebih difokuskan pada prinsip-prinsip dasar status gizi dan intake makanan. Didasarkan perlu adanya suatu penelitian lanjut terutama terhadap pengetahuan gizi, tingkat pendapatan sert status gizi anak balita. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 08:25 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/865 |

